
Hai readers ✋✋
Terima kasih sudah menunggu yah.
Semoga dengan 2 bab ini bisa membayar ketidaknyaman readers dalam membaca☺️.
Happy reading
🌹🌹🌹
Pagi ini adalah pagi yang cerah bagi setiap orang, terutama dua insan yang baru saja melewati malam yang super duper indah.
Senyuman di wajah kedua insan itu terukir manis di sepanjang langkah kaki mereka.
Yah, Nathan dan Zania kini sedang berjalan-jalan menikmati pagi yang cerah.
"Nathan apa akan ada acara?" Tanya Zania ketika melihat banyak orang yang sedang beres beres.
"Yah, akan ada jamuan keluarga kerajaan yang akan di adakan 3 hari lagi." Ucap Nathan sembari mengelus pucuk kepala Zania.
"Oh benarkah, apa akan ada banyak orang nanti" Tanya Zania.
"Yah, ayah mengundang seluruh keluarga kerajaan untuk hadir, itulah sebabnya mereka sibuk hari ini. Karena kerajaan lain akan menginap disini selama 5 hari, 3 hari sebelum acara, 2 hari saat acara di laksanakan." Jelas Nathan.
Zania yang mendengar perkataan Nathan tersenyum licik.
Bukankah itu sangat menguntungkan, dia bisa memanfaat kan acara ini untuk membalaskan dendamnya yang tertunda.
Seperti judul cerita ini balas dendam seorang putri, maka ia harus segera mengisi cerita yang tepat dengan judulnya.
"Nathan, apa keluarga kerajaan Belian juga akan menginap disini?" Tanya Zania.
"Hmmm, mereka akan menginap disini. Memangnya ada apa?" Tanya Nathan.
"Tidak ada aku hanya bertanya saja emangnya tidak boleh yah." Ucap Zania cemberut.
"Hahaha boleh lah sayang, apa sih yang gak boleh untuk mu." Goda Nathan sambil mencolek hidung Zania.
"Nathan nanti kan akan ada putri-putri bangsawan yang cantik-cantik, aku hanya takut kau akan berpaling. Jika itu terjadi, aku berjanji akan membuat ukiran legenda di barang berharga mu" Ucap Zania cemberut.
"Hahaha, kau ini lucu sekali mana mungkin aku akan menduakan mu. Aku tak tertarik dengan wanita wanita itu, kau lebih dari segalanya bagi ku" Ucap Nathan
"Nathan l love you" Ucap Zania sembari tersenyum, pasti Nathan tak tau artinya hehehe.
"Apa maksudmu aku tak mengerti, bahasa apa itu.?" Tanya Nathan kebingungan.
"Kau mau tau apa yang baru saja aku katakan." Ucap Zania.
"Yah, apa itu sayang.?" Tanya Nathan penasaran.
"Itu adalah sebuah mantra cinta. Kalau kau mengucapkannya setiap hari, eh bukan maksudku setiap detik, menit, jam , sampai seterusnya pada ku. Aku akan selalu jatuh cinta pada mu" Ucap Zania tersenyum lembut. Nathan yang mendengar itu mengangguk paham. Ia akan mengucapkan mantra itu setiap waktunya pada istrinya, agar istri nya selalu mencintainya dan tak akan menduai nya.
__ADS_1
"Kalau begitu, bisa kau ulang lagi mantra nya, aku ingin belajar mantra itu supaya kau selalu mencintai ku setiap waktunya hingga waktu kita berhenti." Ucap Nathan tersenyum manis.
"Baiklah, ikuti yah!" Ucap Zania dan diangguki oleh Nathan.
"I" Zania
"I". Nathan
"Love" Zania
"Love" Nathan.
"You" Zania
"You" Nathan.
"Artinya aku mencintaimu" ucap Zania sembari tersenyum manis.
"I love you Nia." Ucap Nathan sembari mencium pipi Zania.
"I love you too Nathan" Ucap Zania sembari mengecup bibir Nathan.
***
Hari semakin siang keluarga kerajaan luar kini telah sampai dan pergi ke tempat peristirahatan yang telah di sediakan.
