Rindu Yang Tak Tersampaikan

Rindu Yang Tak Tersampaikan
4. Rindu Adi Rahmi


__ADS_3

Setelah selesai dengan ulangan matematika terlihat mereka nampak pulang bersama, Rindu pun membonceng Winda dan mengantarkan nya sampai ke pintu rumah Winda terdengar handphone nya berdering langsung ia mengangkat nya saat melihat panggilan tersebut dari ibundanya.


"Assalamu'alaikum bun..."kata Rindu sambil fokus mengemudi dan menaruh handphone di helm yang sedang dipakai nya agar tidak terjatuh.


" lagi dimana...udah jam 2 belum pulang"kata ibu Rahmi


"Iya maaf bunda... ini lagi di jalan menuju pulang..." kata Rindu namun tiba-tiba terlihat Rindu hilang kendali ia yang tidak fokus mengemudi karena menelfon, Rindu tidak melihat bahwa ada seorang remaja perempuan sedang menyeberang hingga akhir nya ia pun menabrak nya.


brukkk... brukkk... nampak remaja perempuan tersebut dengan hijab biru yang dililitkan di leher nya dan celana longgar yang dikenakannya terkena cucuran darah dan ia pun sama sekali tidak bisa bangun karena kesakitan, remaja tersebut tidak sadarkan diri hingga terlihat darah nya terus mengalir. Rindu sangat ketakutan ia pun yang juga terjatuh dari motor nya terlihat langsung pergi ke arah remaja yang telah ditabrak nya itu nampak juga motor nya rusak parah, Rindu benar-benar cemas ia berusaha berteriak meminta tolong dan terlihat lah begitu banyak orang pergi ke arah mereka dan mengerumuni mereka.


"Pak...Tolong telephone ambulance...saya khawatir, terjadi apa-apa dengan nya" kata Rindu dengan menangis terlihat remaja tersebut menggenggam tangan Rindu dengan kuat.


"kamu menabrak nya... siapa nama mu.." kata seorang bapak paruh baya setelah memerikaa denyut nadi remaja tersebut.


"Maaf Pak.. saya lalai, namun saya akan bertanggung jawab" kata Rindu terlihat tangab nya bergetar terus menerus.


"Siapa nama mu... kamu harus bertanggung jawab, jika terjadi sesuatu pada anak ini... kamu akan dimasukkan ke dalam penjara" kata ibu parah baya tang berdiri di kerumunan.


"Rindu Adi Rahmi... " kata Rindu dengan ketakutan ia tau bahwa mereka bukannya terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit namun malah terlebih dahulu menghubungi pihak kepolisian sungguh Rindu paham betul bahwa sekarang ia dalam masalah besar.


"oke... kami sudah menghubungi pihak kepolisian juga pihak rumah sakit...sebentar lagi akan sampai.. kami bersiaplah untuk memberi keterangan yang benar" kata bapak paruh baya tersebut yang terlihat kejam, Rindu hanya berusaha tenang dan berdoa agar remaja yang sekarang di pangkuan nya ini yang seumuran dengan nya tidak terjadi hal yang serius dengan nya.

__ADS_1


*****


Dan tak lama terlihat ambulance datang dan remaja tersebut di bawa masuk ke dalam mobil ambulance dan beberapa ibu-ibu di sana menemani nya ikut ke rumah sakit namun saat Rindu ingin menemani remaja tersebut, ia berniat pergi ke rumah sakit, namun ibu dan bapak yang lain di sana melarang nya dan meminta nya menunggu pihak kepolisian bahwa ia harus memberi keterangan dengan segera.


Rindu benar-benar bertambah ketakutan terlihat seorang perempuan muslimah yang nampak lebih tua dari nya mendekati nya.


"Maaf...kamu Rindu Adi Rahmi kan... anak pak Adi" kata seorang perempuan muslimah dengan jilbab syar'i putih memakai cadar.


"iya benar...saya sudah menghubungi pak Adi beliau meminta saya untuk menemani kamu selama berada di kantor polisi" kata muslimah tersebut.


