
Hari semakin larut, pagi sudah berganti siang dan siang sudah berganti malam.
Di dalam kamar Zania belum kunjung bangun semenjak ia dari ruang rahasia.
Nathan yang melihat istrinya belum juga siuman sangat khawatir, ia khawatir akan terjadi hal buruk pada istrinya itu.
Ia terus menemani zania sepanjang waktu tanpa beranjak dari samping Zania.
Ia sudah memanggil tabib, tapi mereka bilang Zania tidak apa-apa hanya Zania tak mau bangun dari tidurnya.
Dan itu sukses membuat Nathan semakin khawatir, bagaimana kalau Zania tak mau bangun selamanya. Ia menyesali kejadian di ruangan itu seharusnya ketika istrinya sudah ketakutan ia langsung memberi penerangan pada ruangan itu, hanya saja karena amarah nya sedang tidak stabil jadi ia malah membiarkan Zania ketakutan, dan sekarang ialah yang ketakutan.
"Sayang mengapa kau belum bangun juga? Mau sampai kapan kau tidur, ini sudah malam sayang ayo bangun!." Ucap Nathan sembari mengelus kepala Zania.
"Uh kepalaku sakit" Gumam Zania pelan sambil berusaha membuka matanya.
"Sayang kau sudah sadar aku sangat khawatir" ucap Nathan bahagia memeluk Zania.
Zania yang mendapat pelukan langsung terkejut, matanya masih terpejam rapat. Detak jantungnya mulai tak karuan, pikirannya melayang membayangkan adegan penyiksaan itu.
" Jangan!! jangan!! jangan sakiti aku ayah! aku minta maaf, aku janji tak akan nakal lagi hiks hiks" ucap Zania ketakutan.
Nathan yang mendengar itu pun panik, Zania belum membuka matanya, apa mungkin ia sedang bermimpi.
"Nia ini aku, suamimu" Ucap Nathan sembari memegang tangan Zania.
"Ampunnn hiks hiks ampun!!!" teriak Zania histeris, bayangan ketika punggungnya di ukir dengan mata pisau terpampang jelas. Rasa sakit, perih terpampang di benak Zania membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Nia sadar!! " teriak Nathan mengguncang tubuh Zania, ia sangat khawatir dengan keadaan Zania.
Zania langsung membuka matanya dan mendapati Nathan yang sedang menatapnya khawatir.
Zania melihat seisi ruangan ia menghela nafas lega ternyata itu hanya sebuah masa lalu dan ia berharap itu tak akan terjadi lagi.
"Sayang kau baik-baik saja?." Tanya Nathan khawatir.
"Yah aku baik baik saja" Ucap Zania lemah.
Nathan pun langsung memeluk Zania, ia menghela nafas lega ternyata istrinya baik-baik saja.
"Nathan apa kau marah pada ku?" Tanya Zania memeluk erat tubuh Nathan.
"Tidak! aku tidak marah, hanya saja mengapa kau bisa ada di dalam ruangan itu" Tanya Nathan serius.
"Bukannya kau mengirimkan ku surat?."
"Surat apa?" tanya Nathan.
"Hmmm sudah ku tebak pasti aku sudah dijebak hahaha" ucap Zania tertawa kecut.
__ADS_1
"Di jebak?"
"Yah pasti ada orang yang ingin kau memarahi ku karena masuk keruangan pribadi mu" ucap Zania
"Siapa itu?" Tanya Nathan serius.
" Aku tak tahu" Ucap Zania tersenyum. Tentu ia tau siapa yang melakukannya dan itu akan ia balas berkali-kali lipat.
"Kalian menguji kesabaran ku, baiklah akan ku tunjukan seperti apa permainan licik itu.
Tunggu saja !!"..
***
Malam sudah berganti menjadi pagi, pagi yang indah nan sejuk. Zania kini tengah berjalan-jalan sendirian menikmati aroma wanginya bunga lavender.
Di sisi lain Nesya dan Maria juga tengah berjalan-jalan sambil tersenyum bahagia.
