Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 47 Pendekar Topeng Naga


__ADS_3

Terlihat dari balik pegunung asap hitam mulai menyelimuti gunung, dan terlihat Ryu yang terbaring dibebatuan setelah dihempaskan seorang iblis yang berada tepat dihadapannya.


"Sudah 2 tahun, dan akhirnya kami bisa sampai disini! didaerah utara. Wai shen tunggulah kami!" Batin Ryu.


Iblis itu mendekat kearah Ryu sembarih membawa pedang berbentuk sabit ditangannya, lalu ia bertanya kepada Ryu, "Hey apa yang sedang kau pikirkan? apakah kau sedang berpikir kata terakhir apa yang akan kau katakan?" Tanya Iblis itu sembarih memangkat Pedangnya keatas.


Ryu menjawab sembarih tersenyum kecil dan menatap kearah Iblis itu yang ia panggil dengan nama 'Ravan' "Hey Ravan apa kau tak menyadari sesuatu? aku telah membunuh banyak iblis didaerah selatan, lalu bagaimana bisa aku kalah dengan mudah ditanganmu? jawabanya adalah... Teman teman aku serahkan pada kalian!" Ucap Ryu.


Serentak kelima temannya yaitu Yuki, Erin, Shain, Airi, dan Sina keluar dan menebasakan serangan mereka kearah Ravan membuatnya hancur sebelum sempat berkata sepatah katapun.


Dengan kematian Ravan berarti Ryu dan teman temanya telah membunuh iblis pertama mereka didaerah utara.


Ryu dan teman temannya kembali kesebuah penginapan yang merupakan tempat mereka biasa beristirahat, yang sering disebut dengan Penginapan cermin malam, penginapan ini sungguh aman dari penglihatan iblis karena letaknya yang tersembunyi dan keamanan yang begitu ketat.

__ADS_1


Ryu merebahkan tubuhnya dikasurnya sementara Erin, Airi, Sina, dan Yuki harus tidur dikamar yang lain.


Entah mengapa tiba tiba terlintas dibenak Ryu, tenang seorang pendekar yang konon pernah mengalahkan Penguasa alam arwah "Hey Shain apa menurutmu orang sebelum aku yang pernah mengalahkan Penguasa Alam Arwah masih hidup sampai sekarang?" Tanya Ryu.


Lumayan lama Ryu menunggu agar pertanyaannya dijawab oleh Shain, namun semua itu sia sia mengetahui Shain telah tertidur dengan sangat nyenyak dikasurnya. "Huh... percuma aku berbicara padamu, jika kau sudah tertidur dengan nyenyak."


Namun sebuah panah berisikan surat tiba tiba memasuki jendela kamar Ryu dan Shain membuat Ryu langsung bangun dan memeriksa surat dipanah itu "Ah... tidak ada siapa siapa, tapi surat ini..." Ucap Ryu sembarih membaca surat yang ada dipanah itu.


Isi surat itu adalah.. "Keluarlah dan temui aku dipintu masuk penginapan ini!"


Terlihat seseorang berjubah putih dengan topeng berbentuk naga muncul tepat dipintu masuk penginapan cermin malam, namun Ryu berusaha untuk tenang walau ia tahu kalau orang sedang ia hadapi bukanlah orang sembarangan. "Apa maumu? dan siapa kau sebenarnya?" Tanya Ryu.


"Kau bisa memanggilku dengan sebuatan Pendekar topeng naga! dan aku akan langsung memberitahukan alasanku dengan menyerangmu!" Ucap Topeng naga sembarih menyerang Ryu tanpa basa basi.

__ADS_1


Aura yang terpancar dari pendekar topeng naga seperti dikenal oleh Ryu, namun ia berusaha fokus untuk menghadapi Topeng naga.


Sementara Shain baru menyadari kalau Ryu tak ada dikamar, "Kak Ryu apa kau mendengarku? apa aku masih bermimpi?" Tanya Shain


Kepanikan Shain mulai muncul setelah ia melihat anak panah yang tergeletak dilantai "Astaga jangan bilang kami telah diserang?" Tanya Shain yang mulai panik


Setelah tak menemukan Ryu dikamar, Shain memutuskan untuk pergi bertanya kepada Yuki dan teman temannya yang lain.


Suara ketokan pintu terdengar dari kamar Yuki dan teman wanitanya yang lain, membuat mereka terbangun dan segera membuka pintu "Astaga, bukannya aku telah membayar semua biaya penginapan kami?" Tanya Yuki sembarih berjalan kearah pintu.


Pintu dibuka Shain yang panik mulai menjelaskan semuanya dengan sangat cepat kearah Yuki "Kak Yuki! aku bangun dan melihat kak Ryu tak ada dikamar dan yang lebih membuatku panik aku menemukan anak panah ini dikamar!" Ucap Shain dengan panik.


Bukannya menenangkan Shain, Yuki malah ikut terbawa suasana dan malah ikut panik setelah mendengar cerita Shain "Astaga Ryu hilang? kita harus bagaimana hey semuanya bangun cepat bangun" Ucapnya sembarih membangunkam teman temannya yang lain.

__ADS_1


Sementara keadaan Ryu telah terpojok, setelah tahu bahwa ilmu yang dimiliki orang sangat tinggi mungkin bisa lebih tinggi dari ilmu yang dimiliki oleh Ryu "Ah.. Jika saja mata Raga telah aktif aku bisa mengalahkannya dengan mudah, apa aku akan mati lagi" Batin Ryu yang telah dipojokan oleh si Topeng Naga.


~Bersambung~


__ADS_2