
Malam ini adalah malam yang di tunggu oleh Nathan dan juga malam yang di takuti oleh Zania. Setelah selesai acara mereka langsung menuju kamar pengantin yang sudah disiapkan sedemikian rupa.
Nathan yang sedang membersihkan diri sedari tadi tak bisa menghilangkan senyuman manis di wajahnya. Sedangkan Zania, tubuh nya gemetaran, jantungnya berdetak kencang.
Lama Zania termenung, akhirnya Nathan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada hanya handuk yang melilit sebatas pinggang saja.
Zania yang melihat penampakan seksi di depannya langsung menelan ludah kasar. Roti sobek, wajah tampan,tatapan tajam, hidung mancung, bibir seksi, ohhh perfect.
Nathan yang melihat ke tercengangan Zania tersenyum jahil,ia berniat untuk menjahili istrinya itu hehehe
"Ehem, apa aku begitu tampan sayang ? Sampai kau tak mau berkedip lagi," goda Nathan sembari mendekat pada zania
Zania yang mendengar itu pun langsung tersadar dan memalingkan wajahnya menatap sembarang arah.
"Tak usah malu Nia aku ini milik mu jadi kau bebas untuk melihat, menyentuh apalagi merasakannya, hehehe," ucap Nathan terkekeh geli, sangat seru menggoda istri galak nya ini.
"Aku ingin mandi." Zania langsung berlari ke kamar mandi.
"Apa mau aku temani, mungkin kau butuh pijitan hehehe," teriak Nathan terkekeh geli melihat istrinya berlari ke kamar mandi.
Sedangkan di dalam kamar mandi.
Deru nafas Zania tak beraturan, detak jantung yang sangat kencang tak karuan, keringat dingin mengucur deras.
"Ohh ayolah ini sangat mengerikan." Zania mengelap keringat nya.
ia segera melepas gaunnya, dan pergi berendam. Mungkin dengan berendam pikirannya akan tenang.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Zania ingin meraih handuk, hanya saja di situ tak ada handuk, lah mengapa bisa?
Sedangkan Nathan di luar terkekeh geli, pasti istrinya sedang bingung dimana handuk berada? Handuk handuknya sudah ia simpan semua, ini adalah ide dari Lucy adiknya. Ternyata adiknya cerdik juga tidak sia-sia ia punya adik.
"Ohh habislah aku, dimana handuknya? Tak mungkin aku keluar dengan tubuh polos seperti ini, apa aku harus meminta tolong padanya? Oh tidak itu ide buruk, tapi kalau aku keluar seperti ini juga ide buruk." Zania merasa bingung apa yang harus di lakukan nya.
"Sayang apa kau masih lama di dalam?" tanya Nathan sembari mengetuk pintu, Zania yang mendengar itu tubuhnya langsung menegang.
"Sayang apa kau baik baik saja, kalau kau tak mau menjawab aku akan hancurkan pintu ini!Nathan tersenyum jahil karena bisa mengerjai istrinya di malam pertama mereka.
"Aku baik baik saja," Zania takut Nathan akan menghancurkan pintu kalau ia tak bersuara, dan Nathan bisa melihat tubuhnya yang polos ini.
"Kenapa kau lama sekali?" teriak Nathan mengetuk-ngetuk pintu tak sabaran.
__ADS_1
"Ahh bisa gila aku ini mengapa disini tak ada handuk?"
Zania berdiri dengan tubuh polosnya lalu menuju dekat pintu
"Nathan bisa kah kau mengambilkan aku handuk!" tak ada pilihan lain.
"Boleh." Zania tersenyum lebar, ternyata suaminya bisa di andalkan.
"Tapi ada syaratnya." Ucap Nathan tersenyum jahil.
"Oh aku tarik kembali Kata kata ku dia suami yang menyebalkan. "
"Syarat apa itu?" tanya Zania pasrah.
"Panggil aku sayang dan beri aku ciuman nanti," pinta Nathan tersenyum menyeringai
Apaaa ? Cium!! kalau panggil sayang tak apa tapi kalau cium, haaaaaaaa siapa pun tolong aku hiks hiks.
"Bagaimana? Kalau kau tak mau juga tak apa. aku bisa langsung menghancurkan pintu ini."
