
Deg
Deg
"NA NATHAN"Ucap Zania kaget melihat Nathan ada dihadapannya, bukannya tadi Nathan sedang ada di wilayah bagian timur, mengapa sekarang ia ada di kamar. Tapi bukan itu yang harus ia khawatir kan, yang harus ia khawatir kan adalah ekspresi Nathan yang sepertinya sangat marah. oh Zania habislah kau.
"Nathan kapan kau kembali"tanya Zania hati hati sepertinya suasana hati Nathan sedang buruk.
Nathan tak menjawab pertanyaan Zania, membuat Zania semakin takut apalagi melihat Nathan berjalan mendekatinya. oh ini sungguh mengerikan
"Nathan ada apa de.. hump"sebelum Zania menyelesaikan perkataannya Nathan sudah membungkam mulut Zania dengan menciumnya, Nathan mencium bibir Zania dengan kasar karena begitu marah pada Zania.
Yah Nathan memang melihat Zania waktu di wilayah timur itu, dan itulah yang membuat ia begitu marah.zania si wanita ceroboh dan bodoh.
Zania yang mendapatkan ciuman kasar itu tak menangis ataupun marah, justru ia merasa senang entah mengapa ciuman kasar Nathan membuat ia bergairah ia pun memilih membalas ciuman Nathan. Nathan yang mendapat balasan dari Zania semakin menggila bukan hanya bibir dan lidah yang bermain namun tangan nya kini juga sudah bergerak liar kesana kemari.
Beberapa menit kemudian mereka menyudahi ciuman panas tersebut, Nathan dan Zania sama sama mengatur nafas mereka, Amarah Nathan pun sudah kian mereda karena Zania membalas ciumannya. Ia menatap lekat mata Zania, sedangkan Zania wajahnya menjadi merah merona apa lagi sekarang tatapan Nathan membuat jantungnya berdetak kencang.
"Kau tau apa kesalahan mu"tanya Nathan dengan suara rendah sembari mengelus pipi Zania.
"Hmmm, tak akan ku ulangi lagi. Janji"ucap Zania sembari mengangkat jari kelingking nya. Nathan yang melihat tingkah laku menggemaskan Zania terkekeh geli sambil mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking Zania.
"Baiklah aku akan memaafkan mu kali ini, kalau kau berani mengingkari janji mu, aku jamin kau tak akan bisa tidur setiap malam dan kau tak akan bisa berjalan selama 1 bulan"ucap Nathan sembari tersenyum licik.
Zania yang mendengar perkataan itu langsung menegang, ia tau apa maksud Nathan dan itu sangat mengerikan.
"Bagaimana kau setuju"tanya Nathan
__ADS_1
"Itu terlalu berat apa tak bisa di ringankan lagi"cicit Zania.
"Hmmm baiklah karena aku menyayangimu, jadi aku kurang kan menjadi 29 hari, kau tak bisa berjalan selama 29 hari"ucap Nathan santai, Zania yang mendengar itu kesal, itukan sama saja hanya beda satu hari, tapi ia tak bisa berbuat apa apa.
"Baiklah sekarang pergi tidur dan jangan coba-coba untuk keluar,kalau kau berani keluar maka malam ini juga aku akan mencabik-cabik habis dirimu"ucap Nathan sembari tersenyum licik. Zania pun hanya bisa mengangguk pasrah saja.
Nathan pun segera berpamitan tapi sebelum itu ia memegang kedua pipi Zania.Zania yang salah tingkah pun langsung menutup matanya.
"Tidurlah, aku akan pulang terlambat jadi jangan menungguku.kau harus banyak beristirahat karena kau masih sakit, besok aku akan mengajakmu ketempat yang indah, jadi tidurlah yang nyenyak. Aku mencintaimu Nia"ucap Nathan sembari mengecup kening Zania lalu kedua pipi Zania dan berakhir di bibir Nathan.
Nathan pun pergi menghilang dari kamar, Zania yang tidak merasakan keberadaan Nathan lagi langsung membuka matanya, pipinya memerah, senyumannya tak pudar dari wajahnya.
Ah aku pasti sudah gila
zania meloncat loncat di atas ranjang seperti anak kecil, ia tertawa bahagia ia terus meloncat sampai.
kreeeet
Ia melompat dengan tinggi nya dan..
kreeeet bukkk
ranjangnya roboh, Zania sampai terjatuh untung saja ia terjatuh di atas kasur jadi itu tak sakit. Tapi bukan itu yang harus ia pikirkan, bagaimana dengan ranjangnya, bagaimana kalau Nathan pulang dan melihat ranjang nya sudah rusak dan ia bertanya penyebabnya, kan tak mungkin ia menjawab karena terlalu senang mendengarkan kata cinta dari Nathan.
*A*hh ini sangat menyebalkan
ia pun memilih untuk tidur di atas ranjang yang sudah roboh itu karena sudah sangat mengantuk dan tak mungkin pula ia meminta pelayan menyediakan kasur di malam hari mereka pasti sudah tertidur.
__ADS_1
Zania pun tidur dengan tenang nya dan menghiraukan ranjangnya yang sudah rusak. ia sampai tak menyadari kalau Nathan sudah datang. Nathan yang melihat keadaan ranjangnya hanya bisa menepuk jidatnya, entah apa yang dilakukan Zania hingga ranjangnya sampai roboh.
Nathan pun berpikir kalau hanya Zania sendiri saja ranjangnya sudah ambruk belum lagi kalau mereka berdua bergulat panas pasti kasurnya akan hancur berkeping-keping, wah sepertinya ia harus membeli ranjang yang lebih kuat.
Nathan pun pergi membersihkan diri dan setelah selesai ia langsung berbaring di samping Zania, ia tak memperdulikan kondisi ranjangnya, yang penting ia bisa tidur di samping istri nya.
***
Malam pun sudah berganti menjadi pagi, Zania baru saja membuka matanya dan duduk di atas ranjangnya, matanya tertuju pada Nathan yang sedang tertidur pulas di sampingnya,
ia pun tersenyum mengingat kejadian semalam.entah apa yang dipikirkan Nathan semalam.
Zania pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia begitu fokus saat membersihkan dirinya gosok sana gosok sini sampai sampai ia tak menyadari kehadiran Nathan yang sudah ada di belakangnya. Nathan menatap tubuh polos Zania dari belakang, tadinya ia sangat mengantuk dan sesak untuk buang air kecil tapi setelah ia melihat pemandangan indah di depannya, matanya langsung cerah kantuknya pun hilang begitu saja ia bahkan sampai lupa tujuan nya ke kamar mandi.
Ia melihat Zania begitu fokus membersihkan diri sampai tak menyadari kalau ia ada di belakangnya.
Ia pun tak akan membuang kesempatan emas ini dengan sia sia. salah Zania sendiri mengapa ia tak mengunci pintu.
Ia berjalan mendekat pada zania, ia memandangi punggung mulus istrinya itu, ia pun tersenyum cerah dan langsung membuka bajunya dan celananya hingga tubuhnya polos seperti Zania dan langsung memeluk Zania.
Zania yang mendapat pelukan tiba tiba kaget bukan main, apa lagi ia merasakan sesuatu yang menonjol di area bawah dan yang lebih parahnya tubuh mereka sama sama polos tanpa sehelai benang pun. Ia pun menoleh kebelakang dan mendapati suaminya Nathan yang kini tengah tersenyum cerah.
" HEEEIIIIII, APA YANG KAU LAKUKANNNN!!!!?????"
Penasaran dengan kelanjutannya
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya
__ADS_1
jangan lupa vote dan tinggalkan jejakyah
tbc