
Di sebuah taman
"Aaaaaaa, menyebalkan!!!" Ucap Nesya dengan raut wajah kesal.
"Sayang tenanglah! " Ujar Maria menenangkan anaknya Nesya.
"Ibu bagaimana aku bisa tenang, jelas jelas tadi aku di abaikan oleh putra mahkota dan lihat perempuan hina itu dia pasti sengaja melakukan hal itu" Ucap Nesya kesal.
"Sayang tenanglah! kalau orang lain mendengarnya kau bisa terkena masalah" Ucap Maria
"Ibu kita harus menyingkirkan perempuan itu, harus!!!!" Ucap Nesya sembari tersenyum licik.
"Bagaimana caranya, kau bahkan kemarin kalah darinya di pertandingan" Tanya Maria.
"Hmmm mungkin aku kalah dalam fisik tapi tidak dalam kelicikan" Ucap Nesya menyeringai licik.
"Yah, itu benar! kalau begitu ibu akan membantumu" Ucap Maria tersenyum licik.
"Ibu, pertama-tama kita harus menjebak ia untuk membuat kesalahan yang tidak di sukai oleh putra mahkota, itu pasti akan membuat putra mahkota marah padanya" Ucap Nesya sembari menatap ibunya.
"Yah, apa itu?" Tanya Maria.
"Aku kurang tau kalau itu, kita harus mencari tau terlebih dahulu apa yang tidak di sukai oleh putra mahkota" Ucap Nesya.
"Kalau begitu, ayo!! jangan membuang waktu lagi semakin cepat semakin baik" Ucap Maria menggenggam tangan Nesya.
Mereka pun berjalan-jalan mencari putra mahkota, tapi putra mahkota tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Sedangkan di tempat lain...
Cup
"Nathan!!" Ucap Zania geli ketika Nathan menciumi perut datar Zania.
"Iya sayang" ucap Nathan sembari membenamkan wajah di dada Zania.
Yah mereka sedang ada di kamar sekarang, sesuai perkataan Zania ia sudah tak lelah lagi dan ingin melanjutkan kegiatan panas semalam.
Sebenarnya ia menyesal mengatakan itu, karena sekarang suaminya begitu liar sekali, ia bahkan sampai kewalahan.
"Nathan geli hahaha" ucap Zania sembari tertawa geli karena Nathan menggelitik perut Zania.
"Nia! apa kau mencintaiku?" Tanya Nathan sembari menciumi leher Zania.
"Hei pertanyaan apa itu, tentu saja aku mencintaimu bahkan sangat mencintaimu. Aku bahkan akan merelakan hidupku untuk mu" Ucap Zania membelai rambut Nathan.
"Benarkah?" Tanya Nathan sembari mendongak menatap Zania.
"Iya, apa kau meragukan ku?" Ucap Zania serius.
"Kalau begitu cium ketiak ku sekarang, buktikan kalau kau mencintaiku" Ucap Nathan sembari tersenyum jahil.
__ADS_1
"Hahaha baiklah bawa kemari " Ucap Zania tersenyum geli, suaminya ini ada ada saja.
Nathan pun langsung mengarahkan ketiak nya dan disambut Zania dengan senang, ia mulai menciumi ketiak Nathan yang baginya sangat wangi. Nathan yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak istrinya ini memang lucu.
"Nia, sudah!! hahahaha kau sangat lucu" ucap Nathan sembari mendekap erat Zania.
" Aku mencintaimu Nathan" ucap Zania sembari membalas pelukan Nathan dengan erat.
"Aku juga Nia, aku sangat mencintaimu" Ucap Nathan.
"Nia apa kau mau memberiku seorang anak?" Tanya Nathan de sela pelukan mereka.
"Tentu! aku akan memberikan mu anak, hanya saja aku tak bisa jamin, karena setiap wanita ada yang diberi anugerah untuk mengandung dan ada yang belum di beri kepercayaan untuk mengandung dan melahirkan. Jadi aku tak bisa janji" Ucap Zania dengan nada lemah.
"Nia apapun yang terjadi aku tak peduli, aku akan menerima semua kekurangan mu dan melengkapinya dengan kelebihan ku.
