Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
17


__ADS_3

Pagi ini Zania berencana untuk mengunjungi kakaknya, rasanya ia sangat merindukan kakaknya itu padahal baru semalam mereka berpisah.


Zania kini tengah bersiap siap menuju paviliun tempat kakaknya yaitu paviliun Lavender, ia sedang menunggu Nathan yang sedang ada urusan sebentar di ruang kerjanya.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Nathan telah selesai dengan urusannya. mereka langsung pergi menaiki kereta yang telah di sediakan.


Di dalam kereta tak ada satu orangpun yang membuka suara, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Nathan mengapa tadi kau begitu lama, apa ada hal yang begitu penting"tanya Zania memecahkan keheningan.


"Em tak ada yang begitu penting, hanya cecunguk cecunguk liar yang sedang berulah." ucap Nathan sembari melihat kearah Zania dan tersenyum hangat.


"Benarkah? Apa yang mereka lakukan"tanya Zania penasaran


"Tak banyak, hanya merusak lahan lahan warga dan meminum darah hewan ternak sampai kering. mungkin mereka sedang kurang darah"ucap Nathan dengan santai


*O*h ayolah kurang darah? Apa mereka anemia? Dan juga mahluk apa itu yang meminum darah hewan ? Aku jadi penasaran ' Zania.


Tak terasa ternyata mereka telah sampai di tempat tujuan. Nathan dan Zania langsung turun dan berjalan menuju paviliun, semua orang yang ada di situ menunduk hormat pada mereka.


Sesampainya di paviliun Zania langsung mencari kakaknya ia memanggil kakaknya namun tak ada jawaban dari sisi manapun.


Zania menanyai keberadaan kakak nya pada para pelayan dan mereka bilang kakaknya tengah ada di taman belakang menyiram tanaman. Zania langsung berlari menuju tempat kakaknya Tah kenapa perasaannya tak enak.


Setelah sampai di taman belakang ia mencari keberadaan kakaknya yang ternyata sedang menyirami tanaman.Ia langsung menghampiri kakaknya dan memeluk erat sampai yang di peluk tak bisa bergerak dan sulit bernafas.


"Kakak aku merindukan mu"ucap Zania terus mengeratkan pelukannya.


"Oh ayolah Nia apa kau ingin membunuh kakakmu ini"ucap Lumi sesak karena pelukan Zania begitu erat.


"Kakak, apa kakak baik baik saja? " tanya Zania sambil melepas pelukannya.


"Yah, aku baik baik saja memangnya mengapa"tanya Lumi sembari tersenyum manis.


"Syukurlah"ucap Zania senang.


Setelah itu mereka pergi ke paviliun untuk berbincang-bincang saling melepas kerinduan. Setelah beberapa jam mereka berbincang akhirnya Zania memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah mulai gelap.


S**esampainya di kediaman Nathan dan Zania**.


Mereka langsung turun, Nathan pergi keruang kerjanya karena ada hal yang harus di urus nya sedangkan Zania langsung pergi ke kamar karena merasa lelah.


Sesampainya di kamar Zania langsung membersihkan diri dan memilih berbaring di ranjang sambil termenung.


"Hyuna menurut mu apa yang terjadi, mengapa perasaan ku menjadi tak enak"ucap Zania

__ADS_1


"Hmmm, aku tak tau dan tak mau tau" ucap hyuna cuek.


"Hei kau, bisakah kau bersikap seperti wanita dewasa tak perlu seperti anak anak, sadar umur dong" ucap Zania kesal.


"Iya iya " jawab Hyuna pasrah.


"Apa kau tau mahluk apa yang di bicarakan Nathan tadi"tanya Zania penasaran.


"Tau"ucap hyuna santai.dan membuat Zania terkejut mengapa ia begitu santai, memangnya mahluk apa itu.


"Oh benarkah mahluk apa itu"tanya Zania penasaran.


"Kalau kau ingin tau kau harus melihatnya secara langsung baru kau akan mengerti mahluk apa itu, kalau kau tak takut sih, karena tampang mereka itu mengerikan."ucap hyuna dengan santainya.


"Hei aku ini bukan penakut yah" ucap Zania kesal.