"Oh tidak itu lebih gawat, tak ada pilihan lain, hiks hiks." Batin Zania
"Em baiklah." Zania akhirnya pasrah karena ia juga sudah amat kedinginan.
"Apa itu sayang, katakanlah!" ucap Nathan tersenyum puas
"Tolong ambilkan aku handuk, di sini tidak ada handuk, dan aku tadi lupa mengambilnya," ucap Zania malu malu.
"Em baiklah, tapi bilang kalau kau mencintaiku." Nathan tersenyum jahil, sangat seru baginya menjahili istrinya itu.
Zania benar benar di buat kesal, ia sudah tidak tahan lagi ia pun akhirnya berteriak.
"Sayang bisa kah kau mengambilkan aku handuk. aku kedinginan, tolong lah, aku sangat mencintaimu!" teriak Zania sudah kesal, sedangkan Nathan terkekeh geli mendengar teriakan zania, ia kan hanya menyuruh Zania mengatakan aku mencintaimu bukan aku sangat mencintaimu.
Nathan pun pergi mengambil handuk untuk Zania, ia lalu mengetuk pintu.
"Sayang ini handuknya." Zania tersenyum dan membuka sedikit pintu, ia mengulurkan tangannya dan meraih handuk nya, ketika ia ingin menutup pintu, pintunya tertahan oleh kaki Nathan.
Zania terus menarik pintu untuk menutupnya, namun tak bisa. Sekarang bukan hanya kaki tapi tangan pun sudah ikut ikutan menahan.
"Sayang bisa kah kau menyingkirkan tangan dan kaki mu aku mau pakai handuk dulu!" tegas Zania.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Nathan, Zania meraih tangan Nathan berniat melepaskan tangan Nathan dari pintu, tapi naas Zania malah ditarik dan langsung mendarat di pelukan Nathan dengan tubuh polos dan handuk yang ada di tangan nya..
Zania begitu terkejut, ini sangat memalukan. Nathan tersenyum jahil dan langsung menutup tubuh Zania dengan handuk.
"Kau sangat lama, makanya aku menarik mu." Nathan memandangi wajah cantik istrinya.
Zania begitu malu dan memilih menenggelamkan wajahnya di dada bidang Nathan.
"Apa kau tak mau memakai baju sayang, atau kau sudah tak sabar melakukan malam pertama kita?" goda Nathan sembari tersenyum jahil.
Zania langsung tersentak, entah apa yang di pikirkan nya sampai ia memeluk laki laki ini.ia pun segera berlari dan pergi memakai baju di ruang ganti.
Setelah memakai baju ia pun pergi ke tempat tidur karena sudah sangat mengantuk, ia sesekali bersin karena aroma bunga yang begitu menyengat.
Ketika ia ingin berbaring Nathan langsung menariknya untuk duduk, Zania pun hanya pasrah saja karena ia sangat lelah dan mengantuk.
"Sayang kau lupa janji mu." Ucap Nathan menyadarkan Zania yang terlihat mengantuk.
"Janji apa? Boleh kah malam pertama nya di tunda aku sangat mengantuk!"
"Baiklah kalau malam pertama bisa di tunda.. tapi janji mu harus sekarang!" tegas Nathan tersenyum menyeringai
"Janji apa?" tanya Zania bingung
"Oh ternyata kau begitu pelupa yah baiklah suami mu ini akan mengingatkan mu, kau berjanji untuk mencium ku."
"Em baiklah." ujar Zania karena ia tak tahan lagi dengan kantuknya.
"Ya sudah cium di sini!" perintah Nathan sembari menunjuk bibirnya.
Zania pun menurut dan mengecup bibir Nathan, ketika ia ingin melepaskannya Nathan langsung menahan dan memperdalam ciumannya, lama kelamaan Zania mulai terbawa suasana.
Ketika Nathan sedang begitu menikmati ciuman nya, Zania merasa hidungnya gatal karena menghirup aroma bunga yang menyengat, ia sudah tak tahan lagi dan
Huacihhh
Zania bersin tepat ketika ia dan Nathan sedang berciuman mesra.
Nathan begitu kaget, dan melepas ciumannya, ia melihat hidung Zania memerah dan mengeluarkan cairan, lalu ia menyentuh sekitaran bibirnya yang terdapat cairan kental dan ASINNN dan itu adalah
INGUSSS!!!!
__ADS_1
tbc