Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
32. Bahan tertawaan


__ADS_3

"Rindu, tumben jalan kaki, " Kemana kendaraan roda dua mu. "Tanya Cello melihat ke arah nya nampak ia turun dari motor nya dan mendekati Rindu.


" Di rumah, permisi ya Cello, kami terburu-buru. "Kata Rindu menarik tangan Winda dan kedua nya pun pergi terlihat Cello dan Arman hanya melihat dari jauh kepergian mereka.


" Winda dan Rindu sama-sama menjauh dari kita ya, kayaknya. "Kata Arman


" bukan kayaknya tapi memang iya"Kata Cello kedua nya pun langsung naik motor nampak Arman membonceng dengan Cello.


Di lain sisi kini Rindu dan Winda sudah sama-sama naik bus. Kedua nya duduk berdampingan, dalam perjalanan," Rumah pertama yang sampai adalah rumah nya Winda lantas Winda pun langsung turun dan tak lupa ia izin kepada Rindu.


"Rin... aku duluan ya, " Nanti kita bertemu di sekolah. "Kata Winda melihat ke arah Rindu yang duduk di sebelahnya di samping jendela.


" Oke. "Terimakasih ya Winda, " Sudah mau menemani ku menginap di rumah, aku jadi tidak kesepian. "Kata Rindu tersenyum pada nya


" Iya sama-sama, sampai jumpa. "Ucap Winda melambaikan tangan nya dan ia pun langsung turun dari bus setelah membayar kepada kenek.


" Sampai jumpa. "Kata Rindu tersenyum


Dan kini dalam perjalanan nampak kenek yang mendengar percakapan mereka mengobrol dengan Rindu.


" Adek, siapa nama-Nya? "Tanya kenek yang terlihat lebih tua dari Rindu berdiri di pintu keluar bus


" Pak... berhenti pak," Rumah saya di situ. "Ucap Rindu, tak kala melihat rumah nya yang hampir terlewat. Dengan cepat pengemudi langsung berhenti dan Rindu pun keluar dengan tergesa-gesa setelah memberikan uang nya kepada kenek dengan terburu-buru, Ia bukannya tidak mendengar perkataan kenek bus kepadanya melainkan karena ia ketakutan. Pikiran yang buruk tentang pengalaman teman nya membuat ia jadi berfikir negatif meskipun belum tentu ia akan di perlakukan tidak sopan.


"Ada apa dengan dia." Terlihat seperti orang ketakutan, "padahal anda cuman bertanya namanya saja. " Kata ibu perempuan kepada kenek ia melihat sikap aneh Rindu membuat nya terheran-heran.


"Mungkin untuk zaman sekarang bertanya nama seorang perempuan, dianggap tidak sopan, " Padahal maksud saya bertanya nama nya karena ia terlihat seperti nama anak yang dulu pernah mengalami kecelakaan, entah dia atau bukan tapi wajah nya mirip menurut saya. "Tapi sudahlah" Kata kenek tersebut tersenyum tipis yang berkumia tersebut.

__ADS_1


"Ya mungkin saja. "Turunkan saya di simpang itu saja. " Kata ibu berjilbab merah tersebut


"Baik buk, pak berhenti. " Ucap Kenek nampak pengemudi bus pun berhenti dan setelah mengambil uang bayaran terlihat buat tersebut langsung tancap gas untuk mengantarkan para penumpang lain ke tujuan masing-masing.


"Assalamu'alaikum everybody" Ucap Rindu setelah membuka pintu rumah nya dan ia langsung tergeletak di sofa kecapean.


"Tidak ada yang menyaut, harusnya kamu tau tidak ada orang di sini. "Ucap Rindu pada dirinya sendiri.


Nampak Rindu bangun dari sofa dan menuju kamar nya ia melepaskan pakaian sekolah dan langsung menuju kamar mandi membersihkan dirinya sekalian berwudhuk karena Rindu tidak shalat bersama di mushola.


"Ah, aku masih sangat lelah namun bagaimana lagi saat acara perpisahan sekolah, kami sekelas akan tampil. " Kata Rindu yang telah selesai mandi dan nampak ia memakai mukena dan kini terlihat Rindu membentangkan sajadah nya dan shalat.