"Kalau begitu ayo kita lihat mereka secara langsung, bukannya kau begitu penasaran mahluk apa itu"ucap hyuna.


"Em baiklah, tapi dimana kita bisa menemukan mereka"tanya Zania sembari memakai pakaian yang cocok untuk bertualang.


"Aku rasa mereka akan pergi ke arah timur kerajaan malam ini karena di sana banyak hewan ternak"ucap hyuna


"Kau pasti"tanya Zania memastikan agar mereka tak melakukan hal yang sia sia.


"Yah" Hyuna*


"Hei apa yang kau lakukan"tanya Hyuna kebingungan melihat Zania mengendap ngendap.


"Apa lagi kalau bukan berusaha untuk keluar dari sini"ucap Zania.


"Kau ini bodoh atau apa hah? Kau kan punya sihir yah tinggal gunakan sihir mu untuk menghilang dan menuju tempat tujuanmu"ucap hyuna jengkel ternyata Zania memang pendek akal.


Zania yang mendengar itu hanya bisa cengengesan saja. Akhirnya ia menggunakan sihir nya untuk langsung ke area timur kerajaan.


Setelah sampai di daerah timur, Zania mulai berjalan sesuai petunjuk dari hyuna.Ia mencari mahluk apa yang di maksud Nathan tadi pagi. Sesampainya ia disekitaran ternak warga ia mulai mengamati.


Dan Zania membelalakkan matanya ketika melihat mahluk aneh yang ada di depan matanya yang sedang mengisap darah dari hewan ternak, dan anehnya lagi hewan itu tak bersuara sedikit pun.


ania terus memperhatikan mahluk itu dari belakang, sampai mahluk itu berbalik dan membuat Zania makin terkejut. Perutnya mual rasanya ia ingin muntah melihat penampilan mahluk itu.


Mahluk berlendir, dengan wajah rusak bernanah, taring yang panjang. ohh mahluk apa itu?


Zania sudah tak tahan lagi rasanya sangat mual, ia memilih untuk pergi menjauh dari sana.ia pun memuntahkan semua isi dalam perutnya, sangking mual nya.


"Hyuna mahluk apa itu"tanya Zania penasaran.

__ADS_1


"Hmmm kalau tak salah itu adalah Golem, Golem itu ada bermacam bentuknya sesuai keinginan si pembuat Golem."ucap hyuna


"Oh benarkah, menurut mu siapa yang membuat mahluk menjijikan itu"tanya Zania penasaran, mengapa ada orang yang mau menciptakan mahluk menjijikan seperti itu.


"Entah lah tapi sepertinya dia orang yang hebat"ucap hyuna santai*.


Disaat Zania sedang memperhatikan sekitanya, tatapannya tertuju pada beberapa orang pria, dan dia tau siapa itu.


zania bergegas menjauh dari pria pria itu, Hyuna yang melihat tingkah Zania bingung.


"*H*ei ada apa dengan mu hah?"tanya Hyuna penasaran.


"Apa kau tak melihat tadi pria pria yang ada di sana"ucap Zania sembari menarik nafasnya.


"Memangnya mereka itu siapa. aku tak melihatnya tadi"ucap hyuna


"Itu, itu tadi adalah Nathan dan orang orang kerajaan"ucap Zania


"Sebaiknya kita kembali".


Setelah itu Zania langsung menghilang dan tiba di kamarnya, tapi aneh mengapa kamarnya begitu gelap. ia melihat kesana kesini dan tatapan nya tertuju pada mata merah yang sedang menatap nya, Zania yang melihat itu sedikit ketakutan karena kamarnya begitu gelap hingga ia tak bisa melihat mahluk apa itu.


Nahluk itu terus mendekat dengan aura membunuh yang bisa dirasakan Zania.


Dan.


tring.


Kamar menjadi terang menampilkan sesosok pria dengan tampang sangar dan kejam, mata yang merah, tatapan tajam dan marah, aura hitam membunuh mengelilingi pria itu. zania yang melihat itu sangat terkejut dan menggigil.


Deg


Deg


"NA NATHAN "


penasaran dengan kelanjutannya


simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar.


terimakasih..

__ADS_1


tbc


__ADS_2