
"Baiklah kak Nisa, seperti nya kita harus berpisah di sini" kata Rindu sambil tersenyum
"Iya... sampai bertemu lagi Rindu tersayang... namamu sangat manis" kata Nisa tersenyum nampak ia memegang tangan Rindu
"Semua orang mengatakan seperti itu, padahal sesungguhnya aku tidak menyukai nama tersebut" kata Rindu
"Kenapa? "kata Nisa
" Karena banyak teman mu bahkan guru ku sering membuat lelucon memakai nama Rindu "kata Rindu yang nampak menghela nafas"
"Anggap aja sebagai hiburan, jika nama mu membuat mereka terhibur dan tersenyum menyukai kata Rindu maka kamu akan mendapatkan pahala karena sabar dan senyum dari mereka" kata Nisa
Terlihat di parkiran Cello terus memanggil Rindu sambil melambaikan tangan nya kepada Rindu.
"Eemm.. iya.. yaudah lah kak aku pergi dulu, Assalamu'alaikum kakak soleha ku" kata Rindu dengan suara keras dan nampak ia berlari ke arah Cello dan mencari kunci sepeda nya.
"Iya... Waalaikumsalam" jawab Nisa dengan tersenyum dan nampak ia bisa melihat Rindu menuju ke arah Cello.
"Apakah yang dimaksud kan Rindu agar tidak terjerumus ke yang namanya pacaran adalah dia yang jatuh cinta kepada anak laki-laki yang memakai topi hitam itu... eemm.. seperti nya Rindu jatuh cinta padanya" batin Nisa yang kini menuruni satu persatu tangga mesjid dan pergi ke arah mobil merah nya yang terparkir dekat dengan pohon rindang.
Nampak mobil Nisa melewati Rindu dan Cello terlihat ia berhenti dan membuka kaca jendela.
"Hati-hati ya Rindu" kata Nisa nampak gadis bercadar putih itu tersenyum padanya dan Rindu bisa melihat dari mata nya Nisa
"Iya kak... terimakasih... kakak juga hati-hati ya" kata Rindu" tersenyum padanya nampak Cello yang berada di samping nya melihat ke arah Nisa cukup lama
"Iya Terimakasih... dah... " kata Nisa yang terlihat menutup kembali kaca jendela mobilnya
__ADS_1
Rindu dan Cello pun mendayung kembali sepeda mereka menuju pintu gerbang mesjid dan terlihat Rindu mulai terganggu dengan Cello yang mengajaknya untuk berbicara sehingga membuat nya jadi tidak fokus melihat ke depan
"Siapa perempuan bercadar itu, kakak mu ya" kata Cello sambil terus mendayung sepeda nya dan melihat ke arah Rindu yang mendayung sepeda di samping nya.
"Bukan, dia adalah kak Nisa mahasiswi nya ayah ku" kata Rindu sambil terus mendayung sepeda nya dan tiba-tiba tanpa melihat kiri dan kanan, Rindu tidak sadar bahwa sebelah kiri nya ada mobil putih yang melaju sehingga kejadian yang tidak diinginkan tersebut terjadi untuk kedua kali nya Rindu mengalami kecelakaan namun untung kecelakaan tersebut tidak parah sehingga tidak menimbulkan luka serius nampak tidak ada luka apapa di bagian tubuh Rindu dan kali ini bukan Rindu yang menabrak orang lain tapi dia lah yang tertabrak oleh orang lain.
"Rindu.... " Teriak Cello, kecelakaan itu persis terjadi di depan mata nya
Sedangan Rindu nampak jatuh dari sepeda dan ia terlempar ke tanah aspal membuat nya pingsan. Nampak Cello turun dari sepeda nya dan ia begitu marah dengan pengemudi mobil putih tersebut.
"Ya Allah..." kata Ahnaf sambil turun dari mobilnya dan menghampiri Rindu yang pingsan nampak beberapa orang yang masih berada di dalam mesjid seketika keluar untuk menolong Rindu. Ahnaf merupakan ustadz yang menjadi imam shalat berjamaah terlihat Cello yang tadi nya begitu marah sampai wajah nya memerah karena melihat perempuan yang dicintai nya tidak sadarkan diri akibat tertabrak mobil tersebut jadi reda, ia kembali tenang saat mengatahui bahwa pemilik mobil tersebut adalah Ustadz Ahnaf
"Ya Allah ustadz... anak ini kenapa" tanya ibu-ibu menghampiri mereka.
