
~Setelah Ryu menjelaskan segalanya kepada teman temannya tentang Sina~
"Bagaimana kau bisa jadi seperti ini?" Tanya Ryu kepada Sina yang baru sadar setelah segel iblis dilengannya dihancurkan.
Sina menjawab sembarih mengingat ngingat "Aku memang dikendalikan, tapi aku masih dapat mengingatnya.
Setelah kau disegel para dewa kami ditangkap oleh para iblis dan dijadikan alat oleh Raja sheiki, menggunakan segel itu dia memberi kami ingatan palsu dan segel itu juga membuat kami tak menua, kami ditugaskan secara berpisah aku diselatan, Ran di timur, Aken di barat, dan Wai shen di utara"
Sembarih menggaruk kepalanya Ryu berkata "Huh...jadi aku mendapat tugas tambahan. Membasmi iblis, dan sekarang membebaskan Ran, Aken dan Wai shen"
Erin berkata ditengah tengah pembicaraan "Kak Naga bukannya kita terlebih dahulu harus menghentikan kasin?" Tanya Erin.
Ryu langsung teringat setelah Erin memberitahunya "Astaga hah hampir saja aku lupa, baiklah cepat ayo pergi kita kalahkan iblis lemah itu"
Sambil memegang pedang yang terikat dipinggangnya Airi berkata "Ayo, kebetulan aku sedang ingin menggunakan pedangku untuk menebas sesuatu"
Mendengar perkataan Ryu yang berkata kalau Kasin itu lemah, Sina berkata "Sebaiknya mulai sekarang kalian tidak meremehkan Kasin, karena dia bisa saja memiliki monster atau senjata yang sangat kuat"
__ADS_1
"Begitu ya! terimakasih sina" ucap Ryu yang kemudian berangkat kembali kedesa akaragi.
Sampai Yuki sadar kalau mereka telah meninggalkan penduduk desa sendirian ditengah para iblis "Astaga kenapa aku tidak menyadarinya, gawat! Warga desa sekarang dalam bahaya kita harus cepat"
Mereka kemudian bergegas, berlari berusaha memastikan bagaimana keadaan warga desa baik baik saja ditengah tengah iblis didesa akaragi.
~Desa Akaragi~
Sesampainya didesa Akaragi mereka tak melihat satupun warga selain Iblis yang bersiap menikam mereka dengan senjata tajam ditangan mereka.
"Kita terlambat! sepertinya para warga telah ditangkap, Shain, Airi, Yuki, dan Erin pergilah! cari tahu dimana keberadaan warga desa, biar aku dan Sina yang menghadapi ini" Perintah Ryu kepada teman temannya
"Hey Sina apa kau masih bisa bertarung?" Tanya Ryu sembarih menodongkan Pedang Naga Suci kearah para iblis yang mengepung mereka.
Dengan semangat Sina berkata sembarih membuka kipasnya "Tentu saja! ayo kita lihat siapa yang akan membunuh lebih banyak iblis"
Pertarungan itu langsung berubah menjadi sebuah kompetisi antara Ryu dan Sina, Tebasan Pedang Naga Suci satu persatu membelah para iblis yang mengenainya, sedangkan Kipas Merah milik Sina terus menerus memotong motong iblis menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
"Hey Sina berapa banyak iblis yang telah kau bunuh?" Tanya Ryu sembarih terus menebaskan pedangnya kearah Iblis itu.
Sina menjawab, sembarih terus mengibaskan kipasnya melalui udara "Dengan ini jumlahnya 30"
Serangan terus berlanjut kesempatan untuk iblis menyerang sepertinya tidak akan ada, karena semangat Ryu dan Sina yang telah lama tidak bertarung bersama, sampai serangan gabungan mengakhiri kompetisi mereka berdua "Serangan Dua Sayap" Ucap Ryu dan Sina secara bersamaan.
Ledakan dari Serangan gabungan Ryu dan Sina bahkan sampai terlihat oleh Shain dan yang lainnya "Astaga pasti mereka sangat bersenang senang dengan membunuh para iblis, jadi begini jika dua Pendekar legenda bertarung bersama" Ucap Shain sembarih melihat kearah ledakan
Ryu dan Sina berdiri diatas tumpukan mayat para iblis yang mereka habisi, dan berbicara dengan napas yang terengah engah "ah..ah...dengan begini kita seimbang" Ucap Sina dengan napas terengah engah, yang membunuh iblis dengan jumlah yang sama dengan Ryu yaitu 50.
Ryu kemudian berkata sembarih mencari alasan dengan skornya membunuh iblis yang seimbang dengan skor yang dimiliki Sina "ah...ah itu karena iblisnya saja yang sedikit kalau saja banyak aku pasti akan membunuh iblis lebih banyak darimu"
"Kau selalu saja mencari alasan" ucap Sina sembarih beristirahat menggunakan kipasnya, diatas tumpukan mayat para iblis
~Bersambung~
Visual Airi
__ADS_1