Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
33. Pencuri pakaian


__ADS_3

"Sorry, sir. " I don't afraid with you. "kata Arayu gadis yang diceritakan memiliki darah bangsawan tersenyum sinis kepada ketiga orang yang berdiri di depan nya yang mana hendak membawa nya untuk pergi ke ruang sidang akibat sikap nya yang menentang mereka.


"Your very arrogant, you will regret. " Kata Pemuda yang berdiri di tengah nampak berkulit putih dan berambut pirang ini, "Mereka pergi dalam keadaan marah bersama dua lainnya di mana mereka akan melaporkan pada atasan nya karena sikap tidak hangat Arayu dalam menyambut kedatangan mereka.


"Oke selesai, " Waw tadi itu sangat bagus. "Rindu yang berperan sebagai Arayu dan Cello sebagai Laksamana kalian melakoni nya dengan sangat baik juga para pemeran yang lain sangat baik, tepuk tangan untung kita semua. " kata guru seni budaya tersenyum senang dan bertepuk gembira terlihat juga Rindu dan Winda juga teman lainnya bertepuk tangan, jam telah menunjukkan pukul 16.00 sore, cuaca pun sudah mulai bersahabat tidak panas seperti siang saat mereka latihan.


***


Kini semua nya duduk sambil menyantap kue dan meminum di dalam Aula berlandaskan tikar merah.


"Ini hari sabtu, besok minggu dan setelah itu senin kalian udah siap kan ujian nasional. " Jangan bilang gak siap karena udah diberitahukan tanggal ujian nya dari jauh-jauh hari" Jadi harus siap, ada belajar semua nya kan. "Kata Ibu guru dengan jilbab ungu muda ini duduk bersama mereka dengan bentuk lingkaran.


" Iya buk, InsyaAllah siap."Kata mereka semua


"Oh ya, sambil nunggu jemputan ibu mau nanyak kita di sini semua nya lanjut kuliah atau pada nikah nih. " Kata guru nya.


"Ya nikah lah buk. "Kan ibadah sepanjang masa. " Kata Aldi ketua kelas sambil tertawa ia berniat hanya bercanda karena sebenarnya ia telah ikut seleksi kepolisian.


"Uuuuu...itu aja yang dipikirin."Memang nya udah siap nanggung tanggungjawab, ekonomi nya mendukung atau enggak nih. " Kata Biola terlihat teman nya semua termasuk guru tertawa mendengar Biola bicara.


"I"m joking, itu aja di anggap serius. " kata Aldi tertawa.


"Rindu, Bagaimana lanjut kuliah kan. " Tanya guru nya.


"Seperti nya gak buk, mau ke pesantren. " kata Rindu tersenyum

__ADS_1


"Ooh, baiklah semoga belajar nya istiqomah dan sukses dunia akhirat. " Kata guru nya tersenyum


"Loh Cello gimana sama Rindu, lancar?" Tanya Eli duduk samping Riska dan juga Biola. Ketiga nya memang sahabat banget selalu apa-apa sama bahkan cara berfikir nya.


"Aku udah ada yang lain, untuk apa berharap pada yang belum pasti. " Lebih baik fokus untuk membahagiakan kedua orang tua dulu. "Kata Cello


Nampak Rindu melihat ke arah Cello yang duduk di baris pertama tidak begitu jauh dari nya, ia hanya diam tanpa ekspresi.


" Siapa yang lain itu? "Tanya Arman syok tidak menduga bahwa sahabat nya yang begitu tergila-gila pada Rindu nyatanya sudah melupakan Rindu.


"Rahasia." jawab nya singkat


***


"Udah-udah, " Gak usah ribut, siapapun pasangan kalian kelak nantinya. "Itu sudah menjadi takdir nya Allah yang tidak dapat diganggu gugat. " Jadi tidak perlu ribut soal jodoh."Kata guru nya tersenyum pada mereka semua dalam benak nya mengapa setiap anak yang mau selesai sekolah pasti senang membahas soal menikah.


