Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
21. Sangat kecewa


__ADS_3

"Maaf atas kelancangan putri bapak, Ahnaf apakah kamu akan mengurungkan niat mu terhadap Rindu" kata pak Adi yang nampak kini begitu kecewa akan keputusan Rindu yang menolak ta'aruf dari Ahnaf.


"Maaf pak, saya pikir mungkin sebaiknya seperti itu, saya izin pamit pak, udah terlalu malam juga, Assalamu'alaikum" kata ahnaf dan terlihat ia kini beranjak dari kursi dan bersalaman jarak jauh dengan kedua orang tua Rindu.


"Waalaikumsalam" kata mereka serentak dan terlihat ibu Rahmi mengantarkan Ahnaf sampai depan pintu dan kini saat Ahnaf telah pergi dan pintu tertutup rapat terlihat lah raut wajah kecewa dari ayah dan ibunya Rindu nampak mereka hanya diam seribu bahasa sebelum akhirnya sama-sama pergi ke kamar mereka.


Di lain sisi, Ahnaf yang mengendarai mobil putih nya nampak merasa lega bahwa Rindu menolaknya dan terlihat kini ia sedang berbicara dengan sahabat nya Rendi.


"Rendi...kamu lagi di mana " kata Ahnaf sambil terus mengemudi.


"Di kost, kenapa...kamu ingin bercerita mengenai perjodohan mu dengan anak dosen" kata Rendi.


"Iya...aku ke kost mu sekarang" kata Ahnaf yang nampak melaju cepat ke kost nya sang sahabat.


Sesampainya di sana nampak Ahnaf berada di pintu kost Rendi mengetuk pintu nya tiga kali dan terlihat lah Rendi dengan kaos hitam membuka pintu kost nya.


"Aku tidak sabar mendengar cerita mu, bagaimana Rindu cantik gak" kata Rendi seraya tersenyum menggoda Ahnaf.


"Kalau cantik memang nya kenapa" kata Ahnaf sambilan masuk ke kost nya Rendi dan duduk di lantai berlandaskan tikar itu.


"Ya pasti kamu suka lah" kata Rendi duduk bersama nya.


"Gak... aku tidak menyukai nya dan dia pun juga tidak menyukai ku, ya aku akui dia sangat cantik dan manis namun kami tidak bisa bersama, aku harap pak Adi mengerti akan hal itu, sungguh aku tidak bisa menolak nya untuk menikahi Rindu tapi harus bagaimana lagi Rindu sendiri tidak memberi kesempatan untuk saling mengenal" kata Ahnaf melihat ke arah Rendi.


"Kalau begitu kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut toh bukan kamu yang menolak tapi dia" kata Rendi

__ADS_1


"Iya benar" kata Ahnaf


"Oh ya... Rindu itu bagaimana" tanya Rendi


"Rindu adalah keinginan atau rasa ingin bertemu dengan orang lain begitu dalam itulah yang dinamakan Rindu" jawab Ahnaf


"Dasar ustadz pura-pura, tanya ini lain dijawab maksud aku Rindu anak nya dosen kita itu dia bagaimana mata nya, hidung nya, putih atau kuning langsung ya ciri-ciri nya" kata Rendi teman satu unit nya ini sekaligus teman satu unit Nisa Anindya memang memiliki jiwa penasaran yang begitu dalam terhadap apapun yang ingin diketahui nya.


"Kamu lihat sendiri aja, aku gak mau ngejelasin karena setiap mata orang itu berbeda-beda lain di aku lain di kamu. Lagi pula bukannya kamu ingin menikah" kata Ahnaf


"Justru karena aku ingin menikah lah aku bertanya Rindu seperti apa orang nya. Oh ya dari kaca mata mu hukum aku menikah itu wajib, sunah, haram, atau makruh" tanya Rendi pada Ahnaf yang merupakan teman seperjuangan nya ini.


"Menurut ku kan? ini kamu bertanya menurut kaca mata ku kan, jangan marah ya" kata Ahnaf


"Ya, jawab aja jangan banyak cincong" kata Rendi tidak sabar menunggu jawaban dari Ahnaf.


"Apa? kenapa seperti itu kok Haram setauku hukum haram pernikahan jika aku menikah untuk menyakiti dan berbuat jahat ini kan gak aku hanya menyempurnakan separuh agama ku" kata Rendi dengan tersenyum dan nampak memasang wajah gusar hanya untuk bercanda.


