Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
15. kenangan Cello tentang rumah Rindu


__ADS_3

"Nak... lebih baik kamu renungkan baik-baik bahwa ini pilihan terbaik untuk mu, kamu akan menikah, kamu bisa menjalani Ta'aruf terlebih dahulu, sebelum akhirnya menerima nya jika tidak kamu terima maka ayah dan Bunda akan mencari calon pasangan lain yang kamu sukai " kata Bunda nya menutup pembicaraan dan pergi menaiki anak tangga untuk ke lantai atas hendak ke teras menemui suaminya.


"Tapi bun.... " kata Rindu belum selesai ia berbicara Bunda nya tak menghiraukan nya dan mengatakan kepada nya jangan lupa akan perkataan nya.


Nampak Rindu bersedih dan murung, ia pun pergi ke luar rumah nya dan duduk di kursi di depan halaman rumah sambil melihat orang-orang komplek sedang naik sepeda memutar-mutar jalan di sekitaran terlihat ia memegang handphone nya duduk dengan perasaan kacau.


Tak lama nampak Cello yang sedang bersepeda menghampiri nya melihat mata Rindu yang seperti orang habis menangis, rumah Cello tidak lah terlalu jauh dari Rumah Rindu sehingga mereka sering bertemu.


"Rindu....aku boleh duduk di sini" kata Cello nampak turun dari sepeda nya dan memakirkan sepeda nya itu di samping jalan.


Rindu hanya diam tidak menggubris apa yang dikatakan Cello sehingga tanpa pikir panjang Cello pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Ringan, sebenarnya Cello agak sedikit khawatir jika berbicara dengan Rindu tepat di depan rumah Rindu karena ia tau bahwa ayah nya Rindu galak, ia takutnya akan di lempari sendal bertubi-tubi karena memanggil Rindu saat ia baru pulang dari mesjid dan melewati rumah Rindu maka setiap itu juga ia selalu memanggilnya hingga membuat ketentraman rumah Rindu terganggu dengan suara dan nyanyian Cello untuk Rindu.


Nampak Cello melihat Rindu sedang bergelut dalam pikiran nya hingga tidak sadar bahwa ia sudah ada di depan nya, Cello terus melihat Rindu sampai membuat nya jadi teringat saat di mana ia memanggil Rindu sehabis shalat di Mesjid dan habis di marahi oleh ayah nya Rindu.


Flashback


"Cello kamu yakin besok akan lancar adzan nya..." tanya Arman sambil ketiga nya terus berjalan hingga sampai di mana sudah berada di samping rumah Rindu tepat nya di lantai atas nampak sebuah kamar yang lampu nya masih nyala.


"Yakin..." jawab nya singkat sampai di titik di mana ia berhenti sedangkan Rio dan Arman masih jalan di muka dan berbicara dengan Cello, keduanya berfikir Cello berada di belakang mengikuti mereka namun malah terhenti di luar rumah Rindu.

__ADS_1


"kamu asal di tanya, selalu jawab nya yakin. nanti pas tampil udah salah...iya kan...Cello?" kata Rio dan merasa pertanyaan nya sama sekali tidak digubris oleh Cello membuat kedua nya melihat ke belakang dan benar saja Cello masih berdiri di samping Rumah Rindu dan menyanyikan lagu Rindu.


"Rindu.... oh Rindu... katakan padanya aku Rindu... " kata Cello dengan berteriak sambil kepala nya menengadah ke atas karena kamar Rindu yang terletak di paling atas sontak Rio dan Arman pergi ke arah nya dan menarik nya untuk pulang.


"Cello... jangan buat keributan... bagaimana kalau ayah nya Rindu dengar kamu godain anaknya bisa habis kita dipukulin.. udah yuk.. pulang" kata Rio


"Alah... cemen banget sih... kita kan laki-laki paling dipukul sedikit kok... gak masalah.. kita itu tahan banting" kata Cello dengan terus memanggil Rindu dan kini ia mencari-cari batu kerikil untuk dilemparkan ke kamar Rindu.


