
Pagi tiba tubuh Ryu telah bersiap untuk dikubur semua orang meneteskan air mata, tanpa berucap satu katapun.
Tapi itu semua terhenti saat melihat Ryu yang kembali bangkit dengan memegang sebuah cambuk dan gelang ditangannya.
Ryu bangkit dengan posisi duduk dan bertanya "Hey sudah berapa lama aku tak bernapas?" Tanya Ryu.
Warga yang ketakutan langsung kabur dan sebagiannya pingsan "hey apa aku yang salah lihat atau dia benar benar kembali hidup?" Tanya salah satu warga sebelum akhirnya pingsan.
Teman temannya berlari kearah dan memeluknya kecuali Sina "Sudah kubilang kau pasti akan kembali" Ucap Yuki sembarih memeluk Ryu dan mengusap air matanya.
"Hmm dasar.. seperti biasa dia penuh dengan kejutan" Batin Sina sembarih menyandarkan tubuh disebuah pohon dengan kipas yang menutupi setengah wajahnya.
Ryu berdiri dan menyerah kedua senjata yang diberikan Penguasa alam arwah kepada Yuki dan Erin yang berupa gelang dan cambuk "Yuki! kau ambilah gelang ini dan Erin kau ambilah Cambuk ini!"
Lantas Yuki dan Erin bertanya "Cambuk? apa kakak menyuruhku untuk menggunakan cambuk ini" Tanya Erin yang menerima cambuk dari Ryu.
"Dan gelang? apa gunanya aku memakai ini?" Tanya Yuki yang menerima sebuah gelang dari Ryu.
__ADS_1
Kemudian Ryu menjawab "Gelang itu adalah gelang sihir dan Cambuk itu adalah cambuk yang memiliki kekuatan mahkluk berupa burung yang bernama phoenix, dengan begini kalian berdua bisa membantuku, Airi , Shain, dan Sina dalam pertarungan"
Yuki dan Erin sangat senang mengetahui bahwa mereka bisa membantu dalam pertarungan yang akan datang, tapi tiba tiba Yuki bertanya "Jadi gelang ini adalah.. gelang sihir? Tapi dari mana kau mendapatkankan ini semua"
"Aku mendapatkannya dari Penguasa alam arwah, setelah aku berhasil mengalahkannya. Karena aku berhasil mengalahkannya dengan waktu singkat tidak hanya dibangkitkan kembali tapi aku juga diberikan kedua senjata yang saat ini sedang kalian pegang"
Airi langsung membuang kesedihannya dan bertanya kepada Ryu "Guru! apakah kau membawakan senjata untukku? dimana bagaimana bentuknya"
Ryu langsung menjawab "Hey Airi kau jangan serakah! lagu pula kau sudah memiliki pedang sakti berbagilah kepada yang lebih membutuhkan!"
"Tak kusangaka Alam arwah juga memiliki penguasa" Ucap Shain ditengah tengah pembicaraan.
Padahal Ryu baru saja bangkit dari kematian, tapi dia bersih keras untuk bergegas melanjutkan perjalanannya "Hay guru! apa guru tidak lelah? walau bagaimana pun guru pasti lelah setelah berhasil bangkit dari kematian" Ucap Airi yang mengkhawatir keadaan Ryu.
"Biarpun aku lelah, aku tidak mau membuang buang waktuku dengan beristirahat didesa itu! dan esok hari aku akan melatih Yuki dan Erin menggunakan kedua senjata itu. Oh ya bukan hanya mereka berdua aku juga akan meminta Sina untuk melatih mu (Airi) dan Shain" Jelas Ryu.
Shain dan Airi saling berbisik setelah tahu kalau mereka akan dilatih oleh Sina "Hey Shain apa kau yakin kita akan menjadi lebih kuat setelah dilatih olehnya?" Tanya airi sembarih berbisik.
__ADS_1
Shain menjawab dengan berbisik kepada Airi "Aku juga tidak yakin, tapi kak airi.. sepertinya dia sedang mendengarkan pembicaraan kita"
Dan benar saja Sina mendengar pembicaraan mereka berdua "Ehem (batuk kecil) Jika tidak ingin dilatih kalian berdua tinggal bilang saja padaku!" Ucapnya dengan nada kesal.
Lantas mereka langsung berkata dengan terbata bata kalau mereka ingin dilatih oleh Sina "ah.. ti.. tidak tidak kami ingin sekali dilatih olehmu! hehehe.." Ucap Sina dengan terbata bata sembarih memasang ekspresi terpaksa.
"I.. iya kami juga yakin kalau kak Sina yang melatih.. pasti kami akan menjadi lebih kuat he.." Ucap Shain yang juga terbata bata
~Keesokan harinya/ditepi danau~
Kereta kuda yang membawa Ryu dan teman temannya, seketika berhenti disebuah danau dengan air yang sangat jernih.
"Disinilah aku dan sina akan melatih kalian!" Ucap Ryu.
"Huh sepertinya ini akan menjadi hari yang melelahkan!" Ucap Airi dengan ekspresi tak bersemangat, sembarih sedikit membungkukkan tubuhnya.
~Bersambung~
__ADS_1