
"Yang mulia, rencana berjalan lancar. Kami telah menaruh ramuan itu pada minuman setiap orang kecuali wanita itu" Ucap seorang pria pada wanita yang kini tengah memandang drama yang sedang berjalan.
"Hmmm bagus. Kalau begitu kita tunggu saja. Acara kita akan di mulai setelah pertunjukan ini selesai" Ucap wanita itu tersenyum miring.
***
"MATILAH KAU!!" Teriak Nesya penuh amarah. Semua orang terkejut terheran heran melihat kelakuan Nesya.
"Apa yang kau lakukan??" Teriak Nathan benar-benar marah.
Semua orang menjadi ketakutan ketika mendengar teriakan dari Nathan.
"Apa yang kau lakukan putri nesya"?" Tanya geram Raja Ronald. Ia sungguh marah karena baginya ketika ada keluarga kerajaan yang di perlakukan tidak benar maka sama saja mengajak perang kerajaan Diamond.
Semua pertanyaan itu tidak dijawab oleh Nesya iya malah memfokuskan tatapannya pada Zania. Emosi yang ada padanya telah membuat dirinya menjadi tidak takut mati.
Karena tak mendapat kan respon, Nathan berjalan mendekat pada Nesya lalu.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Nesya yang membuat Nesya tersungkur. Sudut bibir nya robek hingga mengeluarkan darah.
Nesya yang mendapatkan tamparan itu malah semakin emosi, ia menaruh semua emosinya pada Zania seorang.
Ia pun berdiri lalu mengambil belati dari pakaiannya. Entah kapan belati itu ada di sana hanya saja firasatnya mengatakan bahwa ada belati di balik pakaiannya.
Zania yang melihat belati itu tersenyum miring. Rencananya pasti berhasil. Pikirnya
Nesya yang melihat belati itu lalu tertawa terbahak-bahak. Tawanya menggelar di penjuru ruangan yang sengap.
"Hahaha. Hari ini kau akan mati Zania!! kau akan mati." Ucapnya sembari tersenyum licik.
"Sebelum kau menyentuh Zania ku akan ku pastikan kau menghilang dari muka bumi ini" Ucap Nathan sembari mengeluarkan pedangnya.
Semua orang bergidik ngeri melihat bola mata Nathan yang berubah menjadi merah, kabut hitam mengelilingi tubuhnya. Inilah sisi gelap Nathan yang sangat kejam dan haus darah.
__ADS_1
Zania yang melihat kemarahan Nathan tersenyum senang, ia sangat senang karena ia mendapatkan pembelaan dari orang yang ia cintai. Memanfaatkan hal itu memanglah egois, tapi inilah kehidupan.
"Hahahaha, kau pikir aku takut" Tawa Nesya, sepertinya urat takutnya sudah putus.
Maria yang melihat putrinya dalam bahaya sangat panik. Ia berjalan mendekat lalu berlutut di hadapan Raja Ronald lalu memohon agar putrinya di ampuni.
"Yang mulia raja saya mohon ampuni putri saya, putri saya sedang di luar kendalinya" Mohon Maria sembari meneteskan air mata. Uh dramatis (≧▽≦).
"Ibu!! kau tak perlu melakukan itu. Aku akan menuntaskan apa yang seharusnya di tuntaskan hahaha.
Aku akan membunuhnya seperti dulu ibu membunuh ibunya!! dan dia akan mati menyusul ibunya segera hahaha" Ucap Nesya tertawa. Semua orang yang mendengar itu menjadi kaget. Apa maksud dari perkataan Nesya tadi?.
"Apa yang kau maksud Nesya?" Tanya raja Hiugo menatap tajam kearah Nesya.
"Hahaha. Hei Raja bodoh!! Asal kau tahu perempuan yang ada di hadapan ku ini adalah putri mu. Putrimu si sampah itu " Perkataan Nesya sukses membuat semua orang terkejut tak terkecuali Nathan.
Benarkah itu Zania si sampah? Tapi bukankah ia sudah mati? Lalu mengapa ia sekarang masih hidup?. Beragam pertanyaan muncul di berbagai benak orang yang ada di situ.
