
"Cello... ngapain kamu ke sini" kata Rindu sambil mengangkat handphone nya yang ternyata panggilan dari Aidan
"Oh itu tadi aku.... " kata Cello namun terlihat Rindu mengisyaratkan menggunakan jari telunjuk nya meminta Cello untuk diam lantaran ia sedang berbicara di telephone.
📱"Ada apa... Aidan... " kata Rindu nampak Cello hanya diam sambil terus menyimak percakapan Rindu dan Aidan
📱"Jadi gak ke sekolah. udah nunggu nih atau aku jemput aja? " kata Aidan
"Maaf aku tidak bisa... kalian kerjakan saja tanpa ku, lagi pula aku tau anggota OSIS yang baru dan kamu dapat melakukan nya dengan baik" kata Rindu dengan tersenyum.
Hari ini suasana hati nya tidak mendukung untuk mengerjakan apapun dan berbicara apapun dan menemui banyak orang dirinya sangat ingin hanya diam duduk tanpa melakukan apapun hati nya begitu sedih setiap mengingat keinginan nya untuk melanjutkan kuliah harus pupus karena keinginan orang tua nya untuk menikahkannya.
📱"Kenapa seperti itu, kamu baik-baik saja kan" kata Aidan
📱"Iya aku baik-baik saja... udah dulu ya.. Assalamu'alaikum" kata Rindu
📱"Waalaikumsalam" jawab Aidan sambil mematikan handphone nya nampak ia berdiri jauh dari teman yang lain agar bisa berbicara dengan jelas tanpa terganggu dengan suara teman sekolah yang begitu banyak dalam rangka acara pembagian piala untuk pemenang Mural.
Rindu kini terlihat diam dengan memandang ke arah tetangga yang berkumpul nampak sedang membicarakan arah-arah jalan yang akan dilewati untuk bersepeda.
"Rindu aku melihat mu sedang melamun diam, mata mu juga sembab, lalu aku pun pergi menemuimu bertanya keadaan mu namun kamu sibuk dengan fikiran mu sendiri hingga tidak menggubris pertanyaan ku" kata Cello melihat ke arah nya.
"Aku sedang tidak baik-baik saja... suasana hati ku membuat aku terus sedih" kata Rindu nampak ia memakai hijab berwarna hijau tua beserta gamis yang senada.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita bermain sepeda.. biasanya ketika aku sedih, aku menghibur hati dengan berkeliling kota melihat keindahan alam ini, kita pergi ke alun-alun kota banyak pengunjung yang akan membuat kita tersenyum saat melihat mereka menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak-anak nya... apa lagi cuaca nya juga bersahabat, sama sekali tidak panas"kata Cello pada Rindu nampak ia melihat pakaian Rindu dengan heran karena Rindu yang duduk di depan rumah nya aja memakai hijab dan baju yang panjang.
"Seperti nya itu ide bagus, baiklah aku mau. Tunggu ya aku mau ambil sepeda ku dulu"kata Rindu dengan tersenyum dan nampak ia pergi ke garasi nya untuk mengambil sepeda nya dan terlihat Cello mengikuti nya sampai ke garasi.
" Rindu kamu yakin naik sepeda dengan pakaian yang seperti ini"kata Cello melihat ke arah nya sambil menaikan alis nya
"Eemm..aku pasti akan kesulitan, yaudah tunggu ya aku mau ganti memakai celana lebih leluasa untuk bersepeda" kata Rindu nampak ia pergi masuk ke dalam rumah nya sambil lari menuju kamar nya untuk mengganti pakaiannya.
Dan tak lama terlihat Rindu sudah mengganti pakaian nya dengan baju kurung biru panjang sampai lutut dan celana longgar hitam dan tak lupa hijab berwarna hitam.
"Mari Cello.." kata Rindu sambil menutup pintu nya kembali dan ia nampak mengirim pesan pada ibunya bahwa ia akan pergi bersepeda di alun-alun kota dan sang ibu pun membalasnya dengan baik, Rindu tidak mengatakan dengan siapa ia pergi hingga nampak kedua orang tua nya sama sekali tidak menaruh curiga, ia tau bahwa kedua orang tuanya sangat marah jika melihat ia pergi bersama pria meskipun itu ada tugas ini dan itu tetap saja mereka tidak mengizinkan hingga diketahui lah alasan Rindu sering berbohong setiap ia meminta izin untuk pergi jalan-jalan bersama teman nya.