Selesai shalat Rindu melipat mukena dan sajadah nya ia sudah memakai pakaian panjang sampai lutut berwarna orange dan hijab Plisket berwarna hitam, celana longgar senanda dengan warna hijab nya.


Namun nampak Rindu terburu-buru ia tidak menduga waktu bisa secepat ini sehingga waktu yang ditargetkan nya bisa pergi jam 14.00 siang tepat harus terlambat karena ia melihat jam di dinding kamar nya menunjukkan pukul 14.30 Wib.


Dalam benak nya kemungkinan besar ia akan di marahin oleh guru mata pelajaran seni budaya lantaran sudah diingatkan berulang kali untuk tdak terlambat namun nyatanya ia santai saja. Hingga tidak menyadari bahwa waktu tanpa terasa sudah lewat jam 2 saja.


****


Kini Rindu pun nampak mengendarai motor matic nya dengan kecepatan tinggi dan terlihat ia telah sampai di sekolah.


"Assalamu'alaikum buk, maaf buk saya terlambat. " Kata Rindu melepaskan sepatu nya dan mendekat ke arah guru nya hendak bersalaman.


"Waalaikumsalam, iya gak apa-apa, " Langsung ganti baju ya. "Kata ibu gurunya.


" Iya buk, di mana baju nya."Tanya Rindu

__ADS_1


Nampak guru nya menunjukkan ke arah meja yang mana terdapat kostum yang harus di pakai nya , semua murid kecuali Ringan sudah memakai kostum dan kini terlihat berlangsung nya persembahan Drama yang dilakoni oleh mereka.


Di lain sisi Rindu dan Winda sama-sama berlari menuju ke kamar ganti perempuan yang tak terlalu jauh dari Aula tempat mereka latihan drama.


"Rindu," Yang cepat gantinya ya. "Kata Winda menunggu di depan pintu


" Iya, kamu tetap jaga ya."Aku takut ada orang iseng yang ngegunci aku nanti. "Kata Rindu sambil terus memakai satu persatu kostum nya yang super berat dan panjang itu.


Tema yang akan mereka persembahkan yaitu tentang cerita pibumi dan bangsa Belanda, tentu Rindu yang mendapatkan peran sebagai Pribumi kelas bangsawan harus menyesuaikan pakaian putri kerajaan zaman dulu.


"Yok, " Aku udah selesai. "Kata Rindu membuka pintu kamar ganti.


" Nah, gitu dong," Gak lama tapi pakaian mu udah kamu masukkan ke dalam tas kan, "Jangan nanti tertinggal atau lebih parah hilang. "Terpaksa kamu pulang pakai baju kostum berat tersebut. " Kata Winda


tertawa sambil membayangkan jika benar-benar pakaian Rindu hilang.


Terlihat lah keduanya pergi bersama ke Aula dalam perjalanan mereka bertemu dengan Aidan dan Miko.


"Aidan memanggilmu Rindu. "Kata Winda berbisik kepada sahabat nya ini.


"Udah gak usah open, kita lanjut jalan aja. " Kata Rindu terus berjalan tanpa melihat ke arah mereka.


"Hai, " Aku sangat rindu sekali. "Kata Aidan tersenyum ke arah Rindu namun Rindu tidak menunjukkan reaksi apapun ia hanya diam dan berjalan dengan cepat.


"Oh Rindu... katakan padanya aku Rindu. "Kata Miko berteriak sambil keduanya tertawa


"Seperti nya mereka sedang sakit, menurut ku lebih baik mereka memeriksa diri mereka ke psikolog. " Kata Winda nampak kedua nya tertawa.

__ADS_1


"Itulah, benar sekali yang kamu katakan. "Kata Rindu yang kini keduanya telah sampai di Aula nampak Rindu meletakkan tas nya di bawah lantai dekat dengan dinding.


Winda dan Rindu pun mulai naik pentas yang berwarna merah yang mana tidak terlalu tinggi nampak keduanya pun bergabung dengan teman yang lain melakoni Drama nya sampai selesai, ini merupakan latihan mereka terakhir setelah itu mereka akan melakoni Drama di hari H nya yaitu pada acara perpisahan sekolah.


__ADS_2