Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
7. Kecelakaan yang telah berlalu


__ADS_3

"Iya Ibunya Rani, itu benar... jujur kami sudah membujuk nya berkali-kali tapi ia tetap ngotot untuk kuliah, kedua kakak nya tidak kuliah dan memilih belajar ilmu agama di pesantren bahkan sampai sekarang mereka belajar, karena memang suami mereka ustadz jadi setiap hari kedua anak saya itu, kakak nya Rindu di ajari ilmu agama oleh suami mereka malah kini mereka menjadi seorang ustadzah di pesantren mengajari santri-santri... dan kini yang menjadi masalah nya hanyalah Rindu putri bungsu kami... memang dia keras kepala buk... "kata Ibu Rahmi dengan menghela nafas.


" Tapi buk... InsyaAllah saya do'akan anak ibu mudah-mudahan bisa merubah pandangannya "kata ibunya Rani"


"Amiin... terimakasih buk" kata Ibu Rahmi dengan tersenyum.


Dan tak lama Handphone ibu Rahmi berdering seketika ia langsung mengangkat nya saat melihat panggilan dari Rindu.


"Siapa" tanya pak Adi


"Rindu... dia pasti sedang menunggu kita.. udah jam 11 malam juga" kata ibu Rahmi


"Katakan pada Rindu.... kita akan pulang sekarang" kata pak Adi"


Ibu Rahmi mengangguk dan terdengar Rindu mengucapkan salam pada ibunya.


"Assalamualaikum bunda... kapan pulang... aku sendiri aja di sini" kata Rindu duduk di sofa depan TV


"Waalaikumsalam sayang.... sekarang bunda akan pulang... kamu jangan keluar rumah tunggu ayah dan bunda pulang dulu.. jangan bukakan pintu pada siapapun sebelum bertanya pada kami" kata ibunya yang nampak mengeluarkan amplop putih dan memberikan pada Rani.


"Baik Bunda" jawab Rindu di depan TV menyandar pada sofa berwarna biru.


"Untuk siapa ini bunda" kata Rani gadis kulit putih itu bertanya-tanya keheranan melihat ke arah ibu Rahmi


"Untuk mu sayang.... untuk beli obat atau apapun" kata ibu Rahmi tersenyum dan seketika Rindu bertanya apa yang dimaksudkan oleh ibunya ini.


"Maksudnya apa bunda" tanya Rindu


"Enggak sayang... ini bunda lagi bicara dengan Rani" kata ibunya.


"Ooo... titip salam ku padanya... Rani kapan pulang" kata Rindu


"Besok....Yaudah sayang... tutup dulu ya telephone nya biar langsung pulang." kata Ibunya "


"Iya bunda... Assalamu'alaikum" jawab Rindu "


Waalaikum"salam..."kata ibu Rahmi dengan menutup handphone nya terlihat ia menaruh kembali handphone milik nya ke dalam dompet berwarna merah senada dengan warna baju gamis syar'i nya yang serba guna itu.

__ADS_1


"Bunda saya tidak bisa menerimanya" kata Rani terlihat mengembalikan amplop tersebut saat mengetahui bahwa ada sejumlah uang yang diberikan ibu Rahmi untuk nya.


"Tidak sayang... itu untuk mu jangan menolak rezeki"kata ibu Rahmi"


"Iya nak... ambil saja... ibu Rahmi tulus memberikan nya untuk mu jangan melukai perasaan nya dengan tidak menerimanya" kata ibunya Rani"


"Baiklah... terimakasih bunda" kata Rani tersenyum terlihat ia memegang kembali amplop berisi sejumlah uang tersebut.


"Sama-sama.... baiklah buk pak.. kami izin pulang dulu, InsyaAllah besok tepat jam 8 pagi kami akan menjemput Rani, bapak dan ibu pulang dengan mobil kami, bagimana ? " kata pak Adi melihat ke arah keduanya.


"Gak ngerepotin pak" kata ibunya Rani


"Sama sekali tidak... kan kami yang menawarkan" kata pak Adi.


"Boleh pak.. buk... " kata mereka "


"Baiklah.. Assalamualaikum" kata pak Adi dan ibu Rahmi "


"Waalaikum"salam... " jawab ibu dan ayahnya Rani"


Bagi kedua orang tua tak ada masalah lelah menimpa mereka jika untuk membantu anak-anaknya apapun akan dilakukan.


"Assalamualaikum... "memencet bel rumah oleh ibu nya Rindu nampak kedua orang tua nya telah sampai di rumah dan sedang menunggu Rindu membuka pintu nya.


" Waalaikumsalam..."jawab nya terlihat ia membuka pintu dengan kunci rumah dan betapa senang nya ia melihat kedua orang tua nya sudah pulang meskipun sangat larut namun ia senang tidak sendiri lagi.


***


"Ayah... Bunda.. peluknya pada kedua orang tua yang telah merawat dan membesarkan nya ini. nampak Rindu memakai pakaian tidur berwarna pink dengan rambut hitam yang terurai di dalam rumah ia terbiasa melepaskan jilbab nya.


