
"Cello.... suara mu bagus juga.. ya lumayan lah..."kata Arman melihat ke arah nya.
" Terima kasih, Rindu kayaknya marah dia sama sekali tidak bertepuk tangan dan tidak mendengar nyanyian ku"kata Cello murid kulit kuning Langsat dengan mata hitam ini nampak kacau, ia memukul meja sontak teman di meja depan kaget untuk tidak terlalu keras hingga terdengar oleh guru sehingga ia tidak di marahin.
kalau ia sampai di tegur di marahin dan terus mendapatkan hukuman maka Rindu akan semakin membencinya diketahui Rundu sangat tidak suka dengan pria yang malas dan selalu buat gaduh dan pembangkang di sekolah.
"kamu kayak gak tau aja Rindu bagaimana orang nya... dia terkenal perempuan ambisius dan jutek sama siapa saja yang tidak disukainya... kamu termasuk yang tidak di sukai nya... sudahlah teman berhenti mengejar dia... ada Fio yang baik sama kamu" kata Cello sambil menepuk bahu teman semeja nya ini.
"Siapa yang bilang aku suka sama dia, dengar ya... aku udah lama kenal dengan nya kita satu komplek, aku hanya ingin menjadi teman nya agar ia dapat mengajari ku tanpa harus aku memohon padanya untuk mau mengajari ku..namun meskipun satu komplek ia tetap dingin sangat dingin padaku padahal aku benar-benar mengistimewakan dia sebagai teman sekelas bernyanyi lagu yang sesuai dengan namanya Rindu... apa itu salah "kata Cello.
" Lebih baik tidak perlu menjadi teman nya Rundu... ia murid cewek yang membosankan kerjaan nya hanya belajar saja terlalu kaku dengan sosial lagi pula kamu tidak sepadan dengan Rindu... lebih baik kamu belajar dengan ku atau Fio... aku sanggup mengajari mu walaupun kamu sudah terkenal di sekolah kurang pintar tapi tidak masalah untuk ku sebagai teman mu"kata Arman nampak ia melanjutkan menulis catatan di buku nya setelah selesai berbicara dengan Cello.
Terlihat Cello mengambil buku cetak besar menutupi kepala nya ia pun memilih tidur, ia pusing dengan penjelasan guru nya tersebut tak ada satupun yang dipahami nya dan malah membuat nya mengantuk.
"baiklah... cukup di sini pembelajaran kita... semoga bermanfaat dan jangan lupa buat PR nya ya... " kata ibu Dena sambil mengambil tas selempang nya dan memakai nya.
"iya buk... " jawab mereka serentak.
__ADS_1
Terlihat ibu Dena keluar dari kelas setelah mengucapkan Assalamu'alaikum dan mereka pun nampak duduk menunggu guru mata pelajaran lain dan kini di waktu kosong ini lagi-lagi Cello mendekati meja Rindu dan duduk di kursi sebelah nya yang ada jarak sehingga dapat orang melewati mereka untuk duduk di kursi masing-masing.
"Rindu.... oh Rindu... " panggil Cello sambil tersenyum dan sesekali melihat ke arah belakang kepada teman nya terlihat teman nya itu menahan tawa melihat aksi Cello yang sungguh tidak malu menggoda Rindu lagi dan lagi seperti ia tidak takut akan aduan Rindu kepada guru kelas akan sikap Cello yang terus mengejek nya dengan nama Rindu.
"Cello.... aku sudah cukup diam ya selama dua tahun ini... tolong lah tinggalkan kesan yang baik untuk ku... kenapa kamu suka sekali mencari masalah dengan ku" kata Rindu berbalik ke arah samping kanan dan berbicara dengan nya nampak Cello hanya tertawa.
"Rindu.... kenapa kamu gak suka jika aku bertemam dengan mu, mengobrol dengan mu... kamu selalu sentimen dengan ku" kata Cello melihat ke arah gadis berlesung pipi ini.
"karena kamu selalu mengejek ku, dengan kata Rindu. Lebih baik kamu belajar, belajar dan belajar pokok nya 100% hidup mu harus belajar karena kenapa? biar kepala mu dipenuhi dengan semua kesibukan ilmu-ilmu dari pada syair gak jelas dan pantun gak jelas...."kata Rindu dengan tegas.
"Rindu..... " panggil Cello "
"Udah aku bilang.... jangan pedulikan Rindu... memang kalau orang sombong seperti itu... apa kamu mau kita beri pelajaran kepada nya... agar ia sadar diri siapa dia di kelas ini dan sekolah ini" kata Arman duduk di kursi milik Rindu.
"jangan.... biarkan saja...dia perempuan tidak seharusnya kita mengatakan hal itu untuk seorang perempuan" kata Cello
"Namun aku berfikir apa yang dikatakan oleh Arman ada benar nya juga... sesekali kita harus melakukan sesuatu agar orang lain tidak meremehkan kita" kata Gio diketahui ketiga nya ini adalah teman namun berbeda dengan Cello. Arman dan Gio termasuk anak yang nakal dan susah di atur mereka kerap adu jotos dengan siapapun yang berani kepada mereka.
__ADS_1
"terserah apa yang kalian katakan... tapi tetap jangan pernah mencoba bertindak kasar kepada Rindu" kata Cello dengan berdiri melihat ke arah teman karib nya ini.
"kita tidak bertindak kasar... hanya membully dengan cara halus bukankah itu normal yang biasa dilakukan oleh murid untuk teman yang tidak disukai nya" kata Gio
Terlihat Cello sangat marah akan perkataan Gio membully menurut nya normal bahkan telah berulang kali pemerintah bahkan oraganisasi dan masyarakat memberikan edukasi yang namanya bully dalam bentuk apapun tetap lah kejahatan dan buruk. Namun saat ia membantah akan perkataan Gio tiba-tiba guru mata pelajaran matematika tiba hingga ketiga nya pun kembali ke kursi mereka kembali.
Rindu dan Winda nampak masuk ke dalam kelas setelah guru matematika duluan masuk ke kelas terlihat kedua nya membagikan selembar kertas kepada semua murid nampak mereka pun telah siap untuk ulangan namun tidak dengan Cello yang sama sekali tidak mempersiapkan ulangan bahkan ia tidak paham dengan materi yang telah lalu, telah banyak les dan belajar yang dibimbing langsung oleh ibu Dena sendiri namun tidak ada yang dikuasai nya sehingga ia hanya bisa berharap ada suatu mukjizat sehingga ia bisa langsung pintar.
"ini apa... " tanya Cello "(sambil mengambil lembaran soal ulangan dari tangan Winda)
"piring... " jawab Rindu ketus"
"Eh... aku nanyak nya sama Winda ya... bukannya ke kamu... jutek banget jadi cewek.
"kata Cello "(melihat ke arah nya)
" Itulah Rindu...dari dulu sampai sekarang masih aja ketus banget sama Cello. "kata Winda"
__ADS_1
"Terserah kah kamu mau ngatain aku apa.. aku udah selesai membagi lembaran soal nya sekarang mau balik ke kursi ku... ngobrol aja sampai siang di sini dengan Cello dan genk nya itu" kata Rindu sambil pergi.
Cello dan yang lain hanya melihat Rindu yang kembali ke kursi nya dengan diam dalam hati Cello susah sekali membuat Rindu bersikap baik padanya, ia kerap bertanya pada diri nya sendiri mengapa di antara murid di kelas hanya dengan nya saja Rindu sangat jutek dan ketus apa karena Cello tidak pintar batin nya karena ith Rindu tidak suka dengan nya menganggap nya tidak punya masa cemerlang.