Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
2. Rindu sedang marah


__ADS_3

Merindukan ruangan yang penuh dengan canda tawa, ilmu dan kepusingan dalam mengerjakan latihan soal, cuaca yang teduh, bunga di sepanjang jalan kelas harum semerbak terlihat seorang guru berjilbab merah masuk ke kelas 3 IPA 2.


"Assalamu'alaikum....selamat pagi anak- murid ibu.."kata ibu Dena


"Waalaikumus'salam... pagi buk... "kata semua murid terlihat mereka telah rapi duduk di kursi masing-masing nampak satu meja berdua ada yang sudah membuka buku duluan ada yang baru saja selesai sarapan langsung menutup kembali toples makanan nya dan menaruhnya ke bawah kolom meja.


"Bagaimana cukup libur nya... "kata ibu Dena.


" Kurang...... "kata mereka semua termasuk Rindu ikut-ikutan dan tersenyum.


"Ibu udah bisa menebak nya, memang yang namanya libur gak ada habis-habisnya selalu kurang sama kalian gak pernah cukup atau lebih... " kata ibu Dena tertawa.


"Baiklah... jadi kalian udah tau ya selama satu tahun kedepan ibu Dena lah yang menjadi wali kelas kalian... dan ibu harap di satu tahun terakhir ini kalian rajin-rajin lah belajar, harus siap menghadapi Ujian Nasional... ibu ingin semua nya lulus dan masuk ke Perguruan tinggi sukses dunia akhirat, jadi sifat-sifat yang buruk di kelas 1 dan 2 boleh ditinggalkan sedangkan sifat baiknya ditingkatkan lagi di kelas 3 ini... kalian mendengar ibu kan.... "kata Ibu Dena dengan keras dan sontak mereka semuanya menjawab mendengar kecuali Cello yang duduk paling terakhir disamping Arman.


"Cello.... ibu bilang apa tadi..." kata Ibu Dena"


"Arman.... ibu Dena bilang apa.. " tanya Cello si rambut hitam ikal bergelombang ini nampak mencolek siku Arman.


"besok kita libur... kalau gak salah sih itu yang ibu Dena bilang... " kata Arman dengan tersenyum ia sengaja membohongi teman karib nya ini dan nampak menahan tawa karena Cello percaya dengan apa yang dikatakan nya.


"itu buk.... eemm... ibu bilang besok kita libur" kata Cello nampak menggaruk rambut nya yang tidak gatal itu terlihat semua murid melihat ke arah nya termasuk Rindu yang duduk di meja kedua nanoak tertawa.


"kamu memang ya... udah malas belajar, suka berkelahi suka juga salah dengar... salah..sekarang kamu ibu kasih hukuman... " kata Ibu Dena.


"yah... ibu... apasih salah saya... ibu gak suka banget lihat saya... saya memang gak pintar buk.. suka berkelahi juga tapi kan jangan bentar-bentar dikasih hukuman... kan saya malu dengan murid cewek... " kata Cello nampak memasang wajah kesal.


"Salah kamu sendiri... asik tidur bukannya dengar apa yang guru katakan... kamu ibu hukum.. ayo cepat maju ke depan... " kata Ibu Dena beranjak dari kursi nya dan berdiri di depan kelas meminta Cello untuk berdiri.


"Saya mau diapakan buk... " kata Cello beranjak dari kursi belakang nya dan maju ke depan sekarang ia sudah ada di depan kelas berdiri tak jauh dari Ibu Dena.

__ADS_1


"Mau saya buat gulai kambing, sop buah" jawab ibu Dena berkaca mata hitam itu. Nampak murid lain tertawa mendengar jawaban dari guru kelas nya ini, sungguh tak disangka hari pertama sekolah akan dihiasi dengan pemandangan seperti ini.


"Yah ibu... saya gak lagi bercanda" kata Cello


"kamu bisa nyanyi... " tanya ibu Dena"


"Nyanyi...." tanya lagi Cello.


"Iya nyanyi... bagaimana anak-anak kalian setuju gak... sebelum kita belajar pemilihan ketua kelas dan perangkat kelas lainnya kita di suguhkan dengan mendengar suara merdu nya Cello" kata ibu Dena.


"Yah setuju buk... Cello memang hobi nyani meskipun suara nya gak bagus amat" kata Arman dengan tertawa sontak murid lain tertawa dan terlihat Cello memasang wajah kesal dan menunjukkan tanda tinju di tangan nya ke arah Arman namun terlihat Arman biasa saja, kedua nya memang bersahabat namun kerap juga saling menjahili.


