
"Benar...ayah, sekarang kita ke rumah sakit ya.. lihat keadaan perempuan yang Rindu tabrak... " kata Rindu sambil memegang tangan ayahnya
"Iya sayang.. " kata ayah nya"
"Ibu khawatir sekali... saat di telephone ibu sempat mendengar suara tabrakan dan sambungan pun terputus" kata ibu Rahmi
"iya bunda.... handphone nya pun udah rusak parah sama dengan honda yang di depan itu.. hancur lebur... maaf ya yah.. bun... jadi buat beban harus ngeluarin uang lagi untuk benerin itu honda.. " kata Rindu dengan tidak enak hati lantaran ia membuat kedua orang tuanya hatis menanggung pembiayaan motor juga biaya rumah sakit untuk korban yang belum diketahui nama nya itu.
"itu tidak menjadi masalah buat ayah dan bunda... sekarang kamu nya lihat... kening mu berdarah.. baju sekolah juga udah sampai kotak seperti ini... ya Allah anak bunda... pipi kamu... " kata Ibu Rahmi dengan sedih melihat wajah anak nya penuh luka-luka bahkan baju sekolah batik nya sangat kotor, Rindu terlihat melepaskan tangan bunda nya yang memegang pipi tirus nya karena sakit setiap di sentuh.
"jangan di pegang bun... masih sakit... oh ya... kakak ini siapa nya papa... kok dia tau rindu anak nya papah... baik banget mau nemenin Rindu dan jelasin ke pak polisi nya.. " kata Rindu dengan tersenyum ke arah muslimah perempuan tersebut yang berdiri tak jauh dari mereka terlihat mata indah di balik cadar hitam itu.
"Iya kenalkan ini Nisa anindya mahasiswi ayah di kampus, baru semester 4, dia lah yang menghubungi ayah mengatakan bahwa anak kesayangan ayah ini mengalami kecelakaan..." kata pak Adi"
"oh... halo kak... Rindu Adi Rahmi" kata Rindu dengan bersalaman dengan Nisa
"Iya... Kakak Nisa Anindya... panggil aja kak Nisa" kata Nisa dengan menyambut uluran tangan Rindu yang bersalaman dengan nya.
"Baiklah... mari kita pulang... soal pergi ke rumah sakit.. biar bunda dan ayah yang ke sana.. menjenguk nya dan bertemu dengan kedua orang tua nya... kamu gak usah pikir yang lain.. pulanglah ke rumah bersama kak Nisa.. untuk motor mu udah di bawa pulang oleh pak kadip (supir mereka)"kata ibu Rahmi
"Eemm... baiklah... kak Nisa gak apa-apa kan mengantarkan ku ke rumah" kata Rindu melihat ke arah nya.
"Sama sekali gak apa-apa... ayok lah kita pulang sekarang... Rindu juga terlihat sangat letih.. " kata Nisa melihat ke arah nya.
"Terimakasih kak Nisa... yaudah ayah-Bunda. Rindu pulang terlebih dahulu ya bareng kak Nisa.. Assalamu'alaikum" kata Rindu sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Waalaikumsalam.. Hati-hati ya Nisa bawa motor nya" kata ibu Rahmi terliat Nisa mencium tangan nya setelah Rindu melakukan nya
"Iya buk.... kami izin pergi.. " kata Nisa terlihat ia juga meminta izin pada pak Adi dosen wali nya di kampus terlihat ia mengatup kan kedia tangan nya.
Kedua orang tua Rindu pun mengangguk dan kini di dalam perjalanan Nisa terlihat ingin menghibur Rindu yang sedang sedih sekaligus khawatir akan kejadian yang baru di alami, Nisa nampak menceritakan keseruan di kampus dan metode belajar yang diterapkan ayah Rindu pada semua mahasiswinya sungguh mudah dipahami.
__ADS_1
"Rindu... kamu dengar enggak... kakak ceritakan tentang kampus.. sebentar lagi kamu mau tamat di sekolah Jakarta Islamic... kan.. "kata Nisa sambil melihat nya di balik kaca spion nampak Rindu duduk dengan lesu dan nampak banyah hal yang menjadi buah pikiran nya.
"Iya dengar kak.. cuman Rindu lagi kurang bersemangat aja.. maaf ya kak.. dari cerita kakak gak semua nya Rindu dengar. " kata Rindu
"Iya gak masalah... ini kita udah sampai... di rumah itu kan dek. " kata Nisa menunjukkan ke rumah berwarna putih bertema minimalis itu nampak satu lantai namun halaman nya luas dan indah tersusun bunga melati dalam pot tentu saja bunga kesukaan sang bunda.
"Iya... " jawab nya dan tak lama tepat di depan rumah putih tersebut tanpa pagar berdempetan dengan rumah tetangga nampak ibu di sebelah rumah nya sedang menyiram kan tanamannya.
"Terima kasih kak... masuk dulu kak ke rumah... Rindu buatkan teh, kopi atau sirup" kata Rindu berdiri di depan pintu rumah nya.
"Enggak Rindu... Terimakasih. . . kakak langsung pulang aja.. takut kemalaman pulang ke rumah, lain kali aja... titip salam buat kedua orang tua Rindu ya.. " kata Nisa dengan tersenyum nampak di balik cadar nya ia begitu senang dapat membantu anak dosen nya ini.
Dan kini Rindu langsung masuk ke kamar nya, di rumah nya tidak ada pembantu sehingga semua anggota keluarga yang merapikan kamar masing-masing dan membersihkan rumah. Di rumah nya hanyalah ada 3 orang yaitu ayah bundanya dan dirinya sedangkan 2 kakak perempuan nya telah menikah dan tinggal di rumah masing-masing.