"Asal kalian tahu, ibunya mati di racuni oleh ibuku lalu dia si raja bodoh itu ( menunjuk kearah Hiugo) menuduh putrinya si sampah itu yang membunuh permaisurinya, hahaha.
Kalian baru tahu yah hahaha, sungguh bodoh." Ucap Nesya.
"Jangan asal bicara Nesya." Sangkal Maria panik.
"Mengapa ibu selir? Apa kau takut rahasia kejahatan mu terbongkar?" Sela Zania yang sedari tadi diam. Ia akan membongkar kedok dari wanita itu dan identitas nya dengan resiko apa pun yang akan di tanggung nya.
Semua orang melihat ke arah Zania.
"Semua yang di ucapkan Nesya memang benar. Aku adalah Zania putri pertama kerajaan Belian. Putri sampah yang malang! " Ucap Zania tegas membuat semua orang terkejut.
"Tidak mungkin!!" Ucap Hiugo sembari berjalan mendekat pada zania dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa yang tidak mungkin? kau mengasingkan ku ketika aku kecil, lalu ketika berita kematian ku tersebar kau bahkan tak mau mencari jasad ku. Kau bahkan tak pernah melihat ku hingga kau tak mengenali wajah anak mu sendiri" Ucap Zania penuh penekanan.
"Tak perlu mendekat!" ucap Zania dingin menghentikan langkah Hiugo.
__ADS_1
"Aku mengatakan yang sejujurnya agar semua orang tau siapa aku, bukan ingin melakukan reuni keluarga. Bagiku keluarga ku hanyalah suami dan keluarga dari kerajaan Diamond. Itupun kalau mereka masih mau menerimaku setelah kebenaran ini terungkap. Kalau tidak aku tak akan peduli. Biarlah rasa sakit hati yang akan ku tanggung asal aku puas! "Ucap Zania dingin.
Hiugo yang mendengar perkataan Zania menjadi sedih, seharusnya ia tak menelantarkan putrinya itu.
Sedangkan Nathan yang mendengar itu terkejut. Ia berjalan mendekat pada zania lalu memeluk Zania.
"Aku sudah pernah mengatakan pada mu, apapun yang akan terjadi, siapa pun dirimu, dan dari mana asal mu, aku akan tetap di sampingmu. Jadi jangan pernah berfikir aku akan pergi meninggalkan mu" ucap Nathan sembari memeluk Zania.
Zania yang mendengar perkataan Nathan terharu senang.
Hap
Sebuah belati berhasil di tangkap oleh Nathan. Belati yang mengarah tepat di jantung Zania. Zania yang melihat belati itu memang sengaja tak menghindar, ia ingin melihat ketajaman dari Nathan.
Kemudian Nathan bergerak dan memposisikan Zania tepat di belakangnya.
Lalu ia mengambil pedangnya dan menyeringai licik.
"Seekor semut seperti mu sangatlah mudah untuk aku basmi tanpa harus mengeluarkan tenagaku." Ucap Nathan dingin.
"Hahaha, benarkah? Kalau begitu coba kau tunjukkan. Jangan hanya di bibir saja seratus tapi perbuatan nol." ucap Nesya tersenyum mengejek.
Efek sihir Zania memanglah kuat, sehingga orang yang terkena sihir itu akan terhipnotis dan putus urat takutnya dan itu berarti mereka akan menentang maut di alam bawah sadarnya pikirnya ini hanyalah mimpi.
"Nesya!!! jangan bodoh. Yang mulia saya mohon ampunilah putri ku" ucap Maria memohon pada raja Ronald namun di abaikan oleh nya.
"Tenang lah ibu, mereka semua hanyalah sampah" ucap Nesya mengambil ancang-ancang. Sedangkan Nathan tersenyum licik tanpa bergerak sedikitpun.
Lalu Nathan berkata:
"Untuk para readers jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar si author jadi semangat untuk up cerita gue sama bini gue.. di tunggu!!!"
Terimakasih
tbc
__ADS_1