Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
36


__ADS_3

Flashback on


"Hiks hiks hiks hiks" Suara tangisan wanita yang kini tengah duduk memeluk lututnya.


"Alice!!" Panggil Hyuna yang sedari tadi menatap Alice yang tengah menangis.


"Kau tak boleh menangisi hal itu lagi. Tugas kita telah selesai jadi bahagia lah karena kita akan tenang tanpa beban."


Alice mendengar itu semakin terisak-isak. Hyuna di buat pusing dengan tingkah Alice.


"Kau harus melupakannya! Seharusnya kau tak membuka hatimu padanya, kau tau kita hanya sementara di situ dan seharusnya kau juga tau apa resikonya kalau kau mencintainya."


"Apa aku salah? Bagaimana aku tak mencintainya kalau dia begitu peduli. Dia yang memberi warna dalam hidupku hiks hiks" Jawab Alice lemah.


"Aku tahu!" Ucap Hyuna menghela nafas berat.


Keheningan menimpa diantara mereka berdua. Alice yang masih menangis sedangkan Hyuna hanya bisa diam dalam kebingungan.


"Kalian sudah kembali!" Ucap seseorang yang mengejutkan Alice dan Hyuna.


Ternyata itu adalah Zania yang hadir dengan senyuman manisnya.


"Oh kau sudah datang rupanya, apa kita akan pergi sekarang?" Tanya Hyuna.


"Yah, kita akan kembali pada alam yang seharusnya kita tempati." Ucap Zania tersenyum.


Air mata Alice mengalir deras ketika mendengar kata-kata Zania.


"Aku tahu ini berat! Tapi inilah takdir" Ucap Hyuna memeluk Alice.


"Apa kau benar-benar mencintainya?" Tanya Zania lembut Dan di angguki Alice.


Zania tersenyum lembut ketika melihat respon Alice.


Flashback off


****


Nathan terpaku melihat sesosok wanita yang ada di hadapannya. Pikirannya berkecamuk. Ia bertanya-tanya apakah yang ia lihat ini adalah kenyataan.


"Zania!!!" Ucap Nathan


"Hmmm" Jawab wanita itu.


"Apa kau Zania? Zania istriku?" Ucap Nathan dengan suaranya yang bergetar.


"Yah ini aku!" Ucap Zania tersenyum manis.


"Bagaimana aku bisa memastikan kalau kau adalah Zania" Ucap Nathan. Ia takut kalau yang di depannya ini adalah orang yang menyamar sebagai istrinya.


"Kalau kau tak percaya ya sudah, aku akan kembali. Sia-sia rasanya aku meminta kembali" Ucap Zania kesal.


Nathan terkekeh geli melihat Zania Yang kesal.


"Baiklah aku percaya." Ucap Nathan memeluk erat tubuh Zania. Ia begitu merindukan wanita yang ada di dalam dekapannya itu.


"Hmmm, aku ingin mengatakan satu hal padamu. Namaku sekarang bukanlah Zania. Namaku adalah Alice. Kalau kau tak suka aku akan pergi saja" Ucap Alice.


"Yah aku tak peduli" Jawab Nathan makin mempererat pelukannya.


"Baguslah"

__ADS_1


"Nathan ini sangat sesak"Ucap Alice yang merasa sesak karena Nathan memeluk nya terlalu erat.


"Oh, maaf kan aku sayang. Aku begitu merindukanmu" Ucap Nathan melonggarkan pelukannya, namun ia tak kunjung melepaskan pelukannya.


"Nathan coba tatap aku!" Nathan menatap Alice dengan tatapan sendu bercampur bahagia.


"Phuffttt hahahaha" Alice tertawa


"Eh, ada yang salah kah? Mengapa kau tertawa sayang?" Tanya Nathan.


"Kau menangis? hahaha" Ucap Alice melihat sisa air mata Nathan yang melekat di pipinya.


Nathan hanya tersenyum saja ia tak malu ataupun gengsi. Ia memang menangis tadi tapi tangisnya adalah tangis bahagia.


"Nathan!"


"Hmmm"


"Aku haus!"


"Ayo kita ke istana! Kita bisa minum dan makan di sana dan pasti mereka akan senang melihat mu" Ucap Nathan.


"Tapi Nathan, aku tak mau minum air"


"Lalu kau ingin minum apa?" Tanya Nathan menarik tangan Alice menuju kursi yang ada di taman itu.


