
Kerajaan Diamond..
Kerajaan Diamond adalah kerajaan terbesar di abad itu,kerajaan ini juga sangat lah ditakuti di seluruh penjuru dunia,rumor kekejaman nya bukan hanya sekedar rumor, karena memang kerajaan ini sangatlah terkenal akan ke sadisannya dalam membantai musuh.
Kerajaan ini di pimpin oleh seorang raja bernama Raja Ronald Steven Gerrard yang memiliki satu istri sebagai permaisuri bernama Luisa Stevani dan di karuniai 2 anak.
Yang pertama adalah seorang putra bernama Nathan Steven Gerrard yang kini sudah menjadi putra mahkota yang rumornya memiliki wajah buruk rupa karena ia tak pernah memperlihatkan wajah nya di depan umum, namun ia juga terkenal akan kekejamannya jadi tak ada yang berani untuk menghinanya.
Dan yang kedua adalah seorang putri cantik nan manis bernama Lucy Stevani Gerrard, mempunyai pribadi yang lemah lembut berparas cantik dan anggun.
"Salam hormat kepada yang mulia Raja, semoga yang mulia selalu di beri kesehatan" Ucap putra mahkota memberi salam pada sang Raja yaitu ayah nya sendiri dan dibalas senyuman manis.
"Tak usah seformal itu Nathan, aku ini ayah mu bukan orang lain, lagi pula kita sedang berada di ruang keluarga kita jadi santai saja"uUap Raja Ronald pada Nathan.
"Ohh baiklah kalau begitu ada apa ayah memanggilku"Tanya Nathan to the point sembari duduk.
"Yah ada hal penting yang ingin ayah bicarakan"Ucap Ronald sambil menyeruput minumannya.
"Hal penting apa ayah kuharap itu sangat penting."Ucap Nathan
"Wooo santai Nathan apa kau begitu sibuk hemm hingga tak mau bicara pada ayah. "Ucap Ronald sembari tersenyum.
Ronald hanya akan tersenyum pada keluarga nya saja tapi bila di tempat umum ia akan menampakkan wajah datar dan garang.
"Yah aku sangat sibuk"Ucap Nathan sambil menyeruput minumannya.
"Sibuk menguntit"Batin Nathan tertawa geli.
"Ohhh baiklah, karena kau sibuk aku langsung saja ke intinya."Ucap Ronald serius
"Hmm katakan!"Ucap Nathan
"Baiklah ayah hanya mengatakan umur mu sekarang sudah 22 tahun dan kau juga sudah menjadi putra mahkota, tidak baik kalau putra mahkota belum memiliki pendamping jadi ayah menyuruh mu untuk segera menikah."Ucap Ronald panjang lebar dan Nathan hanya memutar bola matanya..
"Hah itu lagi"Ucap Nathan malas
"Oh ayolah sayang mau sampai kapan kau menolak kau harus cepat memiliki pendamping agar kau layak menggantikan ayah mu"Ucap Luisa yang sedari tadi diam dan dibalas anggukan oleh Ronald.
"Iya kakak coba lah untuk mencari wanita biar kau tak urak urakan lagi dan tak menyembunyikan wajah buruk rupamu hahah"Ucap Lucy sembari tertawa geli.
"Hmmm baiklah tapi dengan satu syarat"Ucap Nathan memandangi ketiga orang yang ia sayangi.
"Syarat? Baiklah katakan saja" Ucap Ronald
"Syaratnya akan ku katakan besok"Ucap Nathan sembari berdiri.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kami tunggu syaratnya"Ucap Luisa sembari tersenyum.
"Yah, ya sudah aku akan pergi dulu ada yang harus aku kerjakan."Ucap Nathan sembari pergi.
"Aku akan pergi menguntit gadis ku lagi hihihi gadisku tunggu aku"Batin Nathan sembari tersenyum.
***
Keesokan harinya di pasar
Zania sedang berjalan jalan sendirian karena hari ini Lumi tak bisa ikut dengan nya karena lelah. Ia memakai celana warna hitam yang tak terlalu ketat, baju kemeja kotak kotak warna hitam bercampur maroon yang tidak dikancingkan sehingga memperlihatkan kaos hitam sebagai dalamannya tak lupa ia memakai topi warna hitam dan masker ia juga memakai sepatu berwarna putih.
"Wah melihat penampilanku hari ini..pasti mereka akan terheran heran hemm mungkin aku bisa memperkenalkan pakaian pakaian modern pada mereka dan mungkin saja aku akan menjadi terkenal dan namaku akan tercantum di buku sejarah sebagi orang yang membawa masa modern."Ucap Zania sembari berjalan.
"Hmm aku harus mencari uang tapi bagaimana yah mana mungkin aku mengamen lagi masa seorang mafia terkenal di dunia harus mengamen sih sesekali tak apa tapi jangan kebanyakan bisa tercoreng nama baik ku sebagai seorang mafia."Ucap zania sepanjang perjalanan dan mengabaikan tatapan orang padanya.