"Saya tidak melihat ia menyeberang buk..." kata Ahnaf "
Nampak ibu-ibu di sana mengoleskan minyak kayu putih untuk Rindu Menjepretkan sedikit air ke wajah nya agar segera sadar.
"Saya melihat sendiri bahwa Ustadz Ahnaf sama sekali tidak menabrak Rindu tapi memang Rindu yang tidak melihat jalan dan ia pun pingsan karena terkejut" kata seorang anak muda lainnya yang datang menghampiri mereka"
****
"Takut terjadi yang tidak diinginkan, lebih baik di bawa ke rumah sakit, kasihan Rindu" kata Cello yang berada di sana terlihat ia menepuk pelan-pelan pipi Rindu berharap Rindu segera sadar. Nampak beberapa orang yang berada di sana membangunkan
"Rindu...seperti nama anak dosen ku, apakah mungkin memang benar bahwa dia memang anak nya dosen ku yang mana beliau berniat menjodohkan ku dengannya " gumam Ahnaf dalam hati nya sambil terus melihat Rindu ia belum bertemu Rindu untuk pertama kalinya dan ini merupakan pertemuan nya yang pertama dengan Rindu, dosen nya yaitu ayahnya Rindu pak Adi sebelum nya sama sekali tidak memperlihatkan foto putri nya sehingga Ahnaf sama sekali tidak mengetahui yang mana perempuan yang akan dijodohkan dengan nya.
"Tolong angkat dia ke mobil saya buk... saya akan membawa nya ke rumah sakit"kata Ahnaf"
__ADS_1
"Iya... Ustadz... " jawab para ibu-ibu karena masih ada perempuan sehingga tidak baik jika Ahnaf yang mengangkat Rindu masuk ke dalam mobil nya namun ketika para ibu-ibu yang berjilbab tersebut mengangkat Rindu sama-sama tiba-tiba Rindu tersadar nampak ia bangun sambil memegang kepala nya dan terlihat ibu-ibu di sana membantu nya untung menyeimbangkan tubuh nya yang terlihat lemas.
"Nak... kamu tidak apa-apa" kata ibu berjilbab merah tersebut.
"Iya buk... tidak apa-apa, saya permisi mau pulang, sepeda saya di mana ya buk" kata Rindu melihat ke arah ibu berjilbab merah tersebut tanpa melihat ke arah Ahnaf yang berada di sisi kiri.
"Itu nak...kamu yakin bisa pulang sendiri" kata ibu tersebut
"Iya saya yakin" kata Rindu sambil pergi ke tempat sepeda nya di letakkan oleh penjaga mesjid.
"Dek... biar saya yang antar ke rumah nya, takut kamu pingsan lagi" kata Ahnaf melihat ke arah nya
"Gak apa-apa... saya masih kuat tadi hanya syok aja soalnya saya sudah pernah mengalami kecelakaan sebelum nya" kata Rindu dan terlihat ia naik ke sepeda nya dan mencari keberadaan Cello
"Cello... " panggil Rindu melihat ke arah kiri dan kanan dan dengan cepat Cello menjawab bahwa ia ada di belakang nya.
"Iya aku di sini... kamu yakin Rindu... gak kenapa" kata Cello melihat penuh khawatir ke arah nya.
"Iya aku gak apa-apa... sudah kamu duluan pergi aku akan mengikuti di belakang" kata Rindu tersenyum tipis terlihat jilbab nya dan lengan baju nya Koto.
Terlihat lah Cello pergi dan nampak Rindu juga mengikuti nya namun terhenti saat Ahnaf meminta nya untuk berhenti.
"Tunggu... " kata Ahnaf
"Iya kenapa" tanya Rindu
"Saya minta maaf, sungguh saya tidak melihat mu menyeberang" kata Ahnaf
__ADS_1
"Iya saya maafkan.. lagi pula bukan salah anda namun saya yang salah karena saya yang menyeberang sedangkan anda sendiri memang pada arah alur nya... " kata Rindu dengan tersenyum dan terlihat ia dan Cello pun pergi sedangkan Ahnaf mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu di sana karena sudah membantu nampak ia juga kembali naik ke mobil putih nya dan pergi meninggalkan halaman mesjid.