"Yuk... kamu sudah meminta izin orang tua mu" kata Cello yang nampak sudah menaiki sepeda nya itu menunggu Rindu naik sepeda juga dan bersama-sama nampak kini mereka bersepeda saling mengikuti satu sama lain.
"Apa ini menyenangkan Rindu... "tanya Cello dengan berhenti di pingir jalan alun-alun kota nampak begitu banyak orang berlalu lalang kini terlihat ia dan Rindu sudah sampai di alun-alun kota nampak ada tugu tersohor yang berbentuk lilin raksasa juga monas nampak pengunjung membayar untuk naik ke lantai atas monas dengan biaya yang sangat terjangkau.
" Iya sangat menyenangkan... aku sudah lama sekali tidak pergi ke alun-alun kota, padahal masih di jakarta "kata Rindu nampak kini ia turun dari sepeda nya dan memakirkan nya di tempat parkir tersebut terlihat ia juga mengunci sepeda nya agar tidak dicuri. Begitu pun Cello memakirkan di samping sepeda nya Rindu terlihat mereka pergi bersama untuk berkeliling dengan jalan kaki dan mencoba makanan khas jaman dulu yang sudah lama tidak dibeli nya hingga ini menjadi salah satu tempat bernostalgia saat pulang sekolah dulu sering membeli jajanan.
Rindu melihat di sekitar banyak orang sedang berfoto salah satu objek paling disenangi adalah objek foto human interest juga terlihat beberapa keluarga duduk dengan rapi di sekitar alum kota dan bercengkrama satu sama lain begitu intim di hari weekend ini memang para keluarga sering memilih alun-alun kota sebagai tempat rekreasi ditambah lagi pengunjung tidak harus membayar untuk berlibur di sini.
Dan seketika seorang pria yang nampak anak kuliah itu dengan terburu-buru menabrak Rindu hingga Rindu hampir terjatuh untung ada Cello yang memegang nya sehingga Rindu tidak sampai jatuh ke tanah aspal itu.
"Apa kamu baik-baik saja Rindu... " tanya Cello yang nampak memegang tangan Rindu sambil melihat ke arah nya dan menatap mata hitam bening tersebut.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa.. " jawab Rindu dengan melihat ke arah Cello nampak seketika Rindu melepaskan tangan Cello dari nya.
"Oh maaf... tadi hanya reflek melihat mu terjatuh" kata Cello yang nampak salah tingkah tertangkap basah menatap mata Rindu dengan lama terlihat ia menunduk setelah itu.
"Ya baiklah...aku mau beli jajanan di sana... kamu mau ikut" kata Rindu padanya.
"Tentu saja, kemana kamu pergi aku akan selalu ikut, sampai jantung ku masih berdetak, aku akan selalu ikut di mana kamu berada dan di sanalah tempat ku" kata Cello yanga nampak tersenyum sambil menjewer kedua telinga nya sebagai tanda maaf karena merayu Rindu lagi.
"Mulai... " kata Rindu tersenyum melihat tingkah Cello
"Sorry" jawab nya lagi sambil melepas tangan nya
"Iya... oh ya tau gak persamaan kamu sama alun-alun kota ini" kata Rindu berniat membalas gombalan Cello
"Gak tau... apa persamaan nya" tanya Cello penasaran dan gak sabar ingin mendengar kan jawaban dari Rindu untuk pertama kali nya Rindu membalas gombalan nya dan ia sangat senang meskipun akhir dari jawaban nya tidak sesuai harapan.
"Persamaan nya sama-sama membuat orang disekitarnya terhibur dengan keberadaan nya" kata Rindu tertawa ia bisa melihat Cello jadi tidak karuan mendengar gombalan nya padahal ia berniat membuat Cello geer aja tapi malah Cello senang-senang aja.
"Oh... benarkah... keberadaan ku membuat mu terhibur... senang nya.. ini pertama kalinya loh kamu ngebales gombalan ku... kamu pintar juga... besok-besok jika aku gombalin kamu balas ya" kata Cello tersenyum
"Gak mau... cuman hari ini aja... yaudah yuk.. kita pergi ke tempat abang-abang yang menjual makanan nya" kata Rindu sambil menunjukkan ke arah pedangang kaki lima tersebut.
"Oke... let's go... " kata Cello yang nampak kini mereka berdua jalan bersama ke tempat makanan yang Rindu ingin membelinya.
__ADS_1