"Tenang... bercanda kok, oh ya pernikahan itu jangan hanya memikirkan keindahan dan hal yang baik-baik saja karena dalam pernikahan lebih banyak permasalahan namun dari cara bagaimama dalam menyelesaikan permasalahan itu secara baik dan benar maka justru di situlah keindahan nya, kesulitan dulu baru kemudahan. Pernikahan itu ibarat sebuah kapal kalau nahkoda nya salah dalam bertugas maka kapal tidak akan sampai ke tujuan dengan selamat malah akan tersesat ke tujuan yang salah jadi perlu adanya pimpinan yang baik dan benar dalam sebuah bahtera pernikahan sehingga akan membawa pernikahan sampai ke tujuan yaitu surga" kata Ahnaf yang nampak kini meminum segelas air dalam kemasan yang telah disediakan oleh teman nya ini nampak ia melihat jam telah jam 22.00 malam sehingga dirinya berfikir untuk segera pulang.


Namun Rendi mengatakan bahwa Ahnaf menginap saja di kost nya lagi pula ia hanya sendiri salah satu teman kost sudah kembali ke kampung halaman namun sebelum itu Rendi sudah terlebih dahulu menerima izin dari teman satu kost nya bahwa dia bisa membawa teman nya ke kost dan menginap di sini juga.


"Ya kau benar, mungkin di situlah kebanyakan kaum adam lupa bahwa sebelum menyempurnakan separuh agama nya ia harus memenuhi separuh lainnya terlebih dahulu agar bisa menjadi nahkoda yang membawa para penghuni kapal nya sampai ke tujuan yang benar dan selamat" kata Rendi yang nampak mencas tangan nya dengan tangan Ahnaf sama-sama sepakat akan menikah dengan niat yang baik dan tujuan yang baik bukan semata-mata karena melihat sosial.


"Kamu pasti sangat kecewa karena Rindu menolak mu"kata Rendi

__ADS_1


" Ya... Tapi aku berusaha untuk menerima mungkin ini yang terbaik untuk kami berdua"kata Ahnaf.


"Apa kamu gak takut nilai mu akan bermasalah" kata Rendi


"Enggak... aku tau pak Adi tidak akan mengampuri urusan pribadi dengan profesi" kata Ahnaf " tersenyum


"Kalau begitu pak Adi yang sangat kecewa beliau jelas terlihat begitu bahagia jika kamu menjadi menantu nya" kata Rendi


"Eemm... ya.. aku bisa melihat raut wajah kedua orang tua Rindu tapi sudahlah jangan berbicara tentang Rindu, takut khilaf" kata Ahnaf


"Oh benarkah, aku fikir orang seperti kamu gak akan" kata Rendi


"Kan aku Normal.. yang benar saja kamu" kata Ahnaf


"Hahahaha... 🤣🤣🤣 iya juga sih" kata Rendi.


"Eeemm.... tapi ngomong-ngomong aku penasaran ingin bertemu dengan Rindu, aku ingin tau alasan mengapa ia menolak mu padahal kamu tampan, baik, pintar dan sopan juga semua akhwat di kampus ini selalu setiap bertemu dengan ku memberi salam untuk mu namun Rindu menolak dengan satu pertemuan saja seperti nya ia akan menyesal setelah tau kamu siapa"kata Rendi tertawa melihat ke arah Ahnaf.


"Bukan jodoh... lagi pula memang nya siapa aku sehingga semua orang harus menyukai ku, suka dan tidak suka itu beda tipis pasti selalu ada dalam kehidupan ini" kata Ahnaf yang nampak kini pergi ka kamar mandi untuk mencuci tangan nya.


"Ahnaf... kamu itu orang nya pintar aku pikir setiap duduk dengan mu dan berbicara dengan mu pasti kamu akan mengatakan judul buku, hadis, dan surah namun tidak sama sekali. sama saja seperti pemuda pada umumnya"kata Rendi yang nampak berbicara sedikit keras agar Ahnaf bisa mendengar nya.


Terlihat Ahnaf tertawa dalam benak nya dalam berteman berbicara itu seperti biasa layak nya teman tidak ada memakai gelar ini dan itu lagi pula yang paling penting setiap berbicara adalah hal yang baik nampak Ahnaf terlihat berbaring di tempat tidur nya Rendi sedangkan Rendi nampak berpindah tempat ke arah kursi belajar terlihat ia membuka laptop nya mengerjakan tugas kuliah.


"Oh ya Ahnaf... besok kita ada acara musyawarah bersama fakultas bukan" kata Rendi

__ADS_1


"Iya... jam 09.00, di aula 3" kata Ahnaf yang nampak kini ia setelah berwudhuk sebelum nya akhirnya memilih untuk tertidur sedangkan Rendi masih di hadapan laptop.


__ADS_2