"Ya karena di kelas 3, kalian itu udah dewasa, udah mau menyelesaikan sekolah menengah atas, dan ada yang lanjut kuliah atau ada yang menikah jadi dengan ada materi ini memiliki sedikit gambaran tentang rukun nikah, mahram dan yang bukan mahram, ahli waris, " Dan ada juga kan di bahas di rumah pengajian. "Kata guru nya


" Oh iya buk, benar. "jawab nya tersenyum.


" Ya sudah, kalian ganti baju sana, setelah itu boleh pulang. "Letakkan kostum nya di lemari kantor guru ya. " Kata guru berjilbab tersebut.


***


"Yuk Rindu bawa tas mu, kita ke ruang ganti perempuan, " Kita ganti baju di sana, agar cepat keburu yang lain duluan pergi. "Kata Winda mengambil tas nya nampak memakai sepatu nya dan menunggu Rindu mengambil tas nya.

__ADS_1


" Iya yuk, "Aku udah siap. " Kata Rindu berlari bersama Winda ke kamar ganti perempuan dan nampak mereka pun langsung masuk di ruangan yang sama.


Terlihat Winda sudah melepaskan pakaian kostum tersebut dan memakai baju nya yang di ambil dalam tas. Sedangkan Rindu nampak masih kesulitan membuka kancing belakang kostum nya hingga ia pun meminta bantuan pada Winda.


Kini saat sudah bisa melepaskan kostum tersebut nampak Rindu berniat mengambil pakaian dalam tas nya betapa terkejut ia saat mengatahui bahwa pakaian nya tidak ada di dalam tas dan hal itu membuat nya panik bukan main gelisah tak menentu dan langsung menampakkan wajah resah dan kacau.


flashback


"Kamu lihat bagaimana Rindu mengabaikan mu, bahkan Winda teman akrab nya itu juga bersikap sama. " Pasti karena dipaksa oleh Rindu. "Kata Miko mencoba memancing emosi Aidan terhadap Rindu.


Cinta yang menjadi benci itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kisah antara Aidan dan Rindu di mana hanya ada rasa permusuhan di antara kedua nya yang perlahan-lahan menjadi dendam yang tak usai jika masih bertemu.


" Iya, dia merasa paling cantik mungkin, hanya segitu kelebihan nya aja sudah membuatnya songong banget kepada laki-laki. "Kata Aidan melihat ke arah Miko.


" Benar, "Bagaimana kalau kita kerjain lagi dia, "Kata Miko tersenyum licik penuh siasat kepada Rindu.


"Apa rencana mu kali ini, mengambil sepatu nya lagi. " Tanya Aidan yang sudah hafal banget siasat Miko dalam mengerjai orang.


"Bukan, ini lebih parah yang akan membuat nya menangis hebat, " Mungkin tadi pagi kita hanya melihat nya sedih tanpa meneteskan air mata kali ini kita akan membuat air mata nya turun deras seperti hujan."Kata Miko tertawa jika membayangkan jika rencana nya itu sukses sungguh akan sangat lucu untuk ditonton.


"Ya, "Apa rencana nya. " Dari tadi kamu mengatakan reaksi yang akan ditimbulkan dari rencana mu terhadap Rindu, "Bukan apa rencana nya. " Kata Aidan yang berdiri di depan nya ini kedua nya berteduh di bawah pohon dari terik matahari sambil menyusun rencana kesekian kali nya untuk Rindu.


"Mengambil Baju nya. "Kata Miko tertawa sambil menaikkan alis nya dan menunggu tanggapan dari Aidan akan rencana nya.


" Apa kamu bercanda. "Itu sungguh keterlaluan, " Pasti Rindu akan kesusahan untuk pulang ke rumah nya. "Kata Aidan nampak tidak menerima usulan ide dari Miko.

__ADS_1


Kedua nya duduk di kelas yang sama dan diketahui hari ini merupakan hari terakhir les untuk mereka karena hari senin mereka dan semua murid dari kelas 1 dan 2 akan libur selama seminggu karena Ujian nasional anak kelas 3 yang mana akan menjadi hari-hari terakhir Rindu berada di sekolah dan Miko tidak akan membuang kesempatan ini untuk menyakiti Rindu secara halus bahkan ia juga berfikir akan terus membuat Rindu menderita.


__ADS_2