Tlakk.... tlakk... suara batu kerikil tersebut terus-menerus mengenai jendela kamar Rindu hingga akhirnya Rindu pun terbangun dari tidur nya nampak setelah shalat Insya ia tertidur di sajadah putih nya dan kini masih dalam balutan mukena putih panjang ia beranjak dan pergi ke arah asal suara nampak ia membuka salah satu jendela kamar nya.


"Rindu..... " panggil lagi Cello dan nampak Rindu yang dipanggil nya telah membuka jendela dan wajah manis berseri tersebut melihat ke arah Cello dengan menghela nafas, Rindu berfikir setelah kemarin habis di marahin oleh ayah nya nyata nya Cello masih tetap pada tingkah nya untuk memanggil Rindu hanya sekedar melihat nya.


"Aku Rindu... " teriak Cello dan kedua sahabat nya ini nampak tertawa melihat Cello yang tidak lelah-lelah nya berusaha membuat Rindu kagum padanya nyatanya bukan membuat Rindu kagum malah membuat Rindu semakin marah padanya.


***


"Aku jijik... " teriak Rindu yang nampak setelah ia mengatakan itu bukannya Cello marah malah ia jauh lebih semangat lagi untuk terus merayu Rindu


"Rindu.... tau gak bedanya kamu sama bunga" kata Cello dengan terus menengadah kepala nya untung bisa melihat Rindu dari atas

__ADS_1


"Enggak.... apa bedanya? " tanya Rindu yang nampak ingin tau jawabannya


"Kalau bunga setelah kita dapatkan akan layu tapi kamu setelah kita dapatkan akan bermekaran" kata Cello sambil menunjukkan tanda love dengan tangan nya.


Rindu yang mendengar itu hanya tersenyum dan geli sendiri dalam fikiran nya mengapa ada pria yang terus bersikap seperti Cello untuk mendapatkan pujaan hatinya yang apda faktanya pujaan yang diinginkan nya sama sekali tidak tertarik untuk didapatkan oleh nya.


"Terus apa lagi... udah itu aja... sana pulang lah... belajar dengan baik... " Teriak Rindu padanya dan nampak ia berniat menutup jendela nya kembali namun sayang setelah itu Rindu ketahuan oleh ayah nya yang masuk ke kamar nya secara tiba-tiba dan melihat anak nya ini sedang berbicara dengan tiga laki-laki yang berada di jalan hingga membuat nya turun dengan cepat berniat menghampiri Cello dan kedua teman nya itu.


Rindu pun jadi ikut-ikutan tidak enak pada mereka jika nantinya ayah nya memukul mereka padahal dia yang juga ikut bersalah meladenin Cello.


"Ayah... sudah...biarkan mereka pergi.. " kata Rindu yang nampak mengejar ayah nya di mana ia mengikuti sang ayah menuruni anak tangga dan nampak sampai di pintu rumah. Ayah nya mengambil rotan yang panjang dan nampak kini mengejar Cello dan kedua nya yang sudah lari terbirit-birit.


"Ayah sudah... malu yah... dilihat tetangga... mereka cuman ngobrol biasa aja, ayo kita pulang" kata Rindu menarik tangan atah nya untuk pulang nampak ia dan sang ayah berada di jalan sekitaran komplek.


Setelah mendengar Rindu mengatakan cukup dan meminta untuk pulang saja, akhirnya ayah nya pun tidak lagi mengejar Cello, Rio dan Arman.


Flash on


Hanyut dalam lamunan dan kesedihan nya tanpa ada orang lain menegur membuat Rindu pun terus dalam lamunan yang berkepanjangan hingga tersadar saat suara handphone nya berdering dan seketika lebih terkejut melihat di depan nya ada Cello yang kini tersenyum padanya nampak Cello memakai topi hitam dan baku hitam pokoknya serba hitam.

__ADS_1


__ADS_2