
"Ah.. ah.. apa kami dapat bertahan" Ucap Shain yang hampir putus asa, dalam pertarungannya bersama Airi untuk menghadapi Kedua iblia pengguna kapak dan palu.
Mendengar perkataan yang dilontarkan Shain, Airi kembali berdiri untuk menghadapi kedua iblis yang berada dihadapannya "Apa yang kau katakan Shain? apakah kau pikir kau bisa membawa kembali ayahmu dengan tekad seperti itu? aku sudah belajar dari guru untuk pantang menyerah demi bisa mendapatkan apa yang kuinginkan, jadi jika kau ingin membawa kembali ayahmu, kau butuh tekad yang lebih kuat (Sembarih berlari, bersiap menebaskan pedangnya)"
Shain hanya termenung sembarih mengingat apa yang dikatakan pada ibunya yaitu "Aku akan membawa ayah kembali."
"Kakak benar! aku tidak boleh menyerah sampai disini! aku harus bangkit!"
"Tebasan Macan"
Sebuah tebasan dari pedang Airi membentuk sebuah mahkluk menyerupai Macan, yang melesat tepat kearah Dua Iblis itu.
Serangan itu begitu kuat bahkan sampai membuat kedua iblis itu tak berdaya menghadapi serangan yang dilancarkan oleh Airi "Chi aku tidak sanggup menahannya"
Serangan yang disebut Airi dengan Tebasan Macan berhasil membuat Iblis pembawa palu dan kapak terpental dibuatnya.
__ADS_1
Melihat serangan yang begitu dasyat membuat Shain hanya terdiam sembarih melihat kedua iblis yang terluka parah, setelah terkena serangan pedang milik Airi "Se.. serangan apa itu?"
Tiba tiba Airi merasakan pusing dikepala yang membuat hampir jatuh, sebelum berhasil ditangkap oleh Shain.
"Apa yang terjadi pada mu kak?" Tanya Shain yang melihat keadaan Airi.
"Tebasan Macan membutuhkan energi yang begitu besar jadi jurus ini hanya bisa dipakai sekali sehari, dan akan membuat energi penggunanya terkuras habis." Jawab Airi sebelum pingsan.
Shain menampar nampar wajah Airi dengan perlahan berharap dia akan kembali sadar "Kakak.. bangunlah!"
Kedua Iblis yang barusan tumbang oleh serangan Tebasan Macan milik Airi, tiba tiba kembali bangkit dengan bergabung menjadi satu sembarih memengang kedua senjata palu dan kapak di tangannya "Aku akan membalas untuk yang tadi MANUSIA!"
Iblis gabungan itu melesat kearah Shain, dan memukul tubuh Shain hingga Shain memuntahkan darah dari mulutnya, tapi bukan berarti Shain tidak melawan, Shain kembali bangkit kemudian balik menyerang dengan bergerak cepat menggunakan kekuatan petir hitam iblis miliknya.
dengan menggunakan jurus kabut miliknya, membuat Iblis itu tidak dapat melihat dari mana Shain akan menyerang "Kau ingin bermain petak umpet?" tanya iblis itu sembarih memperhatikan sekelilingnya.
__ADS_1
serangan demi serangan terus menerus dilancarkan oleh Shain, tanpa bisa dihindari oleh Iblis itu, merasa dipermainkan iblis itu mengeluarkan serangan angin yang seketika membuat kabut disekitarnya menghilang.
Kabut itu menghilang, begitu juga dengan Shain, membuat Iblis itu kebingungan sembarih mencari keberadaan Shain yang tiba tiba saja menghilang, hingga kebingungan itu menghilang setelah Shain muncul dan menyerang dari atas.
"Aku ada disini! Petir Maut"
Shain kembali menggunakan taktik yang sama, dengan menyerang Iblis itu dari atas.
"Ba.. bagaimana bisa?" Ucap iblis itu yang kemudian tumbang setelah tubuhnya terkena serangan Petir Maut, milik Shain.
"Akhrinya selesai!" Ucap Shain yang juga pingsan tak sadarkan diri setelah berhasil menumbangkan Iblis itu.
~Bersambung~
Visual Shain
__ADS_1