"Hmmm"Alice ragu ingin mengatakan hal itu. Tapi ia benar-benar haus.


"Apa sayang? Katakan saja! Kau mau minum apa? Apa kau mau meminum darah ku?" Canda Nathan.


"Yah, aku ingin darahmu" Ucap Alice yang matanya menggelap.


"Eh, apa kau serius" Tanya Nathan terkejut.


"Apa yang terjadi padamu sayang?" Tanya Nathan.


Alice mencoba memikirkan sesuatu yang telah terjadi.


Flashback on


"Apa kau mencintainya?" Tanya Zania.


"Yah aku mencintainya" Ucap Alice lemah.


"Apa kau ingin hidup bersamanya?"


"Yah."


"Apa kau ingin kembali ke sampingnya"


"Hiks hiks yah."


"Baiklah, kau akan kembali padanya menjalani hidup yang semestinya. Tapi kau harus menanggung satu hal"


"Apa itu?"


"Kau akan kembali dengan mengambil semua yang Hyuna punya, kekuatan, sikap. Dan juga kebiasaannya. Tapi kau tenang saja kau akan tetap memiliki sifat aslimu. Apa kau sanggup?"


"Yah, aku sanggup" Ucap Alice.


"Ku yakin? Kalau kau memiliki sifat ku itu berarti kau harus siap menerima hal baru dari ku." Ucap Hyuna

__ADS_1


"Yah aku yakin, aku pasti bisa menjalankannya"


"Apa kau suka meminum darah?" Tanya Hyuna.


"Aku suka darah, tapi aku tak pernah meminum darah" Ucap Alice.


"Kalau kau memiliki sifat ku, maka bersiaplah kalau kau akan sangat suka meminum darah nanti" Ucap Hyuna.


Alice terdiam sejenak memikirkan perkataan Hyuna. Ia menarik nafas dalam-dalam.


"Aku yakin, aku yakin akan itu semua" Ucap Alice mantap.


"Baiklah kalau begitu!"


Flashback off


Mendengar cerita Alice, Nathan hanya mengangguk paham.


"Jadi apa boleh aku meminumnya sekarang?" Tanya Alice dengan mata berbinar.


"Apa kah sekarang kau menjadi vampir, sayang?"


"Aku tak tau! Jadi bolehkah? kalau tak boleh tak apa, aku akan mencari laki-laki lain saja" Ucap Alice cemberut.


"Baiklah, baiklah jangan kan di hisab darah, dimakan pun aku mau asal itu kau" Ucap Nathan gombal.


Alice begitu senang mendengar itu, ia langsung mendekat pada leher Nathan. Gigi taring Alice muncul tiba-tiba ketika Alice membuka mulutnya.


Ia menancapkan taring yang tajam itu di leher Nathan dan menghisap darah Nathan.


Nathan merasakan perih pada lehernya tapi ia tetap membiarkan Alice menghisap darahnya.


Nathan menciumi leher Alice, rasa sakit mulai berkurang karena Alice sudah melepaskan taringnya. Taringnya hilang dalam sekejap.


"Apa sudah puas?" Tanya Nathan.


"Yah, walau kurang. Tapi aku akan memintanya lagi nanti hehehe bolehkan?" Ucap Alice cengengesan.


"Hmmm kalau begitu jadinya, aku bisa kehabisan darah" Ucap Nathan.


"Kalau begitu tak usah. Aku akan pergi saja" Ucap Alice cemberut.


"Hahaha kau ini semakin lama semakin menggemaskan. Aku hanya bercanda sayang. Walaupun setiap detiknya kau meminum darah ku aku tak keberatan. Asalkan itu hanya aku saja tak ada yang lain" Ucap Nathan tersenyum manis.


Alice tersenyum riang ia memeluk Nathan dengan erat. Ia begitu bahagia karena dapat kembali ke sisi suami tercintanya.


"Terimakasih suamiku sayang"


"Apapun untuk mu istriku sayang"


****


**uuuuu rada-rada bau tamat nih..


gimana readers ditamatkan gak nih, atau di gantung aja🤭.


Lanjut ke cerita kehamilan Alice gak nih. Atau tamatkan🤭


semua tergantung readers.


Sebagai author yang baik, author iyain ajah.😅**

__ADS_1


****


Terima kasih


__ADS_2