Kalau nanti kau tak bisa memberi ku anak, aku tak akan memaksamu atau mencari pengganti mu. Biarlah tahta ini tak kumiliki asal kita berdua bisa melewati hari hari kita bersama sampai nafas terakhir nanti" ucap Nathan sembari mengecup puncak kepala Zania.
Zania yang mendengar itupun menangis bahagia, ia tak pernah mendapatkan kasih sayang seseorang yang besar seperti yang di berikan Nathan.
"Terimakasih hiks hiks terimakasih Nathan, aku bahagia sekali sangat bahagia" Ucap Zania menangis terharu.
"Nia mengapa kau menangis, apa aku salah bicara?" tanya Nathan khawatir.
"Tidak! kau tidak salah. Aku sangat bahagia, dan ini adalah air mata bahagia" ucap Zania menatap. mata Nathan.
"Nathan memangnya kau mau berapa anak nanti?" Tanya Zania.
"Kau sangat menyebalkan" Ucap Zania cemberut.
***
Nesya dan Maria terus mencari keberadaan putra mahkota tapi tak kunjung mereka jumpai. Akhirnya mereka menyerah karena lelah, mereka juga sudah menanyakan pada pelayan di sini tapi tak ada yang tau keberadaannya.
"Ibu kira kira putra mahkota ada dimana yah?" Tanya Nesya
"Ibu juga tidak tahu" Ucap Maria.
"Terus bagaimana caranya kita bisa tahu apa yang tidak di sukai oleh putra mahkota?" Ucap Nesya kesal.
"Hmmm, bagaimana kalau kita tanya saja pada para pelayan di istana ini" Ucap Maria.
"Hmmm, mereka itu cuma pelayan ibu, mana mungkin mereka tau tentang apa yang di sukai putra mahkota dan apa yang tidak di sukai nya." Jelas Nesya kesal.
"Tapikan tak ada salahnya kalau kita bertanya" Ucap Maria.
"Yah yah, baiklah ibu saja yang bertanya aku malas." Ucap Nesya.
"Baiklah kau tunggu disini" ucap Maria sembari pergi dan mencari pelayan yang sudah lama bekerja di sini.
Sudah beberapa jam saat ia di tinggalkan ibunya, tapi ibunya tak kunjung datang. Nesya pun memilih menunggu beberapa menit lagi, kalau ibunya belum juga datang ia akan pergi ke kamar saja.
__ADS_1
"Nesya!" panggil Maria Yang berjalan mendekat sembari tersenyum.
"mengapa ibu lama sekali?" Tanya Nesya kesal.
"Ibu sudah mendapatkan informasi tentang apa yang paling tidak di sukai oleh putra mahkota" Ucap Maria senang.
"Benarkah? apa itu?" Tanya Nesya dengan mata berbinar.
"Yang paling tidak di sukai oleh putra mahkota adalah seseorang yang lancang masuk ke ruang rahasianya. Bahkan ia pernah memarahi adiknya putri Lucy karena lancang masuk kedalam ruang rahasia itu" ucap Maria.
"Memangnya apa isi ruang rahasia itu Bu?" Tanya Nesya penasaran.
"Entahlah, tak ada yang tau hanya putra mahkota seorang yang tahu" Jelas Maria.
"Baiklah kalau begitu saatnya permainan di mulai"
***
**hai.. hai readers author mau nanya nih..
kalian mau cerita ini endingnya gimana?
a. sad ending
b. happy ending
c. selesaikan balas dendam dan memberantas musuh+ happy ending.
d.kehamilan zania, Zania mengidam, dan melahirkan.
e. Lanjutkan ke cerita anak anaknya Zania dan Nathan..percintaan, pertikaian, dll.
silahkan di pilih yah! author tunggu komen dari para readers**..
**Kalau readers gak memilih antara satu maka ending ceritanya suka suka author yah
Sekian dari author semoga readers menikmati cerita nya author.
Dan maaf bila tak sesuai dengan spesifikasi nya readers yah☺️☺️
Penasaran dengan kelanjutannya..
Simak kelanjutannya pada bab selanjutnya...
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejakyah ☺️
Agar author makin semangat untuk update setiap babnya ☺️☺️**
Terimakasih
tbc
__ADS_1