Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 36 Bertemu Teman Lama


__ADS_3

"Ketemu kau, Pendekar Naga Putih" Ucap Pendekar Kipas Merah yang mengintai Ryu dan teman temannya melalui atap Rumah warga desa.


Ryu sepertinya dari awal sudah menyadari bahwa ada yang sedang mengawasi mereka dari suatu tempat, karena hal itu Ryu sengaja memisahkan diri dari Teman teman dan dari warga desa "Shain aku harus pergi, nanti saja aku jelaskan tapi aku harus memisahkan diri dari kalian, ini demi keselamatan kalian" ucap Ryu yang kemudian beranjak pergi memisahkan diri dari mereka.


"Tapi kak, sebenarnya ada apa?" Tanya Shain kepada Ryu yang sudah terlanjur pergi meninggalkan mereka.


Sampai Shain menyadari kalau ada Energi besar yang mengikuti Ryu "Ah...ini Energi apa ini? tapi kenapa energi itu seperti menuju kearah Kak Ryu pergi?" Tanya Shain yang menyadari bahwa ada sebuah energi yang sedang mengikuti tepat kearah Ryu pergi.


~Hutan di dekat desa hakaragi~


"Hey, keluarlah! dengan begini kau dapat dengan mudah melawanku" Ucap Ryu sembarih memperhatikan sekelilingnya.


Sebuah serangan angin tajam yang entah, dari mana datangnya? tiba tiba mengarah kepada Ryu, tapi dengan cepat Ryu menebas serangan angin yang datang padanya "Chi...hey kau jangan menjadi pengecut, keluar dan temui aku" ucap Ryu sembarih terus waspada, jika saja ada serangan yang datang secara tiba tiba


Seorang wanita berpakaian merah datang dengan sebuah kipas berwarna merah ditangannya, Ryu tidak bisa melihat wajahnya, karena sebagian wajahnya yang ditutupi kain merah "Siapa kau sebenarnya?" Tanya Ryu dengan wajah serius.


Bukanya menjawab, Wanita itu berlari kearah Ryu sembarih mengibaskan kipasnya yang menghasilkan sebuah angin kencang yang sedikit demi sedikit merobek pakaian Ryu "Mengamuklah Badai Angin"

__ADS_1


Setiap serangan yang diberikan Pendekar kipas merah kepada, Ryu membuatnya teringat kepada seseorang "Serangan yang dilancarkannya, kenapa bisa sama persis? apa itu memang kau?" Tanya Ryu dalam batinnya


Sebuah serangan angin kencang, berhasil ditahan Ryu dengan membentuk huruf x dengan kedua tangannya, walau begitu kedua tangan mendapat banyak luka sayatan dari angin tajam, Pendekar kipas merah.


Ryu bangkit kemudian bertanya kepada Si Pendekar kipas merah "Hei apa itu benar kau?"


Perlahan Wanita itu membuka kain yang menutupi sebagian wajahnya tepat dibagian dagu sampai hidungnya.


Dan setelah melihat wajah dari lawannya itu, tubuh Ryu langsung terdiam saat mengetahui Pendekar kipas merah, adalah temannya sejak kecil, yaitu Sina.


"ada apa dengan tatapanmu itu?" tanya Pendekar kipas merah yang ternyata adalah Sina.


Setelah mendegar pertanyaan yang dilontarkan Ryu kepadanya, sekilas terlintas ingatan ingatannya bersama Ryu walau itu membuat kepalanya terasa sakit "heaak...chi apa itu tadi? aku tidak mengenalmu, aku baru pertama kali bertemu denganmu, dan tugasku sekarang adalah membunuhmu" Ucap Sina yang kembali menyerang Ryu dengan mengibaskan kipasnya kearah Ryu.


Ryu kemudian melompat untuk menghindari serangan yang dilancarkan oleh Sina "Aku harus mencari tahu kenapa Sina tidak mengenaliku"


Ryu memperhatikan tubuh Sina sampai dia menemukan sebuah segel yang berada dilengan Sina "Oh...jadi itu penyebabnya" Ucap Ryu yang kemudian melesat kearah Sina

__ADS_1


Ryu melesat kearah Sina kemudian menggenggam tangan Sina yang memiliki segel iblis, sambil membaca mantra pelepas segel "LEPASKAN"


Seketika Sina jatuh dan kemudian sadar, ingatannya pun kembali, setelah sadar Sina langsung memeluk Ryu


"Ryu, terimakasih!" Ucap Sina sembarih memeluk Ryu


Bersamaan dengan Sina yang memeluk Ryu, Yuki datang bersama dengan yang lainnya, Melihat itu Yuki langsung bertanya dengan nada kaget "Hey...ke...kenapa kau memeluk wanita itu?" Tanya Yuki yang melihat Ryu dipeluk oleh seorang wanita


"Ini Energi yang tadi kurasakan jadi itu berasal darinya (Sina)" Ucap Shain yang mengetahui kalau Energi itu adalah milik Sina


Sedangkan Airi malah memanaskan suasana "Hey Yuki sepertinya kau akan mendepatkan saingan yang berat" Ucap Airi berusaha menggoda Yuki.


"Ryuu!" Ucap Yuki dengan nada kesal


~Bersambung~


Visual Sina

__ADS_1



__ADS_2