Saat sedang asik asik berjalan, Zania melihat ada nya kerumunan orang seperti menonton sebuah pertunjukan.
Ia pun pergi melihat kesana dan mengabaikan tatapan orang disekitarnya
Di sana terlihat ada 2 orang tengah bertarung menggunakan pedang Zania penasaran dengan apa yang mereka lakukan pun bertanya pada salah satu penonton.
"Permisi tuan boleh saya bertanya..kalau boleh tau ini acara apa tuan"Ucap Zania
"Ohh ini seperti lomba bertarung, siapa yang menang akan mendapatkan hadiah uang yang banyak."Ucap orang itu sebenarnya Zania tak mengerti namun ketika ia mendengar kata hadiah iapun begitu antusias mungkin dengan mengikuti pertarungan ini ia bisa mendapatkan hadiah uang yang banyak dan melatih sisi gelapnya yang sudah lama ia tak pakai.
"Itu itu disana"Menunjuk pada seorang laki laki bertubuh besar dan sangar.
Zania pun pergi menemui pria yang di tunjuk orang tersebut.
"Hai tuan.apa kau penanggung jawab acara ini?"Tanya Zania antusias pada pria tersebut pria yang ditanya hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Iya."Ucapnya singkat.
"Apa aku boleh mendaftar" Tanya Zania.
"Hahahaha jangan bercanda nona.Ini adalah pertarungan antara ksatria bukan gadis kecil seperti mu."Ucap pria itu dengan nada meremehkan.
"Ohh ayolah tuan kau terlalu memandang rendah seseorang aku hanya ingin mengikutinya saja."Ucap Zania santai
"Ohh baiklah tapi jika kau sudah masuk ke arena kau tak bisa keluar hidup hidup kecuali lawan mu mati"Ucap pria itu
"Hmm baiklah."Ucap Zania tersenyum.
Pertarungan terus berlanjut pedang pedang saling bertabrakan hingga satu orang tumbang dan menyisakan satu orang pemenang karena tak ada lagi yang maju Zania pun maju semua orang terheran heran melihatnya.
__ADS_1
"Heii gadis kecil apa yang kau lakukan disini"Tanya pria yang tadi jadi pemenang namanya adalah Bambang(suka suka author yah😅)
"Aku ingin mengikuti lomba ini memangnya kenapa"Tanya Zania santai
"Hahaha gadis kecil sebaiknya kau pulang dan memasak saja sana."Ucap Bambang sembari tertawa
"Kau terlalu meremehkan ku paman mengapa tidak kau tutup mulutmu saja dan lawan aku."Tantang Zania sembari mengambil pedang milik orang yang baru saja terkalahkan tadi..
"Hahaha baiklah sesuai kemauan mu"Kata Bambang memasang kuda kudanya.
Zania yang melihat Bambang sudah siap ingin menyerang hanya tersenyum remeh iapun hanya berdiri saja tanpa bergerak atau memasang kuda kudanya.
"Baiklah gadis kecil selamat jalan menuju alam baka"Ucap Bambang mulai menyerang
sedangkan Zania hanya tersenyum sinis
"Aku sudah lama tak melihat cairan merah kental. Jadi hari ini aku akan melampiaskan semua kerinduanku pada cairan merah itu"Batin Zania sembari memulai pertarungan.
Pertarungan pun telah di mulai dimana mereka berdua sama sama unggul hanya saja Zania tidak terlalu meladeni serangan dari Bambang sudah lama namun tak ada yang tumbang diantara mereka Bambang mendapatkan luka luka di lengannya namun Zania tak tergores sedikit pun.
Karena sudah bosan Zania pun mengakhiri pertarungan itu dengan menebas kepala Bambang yang membuat si Bambang langsung mati
Zania tersenyum puas melihat Bambang yang sudah tergeletak tanpa nyawa dengan ukiran ukiran di tubuhnya.
Semua orang yang melihat itu bergidik ngeri..
Zania pergi ketempat pria yang sebagai penanggung jawab acara ia meminta hadiah dari pria itu dan mengabaikan keterkejutan dari pria itu ia mengambil sekantong koin emas dan pergi dari tempat itu
"Menarik"Ucap seseorang dari atas pohon yang kini tengah memperhatikan Zania
"Yang mulia apa anda sudah mendapatkan syarat untuk pernikahan anda."Tanya orang yang satu nya lagi.
Orang tersebut adalah putra mahkota Kerajaan Diamond dan orang kepercayaannya bernama Vian.
"Sudah"Ucap Nathan sembari bersandar di ranting pohon yang besar
"Apa itu?"Tanya Vian penasaran.
"Rahasia"Ucap Nathan sembari pergi Vian yang melihat tingkah Nathan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal dan ikut melenggang pergi mengikuti Nathan.
penasaran dengan kelanjutan nya...
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya
jangan lupa tinggalin jejak yah...
__ADS_1
terima kasih.
tbc