
kalian bertiga... siapa itu wanita yang tidak terhormat siapa yang tidak tau malu kecelakaan apa yang kamu maksudkan, malarikan diri apa... tolong jaga mulut pedas mu itu.... cara bicara mu tidak mencerminkan di mana kamu menimba ilmu"kata Rindu dengan geram berdiri di hadapan ketiga nya semua murid yang duduk di kursi masing-masing menghentikan menulis catatan dan berbalik melihat ke arah mereka.
"Kenapa... kamu gak suka" tanya Riska beranjak dari kursi nya dan berdiri di hadapan Rindu sambil menolak Rindu dengan tangan nya untung Cello memegang Rindu sehingga ia tidak terjatuh ke lantai.
"Lepas... " kata Rindu sambil melepaskan dengan kuat tangan Cello dari nya.
"Kenapa kalian jadi seperti ini, jujur aku sama sekali tidak ada masalah dengan kalian namun kalian terus mencari masalah dengan ku.. sebelum menghina orang lain bercerminlah dulu pada diri sendiri... salah ku apa pada kalian sehingga kalian sangat membenciku... kejahatan apa yang kulakukan sehingga membuat kalian jadi bersikap kejam seperti ini... bahkan merendahkan ku di hadapan teman-teman yang lain... ingat satu hal bahwa merendahkan ku tidak membuat kalian meninggi, jangan berbicara seperti orang yang tidak berpendidikan."kata Rindu dengan marah terlihat Riska melayangkan tamparan terhadap Rindu dan dengan cepat Rindu menahan tangan Riska mendarat di pipi nya.
" Sakit.... tentu saja sakit... begitu lah yang kurasakan saat kamu menghina ku, mengejek ku, dengar ya tidak semua orang yang kamu bully itu lemah tapi mereka memilih diam karena mereka tau bahwa itu hanya membuang waktu saja berhadapan dengan orang yang tidak cukup perhatian di keluarga... jadi seperti itu mencari perhatian dengan membully "kata Rindu memegang tangan Riska dengan kuat sehingga nampak Riska kesakitan sebelum akhirnya Rindu melepaskan tangan Riska.
" Jika aku tidak bertanggung jawab kepada korban tentu hari ini aku sudah berada di kantor polisi namun buktinya aku telat berdiri di hadapan kalian..."kata Rindu sebelum akhirnya meninggalkan mereka.
Cello yang berada di sana pun duduk kembali ke kursi nya namun saat tak berapa lama Riska Biola dan Eli menarik jilbab Rindu dari belakang ketika Rindu hendak kembali ke kursi nya sikap tersebut hampir saja membuat jilbab Rindu terlepas dengan sigap Winda sebagai teman karib nya pergi ke arah Rindu dan melepaskan tangan Biola dari jilbab Rindu hingga tidak terjadi kejadian di mana rambut Rindu terlihat. Semua murid nampak tegang akan keadaan tersebut termasuk Aldi sebagai ketua kelas ia memiliki tanggung jawab untuk membuat kelas ini terhindar dari kegaduhan namun sangat di sayangkan akibat ulah nya itu Winda dan murid perempuan lain merasa sikap ketiga nya tidak dapat diterima lagi karena sudah berniat mempermalukan Rindu.
"Riska..kamu kenapa jahat sekali kepada Rindu, Biola Eli kalian pun sama" kata teman yang lain"
"Iya benar... kalian adalah perempuan bagaimana bisa bersikap seperti itu untuk teman sekelas kalian.... ini Rindu perempuan yang sama yang menolong mu saat kamu mengalami masalah dengan murid kelas lain" kata yang lainnya lagi"
Dan di balik itu semua kelas ini sama sekali tidak sadar bahwa kelas mereka yang berdekatan dengan kelas lain membuat kebisingan yang luar biasa menganggu kedamaian kelas lain hingga akhirnya terlihat lah ibu Dena yang merupakan wali kelas mereka kebetulan sekali kelas sebelah beliau yang sedang mengajar.
"Rindu, Winda, Riska, Biola dan Eli ada apa dengan kalian... berhenti" kata ibu Dena nampak menatap mereka dengan tajam terlihat kini ia masuk dan berdiri di tengah mereka.
__ADS_1
"Untung saya yang melihat kejadian ini bagaimana jika guru lain...mata pelajaran apa di jam ini" tanya ibu Dena
"Sejarah buk... harusnya ulangan namun namun beliau berhalangan hadir sehingga meminta kami untuk melengkapi catatan.
"Lalu kenapa malah berkelahi... bukannya lengkapi catatan kalian" kata ibu Dena
"Riska, Biola dan Eli buk mereka yang duluan menghina saya di depan teman lain, tidak hanya itu mereka menarik jilbab saya hinga hampir saja rambut saya terlihat" kata Rindu pada guru kelas nya itu.
