
"Tuh kan Rindu, kita kebagian shaf terakhir" kata Winda berdiri di depan pintu Mesjid bersama dengan Rindu.
"Memang nya kenapa kalau terakhir, justru hadis Rasulullah mengatakan bahwa sebaik-baiknya shaf shalat bagi perempuan adalah yang paling terakhir dan sebaik-baiknya shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan" kata Rindu nampak berjalan dan membentangkan sajadah nya yang berwarna putih.
"Rindu... tunggu aku" kata Winda nampak menyusul Rindu dan terlihat ia membentangkan sajadah nya di samping Rindu.
Satu persatu shaf penuh dan nampak muadzin sedang iqamah, para makmum pun berdiri dan kini terlihat semua nya shalat berjamaah dengan khusyuk.
"Assalamu'alaikum.. warahmatullahi... wabarakatuh" kata Imam"
"Assalamu'alaikum... warahmatullahi.. wabarakatuh" jawab para makmum serentak"
Nampak setelah itu Rindu bersalaman dengan ibu yang berada di sebelah nya juga Winda sebelum akhirnya sama-sama mendengar bacaan doa dari Imam. Semua makmum pun mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Amiin tak kala Imam selesai membaca doa nya.
Di lain sisi nampak ibu-ibu yang berada di shaf depan membuka kain yang mana merupakan pembatas antara perempuan dan laki-laki karena akan mendengar dan menyimak sedikit ceramah dari Ustadz sehingga akan memudahkan untuk melihat ustadz yang memberi ceramah dan di saat itulah jelas terlihat Ahnaf berada di samping ustadz sambil membenarkan microfon.
"Yang pegang microfon itu siapa Rindu" tanya Winda berbisik melihat ke arah Rindu belum sempat sahabat nya ini menjawab, ibu di sebelah nya langsung menjawab pertanyaan dari Winda.
"Itulah Ustadz Ahnaf, beliau tinggal di kampung sebelah dan tadi itu suara Adzan beliau yang mengumandangkan, merdu kan " kata ibu yang duduk di sebelah kanan Winda
"Iya merdu, kalau tinggal di kampung sebelah kenapa shalat di mesjid ini" tanya Winda
"Memang nya gak boleh, kan bisa aja beliau mampir ke Mesjid ini karena gak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan udah maghrib" kata Ibu tersebut
"Oh iya... benar juga, namanya Ahnaf ya buk maksud saya ustadz Ahnaf" kata Winda
"Iya benar... ibu dengar beliau mau dijodohkan sama teman mu yang di sebelah, tapi gak tau jadi atau enggak" kata Ibu tersebut tersenyum ke arah Rindu.
__ADS_1
"Benarkah... " kata Winda nampak terkejut dan melihat ke arah Rindu seketika Rindu memberi kode dengan tangan nya untuk diam.
"Diam Winda... ini mesjid, bukan tempat ngegosip. Dosa ghibah" kata Rindu berbisik padanya dan Winda pun lekas diam nampak ia dan Rindu juga para makmum perempuan mendengar dengan baik ceramah yang di sampaikan imam mengenai Surga dan Neraka.
Di lain sisi tidak semua makmum laki-laki yang menetap untuk mendengar ada juga yang langsung balik pulang beberapa orang termasuk Aidan dan Miko.
"Aidan... sini deh bukankah itu Rindu dan Winda" tanya Miko yang berdiri di samping tembok nampak dia menarik tangan Aidan untuk bersembunyi di balik tembok besar tersebut agar tidak di lihat oleh Rindu dan Winda.
"Iya benar, mereka mau ke mana tuh" kata Aidan
"Kayaknya mau ambil wudhu deh, tuh lihat mereka pergi ke tempat wudhu perempuan" kata Miko
"Iya...ngapain bahas mereka, yuk kita pulang" kata Aidan nampak menuruni anak tangga mesjid untuk memakai sandal nya dan pulang ke rumah nya, namun Miko menarik tangan Aidan menahan nya untuk tidak pulang
"Tunggu, jangan pulang dulu, kita kerjain Ringan dulu, baru pulang" kata Miko tersenyum ke arah Aidan.
"Untuk apa lihat tempat, selagi ada kesempatan kenapa gak di sikat langsung" kata Miko sambik memberi gambaran bagaimana Rindu menyakiti perasaan nya.
