Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 30 Desa Akaragi


__ADS_3

Ryu terbangun dan mendapati dirinya dan teman temannya masih berada di fugaku "Ah Ryu apa yang terjadi pada mu tadi? kau sampai tak sadarkan diri, hingga setengah hari" Tanya Yuki


Ryu yang bingung karena dia merasa sudah berbulan bulan berada di alam Arwah kemudian berkata pada teman temannya "Setengah hari? tapi aku merasa sudah merasa berbulan bulan di alam arwah"


Teman temannya langsung merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ryu, Shain berkata "Alam Arwah apa benar kakak tadi kealam arwah, dan sudah disana berbulan bulan?"


Ryu berkata "ya aku sudah disana berbulan bulan, dan aku berlatih menggunakan mata Raga miliku bersama ibuku"


Teman temannya langsung kaget, tak percaya mendengar perkataan Ryu yang bilang bahwa ia bertemu dengan ibunya, Yuki bertanya "Eh... apa benar? kau bertemu dengan ibumu? ibu kandung mu?"


Ryu kemudian menjawab, dan memberi tahu segalanya tentang hal yang terjadi padanya selama dia berada di alam arwah.


Erin berkata "Wha..... jadi nama kakak naga yang asli adalah ~ Zhong li ~"


Teman teman hampir tidak percaya dengan cerita Ryu itu, Airi berkata "Jadi Guru berada di alam Arwah dan berlatih menggunakan mata Raga dengan ibu guru, berbulan bulan! Pantas saja Guru merasa disana berbulan bulan, Alam manusia dan Arwa memiliki perbedaan Waktu yang sangat jauh"

__ADS_1


Setelah menceritakan segalanya kepada teman temannya, Ryu bertanya tempat selanjutnya pada Yuki "Hey Yuki! Apakah Desa Akaragi masih jauh dari sini?"


Yuki menjawab sambil mengingat ngingat "Ah... Seingat ku orang orang bilang Desa itu..tidak jauh dari sini"


Ryu berkata "Kalau begitu... ayo kita berangkat! aku ingin menguji kekuatan mata ku ini, dengan melawan para iblis itu"


Airi yang mendengar perkataan Ryu berkata "He... Setelah Guru kembali sadar dia menjadi lebih sombong dari biasanya, apalagi dengan kekuatan barunya, aku jadi penasaran dengan kekuatan mata milik Guru itu" Batin Airi


Ryu dan teman temannya kemudian melanjutkan perjalanan mereka kesebuah desa bernama akaragi, dan sesampainya didesa akaragi mereka bingung karena keadaan disana sangatlah makmur bahkan tidak terlihat iblis sedikitpun, yuki berkata " Aneh sekali, desa ini aman aman saja, tidak seperti desa lain yang kita jumpai sebelumnya "


Airi berkata "Dan orang orang disini ramah ramah, sepertinya kita tidak perlu menghkhawatirkan desa ini?"


Ryu yang seperti merasakan hawa negatif yang begitu kuat mulai merasa bingung dengan desa ini "Ah.. Aneh sekali, aku merasakan hawa negatif yang begitu kuat di desa ini, tapi keadaannya tidak seperti perasaanku ini"


Yuki yang menganggap kalau itu hanyalah perasaan Ryu saja berusaha menenangkan Ryu dengan perkataan nya "Hey Ryu santai saja, kau lihat sendirikan Desa ini begitu makmur jadi kau jangan terlalu kawatir ya!"

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk berjalan jalan didesa yang makmur itu, mereka memamakan makanan yang lezat disetiap toko, Kecuali Ryu dan Yuki dengan alasan, Ryu yang berkata tidak lapar dan Yuki dengan alasan takut gendut.


Airi kemudian menggoda mereka berdua untuk memakan makanan yang mereka beli sambil menyodorkan makanan kewajah Ryu dan Yuki "Guru, Yuki, Ayolah ini lezat..."


Ditengah perbincangan mereka itu, mereka melihat para warga yang tengah mengejar seorang pria yang menggunakan jubah hitam, pria itu terus berusaha berlari sambil berkata


"Hey desa ini palsu... kalian semua iblis"


Ryu kemudian bertanya "Siapa orang itu? kenapa dia bilang desa ini palsu... dan iblis?"


kemudian salah satu pedagang toko menjawab pertanyaan Ryu "Ha..dia itu orang yang terus menyebar berita bohong setiap ada orang asing datang kedesa ini"


Ryu berkata "Mencurigakan siapa sebenarnya orang itu? aku masih tidak percaya dengan jawaban Pedagang ini pasti ada yang tidak beres aku disini, aku harus mengikuti orang itu."


~ Bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2