Zania yang melihat keberadaan mereka tersenyum licik.
Waktunya permainan di mulai.
Ia menutup matanya merasakan dimana keberadaan Nathan sekarang. Ia merasakan Nathan akan kemari beberapa menit lagi dan itu membuat Zania senang ia harus cepat memulai permainannya sebelum Nathan datang.
Zania berjalan mendekat pada Nesya dan ibunya ia mengendap ngendap seperti pencuri.
Ketika ia sudah dekat ia langsung menggunakan sihirnya, ia membuka sihir penyamarannya sehingga Nesya dan Maria akan mengenalinya jika mereka melihat nya.
Zania mulai mengendap ngendap seperti seorang pencuri di tangannya terdapat sepotong roti.
Ia sengaja menyenggol pot bunga agar keberadaannya di ketahui oleh Nesya dan ibunya.
Brak.
Nesya dan Maria menoleh ke sumber suara, mata mereka terbelalak kaget melihat penampakan yang ada di depan mata mereka sendiri.
"Zania? bukan kah itu Zania si sampah ibu?" Tanya Nesya terkejut.
"Iya sepertinya itu memang Zania" Ucap Maria.
"Ba..bagaimana ia masih hidup?"Tanya Nesya gugup.
"Ibu tidak tau" ucap Maria.
"Ibu ini tak boleh di biarkan kita harus menyingkirkan nya!" Ucap Nesya serius.
"Benar!"
"Ibu lihat lah itu sepertinya si sampah itu sedang mencuri" ucap Zania tersenyum licik.
__ADS_1
"Benar, kalau begitu kita tak perlu susah payah untuk menyingkirkannya" Ucap Maria.
Mereka pun mendekat pada zania yang sedang mengintip pada sebuah pintu persis seperti seorang pencuri.
Nesya langsung menjambak rambut panjang Zania dengan kuat sehingga membuat Zania reflek mundur ke belakang.
"Apa yang kau lakukan di sini sampah?." Tanya Nesya sembari mencengkeram wajah Zania.
"Nesya, a aku ha hanya mencari makan" Ucap Zania gugup.
"Aku kira kau sudah mati tapi ternyata kau masih hidup dan sekarang menjadi seorang pencuri" Ucap Maria sinis.
"Maaf kan aku selir Maria aku hanya lapar, aku butuh makanan" ucap Zania lemah.
"Sampah seperti mu tak pantas untuk makan makanan seperti ini" Ucap Nesya sembari merebut sepotong roti dari tangan Zania dan membuangnya ke lantai lalu menginjak-injak roti itu.
"Kau lebih pantas memakan makanan sampah seperti dirimu yang sampah itu. Dasar tak berguna" Ucap Nesya mendorong Zania hingga jatuh kelantai.
Kemudian Maria mengambil potongan roti yang sudah kotor itu dan mengarahkan pada Zania.
"Makanlah !" ucap Maria menyodorkan roti itu pada Zania.
Zania yang melihat roti itu hanya menggelengkan kepalanya matanya sudah berkaca-kaca ketika melihat roti itu bayangan ketika ia di paksa makan makanan basi ketika ia kecil kembali terpampang di ingatannya membuat air matanya jatuh.
"Makan!!!" Teriak Maria memaksakan roti kotor itu masuk ke mulut Zania.
Zania yang di perlakukan seperti itu sangat kesal tapi ia harus melangsungkan sandiwara ini untuk mendapatkan akhir yang bagus.
Ia terus menolak dan akhirnya menepis roti itu hingga terjatuh dari tangan Maria yang membuat mereka menjadi kesal.
"Dasar tak berguna!!!"Teriak Nesya kesal.
Ia ingin menampar wajah Zania, tapi tak sampai karena ada sebuah tangan kekar yang menahan tangannya dengan aura membunuhnya dan tatapan tajam nya.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN???"
***
Wah bagaimana kelanjutan nya yah???
penasaran???
simak terus ceritanya pada bab selanjutnya..
jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️
agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.
Terima kasih ☺️
__ADS_1
tbc