***
Tak terasa sudah waktunya shalat Ashar, terdengar adzan dari mesjid yang tak jauh dari rumah Rindu hanya sekitar berapa langkah saja sangking dekatnya. Rindu membawa mukena ke sekolah karena di sekolah nya ada Shalat Zhuhur berjamaah dengan semua murid sekolah dan agar tidak terlewatkan waktu shalat nya baru kemudian setelah selesai mereka melanjutkan kembali belajar nya baru tepat di jam 14.00 siang mereka pulang sekolah, namun meski begini ada juga di kalangan murid yang tidak membawa mukena dari rumah bahkan ada yang berbohong sedang haid, ada yang bersembunyi di bawah meja atau pergi ke toilet lalu tidak kembali lagi, karena mereka tidak ingin shalat di mushola sekolah melainkan di rumah nya.
Assalamualaikum.. warahmatullahi.. wabarakatuh.. "Ucap Rindu setelah shalat dan nampak air mata nya mengalir berdoa paya yang Maha Kuasa agar diberikan hati yang tenang dan rasa tanggung jawab untuk masalah ini karena pada fakta nya ia sama sekali belum pernah mengalami hal ini dan selalu berhati-hati dalam mengemudi namun naas ini sudah ditakdirkan terjadi padanya.
setelah selesai ia pun merapikan kembali mukena nya dan pergi ke arah meja belajar nya mengambil Handphone nya betapa terkejut nya ia melihat group kelas bernama 3 IPA 2 sedang ribut membicarakan dirinya perihal kecelakaan yang dialaminya, sungguh Rindu tidak percaya dengan apa yang dibaca nya sekarang bahwa mereka mengatakan dirinya menabrak orang tapi tidak bertanggung jawab malah melarikan diri sehingga di tangkap oleh polisi terlihat juga dari kiriman Gio mengirimkan foto saat ia masuk ke kantor polisi.
Group 3 IPA 2
"Astaga... aku gak nyangka Rindu sekejam itu menabrak orang tapi tidak bertanggung jawab"
"Sungguh orang tidak punya hati nurani, apa pantas dikatakan manusia tapi tidak memanusiakan manusia, kalian setuju gak dengan apa yang ku katakan...kalau setuju angkat tangan"
✋
✋
__ADS_1
✋
✋
✋
begitu banyak yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh teman sekelas nya ini, Rindu mengscroll semua chat satu persatu membacanya.
"mereka sama sekali tidak tau apa-apa... malah membully ku seperti ini, mengapa dengan kalian begitu bencinya kah kalian kepada ku..." kata Rindu dengan geram, ia tidak tahan dengan ini besok saat sekolah dalam hati Rindu ia akan buat perhitungan kepada orang yang menyebarkan berita bohong ini.
mereka sampai menyebar luaskan berita ini bahkan salah satu murid mengupload berita tersebut ke Facebook dan sosial media lainnya yang mereka punya.
"Jangan bilang seperti itu, kita tidak tau kebenarannya.. jangan makan mentah-mentah berita yang kita baca banyak berita hoax yang beredar jangan makin kita viralkan... itu termasuk kepada mengghibah... dosa tau.. aku cuman bilang aja sebagai teman hanya mengingatkan" balas Winda di Group
"ya wajar Winda membela teman sebangku nya" balas yang lain.
"Siapa yang setuju dengan ku untuk masalah ini, sebagai pembelaan dan dukungan kepada korban yang telah dianiaya, kita memboikot Rindu dari kelas, jangan anggap dia ada di kelas, gak usah bicara dengan nya, anggap aja hantu yang berubah wujud😂😂😂😂
🤪
🤣
🤣
Balas yang lain dengan emoticon ketawa. Nampak Rindu sama sekali tidak membalas apapun ia tidak ingin mereka tambah ribut di Group, kalau saja ada wali kelas di group tentu saja mereka tidak akan bicara seperti itu namun ini mereka sangat licik membuat dua group yang satu ada wali kelas kata-kata yang dilontarkan pun bagus berbeda dengan group ini terlihat sekarang entah kata apa saja yang tidak dikatakan menurut mereka hanya bercanda untuk menghibur namun salah jika melukai perasaan orang dan menghina orang lain itulah kini yang menjadi masalah besar banyak candaan yang tidak pada tempat nya.
"Setuju banget...Rindu Caper.. sok pintar merasa paling hebat... males banget lihat dia, lebih baik dikeluarkan aja dari sekolah, mempermalukan nama baik sekolah karena sikap nya yang tidak terhormat... dasar cewek gak punya perasaan... hati nya dingin kayak salju di benua Antartika"balas Gio
"Mungkin karena itu gak ada yang mau sama dia... lihat aja.. dari dulu sampai sekarang gak pacaran... kan gak laku itu namanya" balas Riska murid di kelas yang benci dengan Rindu karena Rindu berkali-kali dipilih oleh wali kelas dan para murid lainnya sebagai bendahara dan sekaligus menjadi ketua kebersihan kelas, ia dari kelas 1 sampai kelas 3 ini selalu memegang 3 jabatan sekaligus yaitu bendahara, ketua kebersihan dan ketua keamanan untuk acara sekolah.
Namun di kelas 3 ini akan diadakan rapat untuk pemilihan ketua baru mengingat Rindu hanya tinggal beberapa bulan lagi di sekolah ini setelah itu akan tamat sekolah di jenjang ini, Riska yang melihat Rindu banyak diangkat menjadi perangkat kelas membuat nya selalu marah kepada Rindu dan memusuhi nya terhadap apapun.
__ADS_1