
malam itu, saat dalam perjalanan menuju ketempat berikutnya Yuki sempat menanyakan sesuatu kepada Ryu tentang masa lalunya "Hey Ryu.. selama ini aku belum tahu bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan naga putih? dan siapa yang membesarkan mu?"
Erin, Shain, dan Airi yang mendengar pertanyaan Yuki, juga ikut penasaran tentang kisah masa lalu Ryu "Benar juga, Guru apa kau bisa menceritakan kepada kami, tentang kisah masa lalu mu itu?"
Ryu mengambil napas panjang, lalu berkata "Hu.... Ceritanya lumayan lama tapi akan ku ceritakan secara singkat saja ya!"
Kemudian mereka yang tak sabar mendengar kan kisah Ryu berkata "hah iya iya guru, Ayo cepat ceritakan!"
Kemudian Ryu memulai ceritanya di awali dengan kata "Baiklah kisah ini akan dimulai, Beberapa ratus tahun yang lalu..."
______________________________________
~Sekte Naga Putih / beberapa ratus tahun yang lalu~
Malam itu Fan shen pendiri dan orang yang mendidik murid murid di sekte Naga Putih mendengar suara tangisan seorang bayi di depan pondok tempat melatih murid muridnya "Oe oe..."
Saat itu Fan shen sedang bersantai sambil meminum segelas air di cangkir yang terbuat dari bambu, Fan shen kemudian di kejutkan dengan tangisan seorang bayi yang terdengar dekat sekali dengan dirinya "Ah... Suara bayi... ah.. sepertinya aku hanya salah dengar"
Tangisan bayi itu semakin keras, dan Fan shen yang berpikir kalau dia hanya salah dengar kemudian memeriksa di sekeliling pondoknya "hah...dari tadi suara tangisan bayi itu selalu saja terdengar, bahkan sekarang jauh lebih berisik dari sebelumnya"
Fan shen kemudian turun dari pondoknya kemudian berkeliling memeriksa setiap sudut pondok, Sampai akhirnya dia menemukan sebuah keranjang yang berada tepat di bawah pondoknya "Keranjang apa itu? aku tidak pernah melihat keranjang seperti itu disini"
__ADS_1
Semakin Fan Shen mendekat kekeranjang itu semakin keras suara tangisan bayi itu "Ah...aku yakin di keranjang itulah bayi itu berada"
Dan benar saja, memang ada bayi di dalam Keranjang itu "Ah Sudah kuduga bayi itu memang disini, tapi siapa yang membuang bayi ini disini?"
Sejak hari itu Fan shen membesarkan bayi itu yang ia berinama "Ryu" dan itulah aku Ryu, bayi yang di temukan oleh Fan shen orang yang sudah ku anggap sebagai kakek dan orang tua kandungku.
Aku dilatih oleh kakek Fan shen di Sekte Naga Putih bersama dengan murid muridnya yang lain.
aku memiliki banyak teman disana , aku hanya akan menyebutkan teman teman yang kurasa akrab saja yaitu Wai shen, Ran, Sina, dan Aken.
Kakek Fan shen sangat di kagumi oleh orang orang dan muridnya karena kekuatan Naga Putih yang ia miliki bahkan dia sangat ditakuti oleh ras iblis karena kekuatan Naga Putih yang dia miliki
Dia antara murid muridnya yang lain aku adalah anak yang sering di perhatikan oleh kakek Fan shen karena
Banyak yang tidak terima saat mengetahui kalau akulah yang akan menjadi pewaris dari kekuatan Naga Putih dan salah satunya adalah seniorku Xion lau, dia merasa dialah yang harusnya menjadi pewaris dari kekuatan Naga putih karena dia sudah lebih lama menjadi murid dari guru Fan shen dan dia sudah menjadi senior di sekte Naga Putih.
Dan pada suatu hari aku di tes oleh kakek fan shen untuk melawan 3 Senior nya yang memiliki kekuatan yang bisa dikatakan lumayan hebat yaitu Xion lau, safau, dan Yugou.
Waktu itu aku sempat bingung, karena kakek Fan shen menyuruh ku untuk menghadapi ketiga senior ku yang aku rasa mereka jauh lebih hebat dari banding diriku "a... kakek apakah kau serius menyuruhku untuk melawan mereka? jika begini sudah pasti aku akan kalah!"
Ternyata kakek fan shen sungguh sungguh, dengan mempertarungkan Ryu dan Ketiga seniornya itu " Tentusaja Ryu, kau itu adalah satu satunya anak yang memiliki keterampilan dalam beladiri yang sangat baik, dibandingkan dengan anak anak seusiamu "
__ADS_1
Sedangkan aku terus mencari alasan agar aku tidak berhadapan melawan tiga seniorku "Tapi kakek bagaimana jika aku kalah...?"
Aku belum selesai mengeluarkan semua alasan ku, tapi kakek Fan Shen langsung memulai pertandingannya dengan memukul Gong "Pertandingan dimulai"
"Gong..."
Suara gong kemudian berbunyi ketiga Seniorku kemudian langsung menyiapkan posisi dan kuda kuda mereka untuk bersiap menyerangku.
Sementara aku yang belum siap sama sekali ragu ragu untuk mengeluarkan kuda kuda miliku.
Melihat tingkah ku itu Xion lau berkata
" Ada apa Ryu, apa kau gugup hah.. tingkah mu yang seperti itu membuat mu tidak pantas untuk mewarisi kekuatan Naga Putih milik guru, sebaliknya aku lah orang yang pantas untuk mewarisi kekuatan Naga Putih milik guru"
Kemudian aku tertunduk setelah mendengar perkataan dari salah satu senior ku, padahal teman teman ku saat itu sedang menyemangati ku
Sina yang melihat keadaan ku saat itu kemudian cemas "Ryu .... ada apa dengan mu" batin sina
Sementara aku masih tertunduk pasrah
karena kata kata dari Xion lau "Apa benar aku tidak pantas untuk mewarisi kekuatan Naga Putih kakek"
__ADS_1
Sementara itu ketiga seniorku itu langsung berlari kearahku sambil mengarahkan Jurus yang akan mereka lancarkan, Xion lau berkata "Hah... tidak ada waktu berpikir saat bertarung bodoh , rasakan ini..."
~Bersambung~