"Benar itu... " kata ibu Dena melihat ke arah mereka bertiga namun nampak ketiga nya hanya bisa diam dan menundukkan kepala nya menolak melihat mata ibu Dena.
"Kenapa diam.... diam kalian ini saya anggap benar bahwa kalian melakukan tindakan tidak terpuji itu pada Rindu... sejak awal sudah diberi tau, juga telah banyak penyuluhan yang diberikan saat kalian masuk ke sekolah ini bahwa bully membully salah satu kejahatan yang bisa di penjarakan.. "kata ibu Dena
" Ibu bisa bertanya pada semua murid di kelas ini, bahwa benar adanya mereka mengejek saya mengatakan bahwa saya melarikan diri dari tanggung jawab karena ketakutan telah menabrak orang sampai masuk ke rumah sakit"kata Rindu dan semua murid pun membenarkan apa yang dikatakan oleh Rindu.
"Maaf buk... kami tidak akan mengulanginya lagi" kata Biola melihat ke arah guru nya ini
"Jangan minta maaf sama saya... tapi dengan Rindu yang kalian lukai perasaan nya" kata ibu Dena
"Rindu... maaf ya.. " kata Biola, Riska dan Eli nampak mereka mengulurkan tangan nya hendak bersalaman dengan Rindu nampak Rindu enggan menjabat tangan mereka namun ia teringat perkataan ayah nya bahwa yang susah adalah memafkan dan karena hal itu sehingga yang paling banyak pahala nya karena mau memaafkan di kala kita sangat tersakiti.
"Iya aku maafkan... " kata Rindu menerima uluran tangan mereka ia sudah berusaha membuat hati dan perasaan nya menjadi tenang seperti semula dan memaafkan dengan tulus meskipun ia tidak tau apakah ketiga nya ini benar-benar meminta maaf atau hanya di depan guru saja.
__ADS_1
"Sekarang berpelukan lah termasuk kamu Winda ya" kata Ibu Dena dan nampak kelima nya saling berpelukan satu sama lain dan kini keadaan kelas telah kondusii kembali.
Ibu Dena pun terlihat telah keluar dari kelas tersebut dan Rindu kembali menulis catatan nya lagi di saat itu pula Cello mendatangi nya dan duduk di kursi di depan Rindu yang kosong karena salah seorang murid di kursi tersebut sakit hingga tidak dapat bersekolah di hari ini.
"Rindu... masih marah" tanya Cello pada nya dan nampak Rindu berhenti menulis semua murid nampak tersenyum melihat Cello yang begitu keras nya dalam berupaya memenangkan hati Rindu meskipun Cello selalu mengatakan kepada mereka bahwa ia hanya mengagumi Rindu dan ingin menjadi teman nya karena selama ini Rindu sangat dingin dengan nya.
"Tidak... tapi setelah kedatangan mu aku jadi marah kembali" kata Rindu dengan tersenyum tipis kepada Cello
"Aku sudah menduga bahwa kamu akan mengatakan nya... Rindu Oh Rindu... apa sih yang membuat kamu begitu dingin, tapi aku akan membuat mu tersenyum bahagia" batin Cello
"Tau gak beda nya kamu dengan modem" tanya Cello kepada Rindu du terlihat ia mengambil pulpen nya Rindu agar Rindu tidak menulis dan bisa fokus dengan pertanyaan nya.
"Gak tau memangnya apa bedanya" tanya Rindu kembali mengambil pulpen nya dan terlihat meletakkan nya di buku nya dan fokus mendengar kan Cello"
"Kalau modem terhubung ke internet kalau kamu terhubung ke hati ku... " kata Cello sambil menunjukkan tanda love dengan tangan nya kepada Rindu, terlihat pula Winda yang duduk di samping Rindu, tertawa sambil menepuk bahu Rindu dan mengatakan cieee-cieee
Rindu nampam tersenyum meskipun menampilkan sikap cuek jelas ia tersenyum juga di rayu oleh Cello.
Dan kini semua murid mengatakan Cieee kepada Rindu kecuali Riska, Biola dan Eli yang tidak mengatakan nya
"Ciee... Rindu.... seperti nya ada yang lagi kasmaran nih... " kata Aldi ketua kelas nampak bertepuk tangan dan seketika mereka ribut kembali.
__ADS_1
"Tembak- tembak... tembak... tembak Rindu.... Cello... sebelum di ambil Aidan" kata yang lain nya.
"Setuju... sedih loh nantinya" kata Aldi dan terlihat Cello tertawa saja sedangkan Rindu nampak kesal akan hal itu dan tak lama guru mata pelajaran lain masuk ke kelas mereka karena telah ganti jam pelajaran dan Cello pun pindah ke kursi nya lagi.