Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 26 Kisah Masa Lalu Ryu ( ll )


__ADS_3

Ketiga Senior sudah menyiapkan pormasi, untuk menyerang diriku,


Mereka mengepungku dari segala penjuru arah, setelah itu kedua Seniorku Safau dan Yugou menyerangku dari kedua sisi "Safau.. ini kesempatan kita"


Karena tidak ada cara untuk mengelak dari pukulan Safau dan Yugou, aku melompat keudara untuk menghindari pukulan yang dilancarkan oleh mereka berdua "Gawat... ( melompat keudara )"


Hal hasil pukulan yang seharunya mengenaiku malah mengenai diri mereka sendiri "Apa! kwuakkk..."


Safau bertanya


"Yugou kenapa kau memukul diriku?"


Yugou menjawab


"Kau juga memukulku kan!"


Melihat itu para murid murid langsung tertawa terbahak bahak "Hahaha... itu lah yang di sebut senjata makan tuan"


Xion lau langsung menyerangku dengan jurus jurus yang ia lancarkan "Chi... kau jangan senang dulu, Jurus mata angin"


Disaat bersamaan aku juga melancarkan jurus untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh Xion lau "Jurus badai angin "


Seketika serangan kami saling berbenturan hingga menimbulkan gelombang angin di sekeliling kami, sampai sampai para murid yang menonton pertarungan kami, dapat merasakan bagaimana energi dari jurus yang saling kami lancarkan "ah... aku tidak menyangka kalau pertarungannya akan semenarik ini"


Sementara Kakek Fan Shen sangat serius memperhatikan pertarungan kami


"jadi begini kekuatan senior xion..."


Sedangkan Xion lau terus menerus melancarkan berbagai pukulan kearah Ryu "jangan pikir dengan kau bisa menahan seranganku.. kau sudah dianggap hebat"


Aku terus menerus menangkis serangan Xion, sampai aku sadar kalau aku tidak akan bisa mengakhiri pertandingan ini jika aku tidak melawan "Kalau begini terus aku tidak akan bisa mengakhiri pertarungan ini"Batin Ryu


Aku terpaksa melawan seniorku demi mengakhiri pertandingan ini


Kami terus bertarung hingga tubuh kami di penuhi dengan luka luka

__ADS_1


aku dan Xion sama sama sudah kelelahan hingga napas kami terengah engah "Ah...ah.... lumayan juga untuk junior seperti dirimu, tapi aku tidak akan mengalah darimu"


"Sebaiknya kita sudahi saja pertarungan ini Senior!"


Tetapi Xion lau tetap bersih keras untuk melanjutkan pertarungannya melawan diriku "Aku tidak akan mengakhiri pertarungan ini sampai salah satu diantara kita berdua ada yang kalah"


Safau dan Yugou sempat menawarkan bantuan kepada Xion lau, tetapi Xion lau menolak bantuan Safau dan Yugou "Xion izinkan kami membantumu!"


"Tak perlu! aku tidak membutuhkan bantuan kalian, hanya untuk mengalahkan anak remaja ini"


Kemudian Xion kembali menyerang Ryu dengan jurus "Cakaran macan tutul "


seketika kuku Xion berubah menjadi panjang dan tajam seperti kuku macan


Aku yang terkena jurus dari xion , menerima luka cakaran di lenganku, walaupun aku sudah berusaha untuk menghindarinya "Akk...jurus...cakaran macan.. tutul.."


Aku mendengar teriakan teman teman ku yang mendukung "Ryu ayo... kau pasti bisa ! jangan menyerah"


"Ah... teman teman"


"Baiklah senior waktunya serius!"


Melihat diriku yang sudah mulai serius , Kakek Fan shen tersenyum kecil "Akhirnya kau serius... Ryu!"


Sementara Xion lau semakin bersemangat "Inilah yang aku tunggu tunggu"


Diriku bergerak cepat di iringi dengan kilatan merah , aku memberika pukulan pukulan cepat kepada Xion lau "Kua....kkk... aku....tidak bisa menyerangnya..."


Sampai aku di pentalkan oleh energi yang di pancarkan oleh Xion lau "Ah... kekuatan apa itu?"


Semua perhatian kemudian tertuju kearah Xion lau karena melihat energi yang bergitu dasyat dari dirinya.


Akan bertanya kepada sina mengenai kekuatan yang dipancarkan oleh Xion lau dari dirinya itu "Hey sina apa kau tahu jurus apa sebenarnya itu?"


sina menjawab

__ADS_1


"Ah kau tidak tahu, itu adalah jurus terhebat yang Xion pelajari dari Guru Fan shen, namanya adalah jurus kumbang hijau"


Teman teman ku yang mendengarnya langusng terkejut


"Jurus kumbang hijau, terkuat!"


Kakek Fan shen tidak menghiraukan kekuatan dasyat Xion lau, tapi pandangan kakek hanya tertuju pada ku "Nah Ryu.. sekarang bagaimana kau menghadapinya" Batin Kakek Fan shen


Baru saja aku hendak berdiri, bangkit tapi aku tak sadar kalau Xion lau sudah berada di belakangku, dia menendangku dengan sangat keras hingga aku terpental menghantam tanah "Tunggu , sejak kapan kau... ah..huakk"


Dengan tubuh yang diselimuti aura berwarna hijau, Xion lau melangkah mendekat kearahku "Kenapa Ryu... apa kau sudah kelelahan, lihatlah aku dengan jurus ini energiku kembali pulih sedangkan kau, lemah! "


Diriku yang kelelahan terkapar di tanah dan tidak bisa berbuat apa apa, terus menerus diinjak injak oleh Xion lau.


Sina langsung berusaha membujuk Kakek fan shen untuk menghentikan pertarungan kami "Guru tolong hentikan pertarungan ini, kalau begini terus Ryu bisa mati!"


Tetapi kakek fan shen terus melanjutkan pertarungan kami "aku akan terus melanjutkan pertarungan ini, tidak seorangpun yang boleh menghentikan pertarungan ini, sebelum aku menyuruhnya"


Hingga aku pingsan tak sadarkan diri pun, kakek masih saja melanjutkan pertarungannya dan Xion masih terus menginjak nginjak tubuhku hingga aku mengeluarkan banyak darah dari tubuhku.


Kemudian aku terbangun/alam bawah sadarku.


aku melihat diriku berada di sebuah lautan luas tak berujung "Dimana aku?"


Entah mengapa tiba tiba aku tenggelam kedalam laut itu dan seketika laut itu berubah menjadi darah yang dipenuhi dengan mayat manusia, Napasku langsung terasa sesak, dan kemudian datanglah seorang wanita yang berkata "Balaskan dendam ras kita, pada mereka ras iblis"


Wanita itu menaruh telapak tangannya di mata kanan ku kemudian, mata kananku mengeluarkan uap panas dan tubuhku di selimuti aura berwarna emas, dan saat itulah aku langsung sadar tapi entah mengapa diriku seperti sedang dikendalikan kekuatan yang begitu kuat.


Seketika Xion lau yang berada di dekat ku langusng terpental


"ah.. energi apa ini, huaakkkkk..."


Semua orang yang melihatku saat itu berkata kalau saat itu, mata kanan ku berubah menjadi berwarna emas dan tubuh ku di selimuti aura , berwarna emas "Apa yang terjadi pada mu, Ryu / hey apakah itu benar benar Ryu"


Kakek Fan shen yang melihat mata kanan ku saat itu sontak berkata "Tidak mungkin, Ryu..mata itu...mata Raga!"

__ADS_1


~ Bersambung ~


__ADS_2