"Tapi" kata Aidan
"Ingat saat di mana Rindu menolak mu" kata Miko
"Iya juga, yaudah. Jadi apa rencana nya jangan lama-lama keburu ada orang yang melihat nya" kata Aidan
"Kemari.. kita tunggu mereka sampai dulu dan setelah itu kita bisa lihat yang mana sandal milik Rindu di saat itulah kita sembunyikan sandal nya dan baru kita pulang, terserah dia pulang dengan alas kaki atau tanpa alas kaki" kata Miko terlihat kedua nya bersembunyi di balik tembok dan mengamati keadaan di sekitar dan tak lama terlihat Rindu dan Winda kembali dari tempat wudhu di saat itulah Miko dan Aidan bisa melihat sandal milik Rindu.
"Rin... air nya segar ya" kata Winda nampak melepaskan sandal nya dan masuk ke dalam mesjid.
__ADS_1
"Iya segar sekali" kata Rindu melepaskan sandal nya dan ikut juga masuk ke Mesjid bersama Winda.
Miko dan Aidan melihat keadaan di sekitar telah sepi dan dengan licik nya mereka mengambil sepasang sandal Rindu berwarna biru nampak Aidan memegang sandal Rindu dan ia membawa nya saat pulang.
****
"Aidan...buang di situ aja, kamu gak mungkin membawa nya sampai rumah mu kan" kata Miko yang berdiri di tempat rerumputan bersama dengan Aidan.
"Ya baiklah... " kata Aidan nampak melempar sandal Rindu di rerumputan tersebut yang sulit jika ditemukan karena begitu rimbun dan gelap.
"Sudah selesai, tapi ini baru permulaan nya, tunggu di sekolah lagi Rindu" kata Aidan pada dirinya sendiri nampak kedua nya tersenyum dan keadaan pun semakin gelap terlihat Miko dan Aidan kembali melanjutkan perjalanan nya.
Di lain sisi terlihat Rindu dan Winda dengan tenang mendengarkan ceramah dan juga yang lainnya nampak ustadz telah selesai menyampaikan sedikit tausyiah nya hingga kini bersama-sama membaca shalawat.
Nampak satu persatu orang telah keluar begitu pun Ahnaf yang merapikan microfon dan menaruh kembali ke lemari kaca, para ibu-ibu lainnya juga sudah keluar satu persatu. Rindu dan Winda pun ikut keluar berniat pulang mereka tidak akan singgah ke tempat manapun mengingat tidak ada orang di rumah.
"Rindu yuk pulang" kata Winda
"Tunggu dulu, aku belum menemukan sandal ku, perasaan aku menaruh nya di sini" kata Rindu nampak sibuk mencari sandal nya ia terus berputar-putar seperti gasing.
"Ya memang di situ kamu menaruhnya, aku ingat kan kita keliatan bersama dan masuk ke mesjid bersama, kayaknya ada yang ngerjain kamu Rindu pasti orang yang membenci mu" kata Winda
"Tapi, setauku aku tidak memiliki musuh, aku bersikap baik pada semua nya, tidak ada yang membuat mereka harus mengambil sandal ku" kata Rindu melihat ke arah Winda nampak ia begitu geram dan lelah mencari sandal nya dan memilih duduk di lantai mesjid
"Itu menurut mu, namun tidak menurut mereka yang marah pada mu, Rindu... kamu baik-bauk saja kan" tanya Winda saat melihat sahabat nya ini kesusahan dan sedih.
"Kamu tau sandal itu merupakan hadiah dari kakak ku, aku baru memakai nya sengaja aku memilih sandal yang bagus karena kita akan pergi melangkah kan kaki kita berdoa kepada Allah tentu kita harus memakai barang yang istimewa dari yang teristimewa karena bermunajat kepada Allah jangan hanya memakai barang bagus ketika bertemu orang di luar sana yang kita kagumi"kata Rindu dengan sedih karena sandal tersebut pemberian saudari nya dan baru pertama kali ia memakai nya untuk datang ke Mesjid karena dari sebelum nya ia tidak memakai sandal yang bagus.
__ADS_1
"Aku turut sedih, kamu memiliki niat yang baik dalam memakai sandal yang bagus itu, Allah pasti akan menggantikan nya untuk mu yang jauh lebih bagus dari apa yang sekarang kamu miliki" kata Winda