"Baiklah... kamu mau nyanyi lagu apa" tanya ibu Dena"


"lagu Rindu.... " jawab Cello nampak semua murid di kelas bertepuk tangan dengan gembira dan melihat ke arah Rindu.


"ciee... ciee.... adek Rindu... abang Cello mau nyanyiin lagu Khusus nih.. " kata Arman dengan bertepuk tangan sambil tertawa menggoda Rindu.


"seperti tidak ada lagu lain aja... mengapa harus memilih lagu Rindu... awas kamu Cello jangan harap aku mau membantu mu membuat tugas... minta bantu sama orang lain aja sana..." Gumam Rindu dengan wajah yang ditekuk murung.


"Tersenyum lah Rindu...kasihan Cello... " kata Winda teman yang duduk di sebelah nya nampak sama berhijab dengan nya.


"Winda.... kamu tau bahwa aku paling gak suka dicandain seperti itu" jawab Rindu sambil melihat ke arah Winda di samping nya dengan wajah marah.


"Rindu... kamu orang nya terlalu serius....jangan nanti saat Cello pergi kamu baru menyadari bahwa kamu jatuh cinta padanya" kata Winda.


"Tidak akan.... Rindu tidak akan pernah jatuh cinta padanya...pria yang suka bercanda tidak jelas dan tidak pintar...." kata Rindu menatap ke arah Winda gadis kulit kuning Langsat dengan lesung pipi di kedua pipi nya nampak ia begitu manis walaupun dalam keadaan marah ia nampak tetap cantik.


"Baiklah.... ibu dan kawan-kawan yang lain tidak sabar menunggu lagu Rindu... silahkan mulai... " kata ibu Dena sambil pergi ke arah kursi guru dan duduk.

__ADS_1


Terlihat lah Cello mulai bernyanyi lagu ini Rindu yang dipopulerkan oleh Farid Hardja. Dengan berdiri tegap dan tersenyum di hadapan para teman nya.


"Sebelum aku tau akan artinya Cinta


Terlena ku dibawa nya ke sana


Setelah dia pergi baru aku mengerti


Ku telah jatuh cinta kepada nya


Ooooo.... aku rindu


Katakan pada nya aku rindu


Ooo burung nyanyikan lah


Katakan pada nya aku rindu


Terus lagu tersebut di nyanyikan nya sampai selesai sambil melihat ke arah Rindu dan tersenyum sedangkan Rindu sendiri sama sekali tidak memperdulikan nya dan sibuk membaca buku ia pun tidak sekalipun bertepuk tangan setelah Cello selesai bernyanyi.


"Cie... Rindu... sosweet banget sih Cello... ya ampun pipi Rindu sampai merah merina... ah... aku jadi malu... " kata aida murid perempuan yang duduk di belakang Rindu yang kerap keduanya dihadapkan pada kesalahan pahaman terus menerus.


Sontak mendengar hal itu ibu Dena dan murid lain hanya tersenyum dan itu membuat Rindu marah sekaligus malu terlihat ia berusaha menahan air matanya karena candaan memakai nama Rindu terus membuat nya kesal dan tak ada orang yang pantas disalahkan selain Cello maka dari itu Rindu sangat tidak menyukai Cello dan marah akan sikap yang sangat keterlaluan menurut nya.


suara yang merdu dan lirik yang bermakna juga nada yang dibawakan nya membuat ibu Dena bertepuk tangan dan mengatakan bahwa dibalik kekurangan Cello dalam dunia akademis namun ia memiliki bakat dalam bernyanyi hanya saja perlu belajar dengan tekun lagi untuk hasil maksimal karena masih terdengar lagu nya yang masih salah.


Semua murid pun bertepuk tangan kecuali Rindu saja bahkan nampak Cello melambaikan tangan nya pada Rindu dan tersenyum namun Rindun acuh kepada nya.


"Terimakasih sudah mau bernyanyi menghibur teman semua nya... sekarang kamu boleh kembali ke kursi mu... dan ingat tetap fokus, di ruang kelas hanya belajar gak ada istilah ngantuk, main game, berkelahi atau makan di kelas" kata Ibu Dena melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Iya buk... saya janji... " kata Cello terlihat ia izin pergi duduk ke kursi nya nampak sambil pergi ke belakang ia memukul pelan meja Rindu.


__ADS_2