"Sayangku.... udah tidur ya.. sana kembali lagi ke kamar besok ada ulangan kan,.jadi biar gak telat bangun, ayah dan bunda juga udah capek banget mau istirahat juga" kata ibundanya


"Mau aku buatkan minum bunda" tanya Rindu


"Enggak usah sayang... terimakasih ayah dan bunda udah makan dan minum di warung makan tadi singgah sebentar" kata ibu Rahmi


"Baiklah" jawab nya

__ADS_1


Nampak mereka masuk dan ketiga nya duduk di sofa ruang tamu terpampang jelas di dinding foto keluarga besar terlihat ayah dan bunda, dan di samping kiri rahmah kakak pertama nya berdiri di samping sang suami yang merupakan seorang ustadz di pesantren dan Rabi'ah kakak kedua nya berdiri di samping kanan dengan sang suami yang juga merupakan seorang ustadz di pesantren dan terakhir nampak Rindu berada di tengah antara ayah dan bunda nya dalam foto ini kedua kakak perempuan nya ini belum mempunyai anak dan kini masing-masing telah dikaruniai anak yang banyak.


"Rindun..lebih baik kembali tidur, udah jam setengah 12 malam juga.. kamu udah makan malam kan" kata pak Adi melihat ke arah nya yang tidak terlalu jauh duduk dari mereka.


"udah... roti dan selai coklat aja" jawab nya


"Ya ampun... mana kenyang cuman makan itu aja, kan banyak di kulkas bahan makanan... kenapa gak masak.... " kata ibunya "


"Aku udah coba buat bunda... tapi hasilnya di luar dugaan sama sekali gak enak.. aku memang gak pintar masak kayak bunda" kata Rindu


"Mau bunda buatkan makanan nya... jika kamu masih lapar"kata bundanya.


" jangan bun... enggak baik makan di jam segini paling tidak dibawah jam 9 malam... lagi pula aku gak mau menjadi gemuk tidak sehat"kata Rindu melihat ke arah bundanya


"memang benar makan di jam segini tidak baik, namun jangan salah belum tentu di balik badan yang gemuk tidak sehat dan belum tentu juga memiliki badan kurus sehat... malah kalau terlalu kurus di bilang punya sakit diabetes" kata ayah nya.


"Iya juga sih inti nya mau gemuk dan kurus tetap kesehatan harus di jaga" kata Rindu


"Iya benar....baiklah kembali ke kamar.. besok di lanjutin ngobrol nya.. masih banyak yang ayah dan bunda bicarakan dengan mu" kata ibu Rahmi nampak melihat ke arah suaminya kedua nya tak lain berencana membicarakan kepada Rindu perihal mereka tidak mengizinkan nya kuliah.


"Oke bunda.. selamat tidur" jawab nya tersenyum


"selamat tidur untuk mu juga sayang" jawab kedua nya serentak dan kini nampak Rindu masyk ke kamar nya yang tak jauh dari ruang tamu.


***


Matahari bersinar dengan indah warna terang menembus mata itu nampak tersenyum dengan indah pada Rindu tak lain yang dibicarakan nya ini adalah sang ibunda yaitu Rahmi adalah matahari nya yang senantiasa selalu menjadi alarmnya⏰ meskipun tidak muda lagi sang ibunda nampak sangat fresh seperti usia anak muda jiwa muda nya seperti membara pada setiap dentut jantung nya sang ibunda sama sekali tidak pernah mengenal yang namanya kelelahan selalu beraktivitas di luar jam keharusan.


Setelah membersihkan diri dan shalat dhuhur nampak ia menyelesaikan sarapan nya duduk di meja makan sehabis selesai dengan bahagia dan senang nya akhirnya masalah kecelakaan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan ia bisa menceritakan pada teman di kelas nya bahwa ia sudah di maafkan dan itu membuktikan bahwa ia tidak lari dari tanggung jawab bukti nya korban dengan senang hari tidak melanjutkan masalah ini ke kantor polisi.


"Rindu tidak ingin membawa bekal makanan" kata ibunda nya berteriak pada Rindu seketika putri bungsu nya ini berhenti yang sudah setengah jalan ia mengendarai motornya kali ini motor ayah nya yang di bawa yang nama lumayan besar yaitu motor xmax sedangkan yang biasanya di kendarai nya adalah motor kecil namun motor tersebut telah berada di bengkel untuk di perbaiki rusak parah


"Tidak bunda...terimakasih" jawab nya melihat ke arah bunda nya yang berdiri di depan rumah


"Baiklah... Hati-hati, jangan lupa membaca doa naik kendaraan. " kata ibunda nya berteriak nampak mengenakan gamis abaya hitam serta jilbab hitam pula.


"Iya bunda.... " jawab nya dengan tersenyum melihat ke belakang sambil melambaikan tangan dan tak lupa memberikan ciuman jauh pada ibunda nya ini

__ADS_1


__ADS_2