Nesya dan ibunya Maria kini tengah berjalan jalan menyusuri indah nya istana diamond yang di penuhi bunga lavender.
Nesya yang melihat putra mahkota sedang berbicara dengan seseorang dengan kewibawaannya, tersenyum licik. Ia harus memiliki pria itu, harus!!!.
"Ibu lihat lah putra mahkota kerajaan Diamond, bukankah dia sangat tampan?" Ucap Nesya.
"Iya kau benar, selain Tampan, ia juga sangat hebat." Ucap Maria sembari melihat Nathan.
"Ibu aku harus memilikinya!" Ucap Nesya menatap sang ibu.
"Ibu setuju, dengan menikah dengan putra mahkota kau bisa menjadi seorang ratu di kerajaan terbesar dan terkuat ini" ucap Maria yang sama liciknya dengan Nesya.
"Terus bagaimana dengan istrinya itu, apa yang harus kita lakukan" tanya Nesya dan di balas senyuman licik oleh Maria.
"Hahaha, kita bisa menyingkirkan nya secara diam diam, seperti ibu yang menyingkirkan permaisurinya Hiugo sebelumnya" ucap Maria.
"Ah ibu benar! Aku akan merebut putra mahkota dan menyingkirkan perempuan hina itu hahahaha." Ucap Nesya tertawa mengejek.
Tanpa mereka sadari ada yang sedang memperhatikan mereka sambil tersenyum miring.
Yah orang itu adalah Zania, ia bahkan mendengar percakapan dari dua wanita murahan itu.
"Hmmm buah jatuh tak jauh dari pohonnya."
"Kalau ibunya seorang wanita murahan, tidak menutup kemungkinan anaknya juga sama"
__ADS_1
Ucap Zania tersenyum mengejek.
***
Nesya dan Maria berjalan menghampiri Nathan. Nesya ingin sekali melihat wajah Nathan dari dekat.
Ketika mereka sampai mereka langsung memberi salam.
"Salam putra mahkota, semoga anda selalu di beri kesehatan" ucap mereka serentak.
Nathan yang mendapatkan salam hanya mengangguk dengan wajah datar.
Ia tak mau terlalu menanggapi seorang wanita selain ibu, adiknya, dan istrinya.
Nesya yang melihat Nathan mengangguk tanpa membalas perkataan mereka menjadi kesal, tapi kekesalannya tertutupi dengan kekaguman nya terhadap paras dari putra mahkota. Apalagi dari dekat putra mahkota sangat tampan dan mempesona
"Putra mahkota, terimakasih sudah mengizinkan kami untuk menginap disini. Istana ini sangatlah indah." Ucap Nesya dengan percaya dirinya sambil tersenyum menggoda.
Nathan yang melihat itu hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia sangat paham dengan gerak gerik seperti ini.
Sebuah senyuman yang menjijikan baginya, ia tak akan tertipu dengan wanita wanita penggoda seperti ini.
Baginya hanya senyum ketiga wanita tersayangnya yang sangat indah. Dan senyuman Zania lah yang paling menggoda.
"Tak masalah, kami memperlakukan semua anggota kerajaan lain dengan sama tak ada yang spesial" ucap Nathan dengan nada dingin lalu beranjak pergi dari hadap kedua wanita itu.
Nesya yang melihat itu pun kesal, mengapa putra mahkota tak tergoda sedikitpun padanya.
"Ibu dia sangat dingin"ucap Nesya kesal.
"Kau yang sabar sayang, semua butuh proses" ucap
Zania yang melihat ke dua wanita itu di abaikan tertawa geli. Suaminya memang hebat.
"Mau merebut suami ku yah heheheh"
Bersiaplah untuk mendapatkan hadiah ukiran legenda ku hahahaha" Ucap Zania sembari tertawa mengejek dan pergi menyusul Nathan.
wah wah, bagaimana kelanjutan ceritanya?
apakah Nesya dan ibunya akan mendapatkan putra mahkota? atau justru mendapatkan ukiran legenda Zania?
penasaran???
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya..
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar author makin semangat untuk update setiap hari nya☺️☺️
Terimakasih ♥️♥️
tbc
__ADS_1