Rindu hanya memgangguk dan tak lama terlihat mobil polisi datang dan keluarlah 2 orang polisi menemuinya dan tanpa berpikir lama, Rindu di bawa ke kantor polisi dan motor nya pun di amankan oleh pihak polisi. Sedangkan muslimah bercadar yang belum diketahui nama nya itu ikut pergi menyusul nya ke kantor polisi dengan motor berwarna hitam milik nya.


Di kantor polisi sendiri Rindu duduk tepat di kursi berhadapan langsung dengan kepala Polisi dan di samping nya muslimah bercadar tersebut ia menjelaskan dari awal hingga akhir tanpa ia lebih kan dan tambahkan bahwa itu murni kecelakaan.


"Dalam hal ini adek tau kesalahannya apa" tanya pak polisi "


"Iya saya sangat menyesal dan saya minta maaf" kata Rindu dengan menunduk


"Adek memiliki SIM, STNK dan semua surat lengkap, apa tidak ada masalah dengan status motor" kata pak polisi dengan melihat ke arah nya dan nampak Rindu sedikit cemas ia mencoba tenang dan berfikir apa ia membawa semua kelengkapan surat motor nya.


"Saya sudah memiliki SIM dan semua surat nya juga lengkap" kata Rindu.

__ADS_1


"Bisa saya Lihat, adek membawa nya "kata pak polisi"


"Iya bawa... " kata Rindu saat melihat di dalam tas nya bahaa surat motor dan SIM nya ada di bawa nya dan rapi tersusun di tas nya dan segala ia memperlihatkan pada pihak polisi.


"Baiklah... jadi nama mu Rindu Adi Rahmi" kata pak polisi sambil mengembalikan SIM nya dan langsung Rindu memasukkan nya lagi ke dalam tas nya dengan rapi.


"Iya... " jawab nya, dalam hati Rindu dari semenjak seharian ini banyak sekali yang bertanya nama panjang nya ada apa sebenarnya batinnya ini, memikirkan.


"Jika adek bukan seorang perempuan dan tidak memakai seragam sekolah mungkin masyarakat akan bertindak di luar batas" kata Pak polisi "


"Iya benar... dan harusnya hal itu perlu ditingkatkan lagi pada masyarakat bahwa negara ini negara hukum jangan main hakim sendiri, saya sudah katakan bahwa saya akan bertanggung jawab, saya mengakui kesalahan saya dan akan menerima apapun hukuman yang menjadi hukuman saya dengan baik" kata Rindu.


"Maaf Pak...apakah sebaiknya dalam hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.. lagi pula antara kedua belah pihak belum bertemu, mungkin dengan bertemu dan berbicara seluk beluk kejadian hal ini tidak harus berada di meja hijau... Rindu ini masih sekolah ia seorang pelajar "kata Muslimah tersebut"


"Ya tentu saja bisa... jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak.. dan untuk adek sendiri terimakasih atas pernyataan nya.. kami sangat mengapresiasi sikap adek yang berani untuk datang ke kantor polisi dan mengakui kesalahan" kata pak polisi.


"Kalau begitu kami boleh pergi pak"kata Rindu"


"Ya boleh... namun kami tetap akan memantau masalah ini sampai ada pernyataan dari pihak korban bahwa masalah ini tidak akan di bawa ke kantor polisi dan selama itu adek harus bersedia jika ada saat di mana kami akan memanggil lagi ke sini.." jawab pak polisi setelah ada sekitar 1 jam berada di kantor polisi dan Rindu diizinkan pergi.


"Iya Pak.. Terimakasih.. Assalamu'alaikum" kata Rindu terlihat beranjak dari kursinya dan tak lama terlihat kedua orang tua nya baru sampai di kantor polisi dan sang bunda langsung memeluk anaknya ini.

__ADS_1


"Ada apa nak.... apa benar kamu menabrak orang" tanya ayah nya.


__ADS_2