
Diatas bebatuan Ryu berbaring sembarih merasakan sinar matahari pagi, sembarih bertanya dalam batinnya apakah teman temannya baik baik saja! "Bagaimana keadaan mereka disana, apakah mereka baik baik saja?" Tanya Ryu dalam batinnya.
Saat sedang asik bersantai, tiba tiba saja sebuah anak panah melesat cepat kearahnya. Seketika Ryu langsung menangkap dan mematahkan anak panah itu.
"Anak panah siapa ini? hey kau keluarlah! atau aku yang akan memaksamu untuk keluar" Ucap Ryu.
Seorang pemuda dan seorang wanita melompat keluar dari semak semak, mengejutkan Ryu hingga ia menggeluarkan pedang naga suci.
Kedua orang itu begitu cepat hingga Ryu hanya bisa melihat bayangan yang terus bergerak cepat. Ia lalu menebas nebaskan pedang naga suci kebayang itu namun gagal.
"Ah... cepat sekali! siapa benarnya meraka?" Tanya Ryu sembarih terus melihat kesekitarnya.
Saat Ryu hendak menebaskan pedangnya tanpa sadar pemuda itu sudah menodongkan pedangnya kekepala Ryu sedangkan Wanita itu sudah mengarahkan anak panahnya kearah tubuh Ryu.
"Bagaimana hanya segini kemampuanmu? hem... masih terlalu jauh!" Ucap pemuda itu sembarih menyimpan pedangnya.
"Kupikir dia sangat hebat? ternyata tidak sama sekali, bagaimana bisa guru menerimanya?" Tanya Wanita itu.
Lantas Ryu langsung bertanya siapa mereka sebenarnya "Ah... Guru? sebenarnya siapa kalian berdua, tiba tiba menyerang ku disaat aku sedang bersantai?"
Saat itu lah Ryu terdiam begitu mengetahui bahwa mereka berdua adalah Zang dan Lei, yang merupakan murid dari Sun.
~Gua Para Kera, Singgasana Sun~
__ADS_1
Ryu, Zang dan Lei masuk ke kegua Sun dan tepat dihadapan mereka terlihat Sun yang sedang duduk singgasananya.
"Jadi kalian telah datang, bagaimana dengan perjalanan kalian?" Tanya Sun.
"Seperti biasa hanya membunuh iblis!" Jawab
Zang.
"Apakah kalian mendapatkan informasi tentang kerajaan Sheiki dialam iblis?" Tanya Sun.
Kemudian Lei menjawab "Ini yang ingin kami beritahukan kepada guru, kami mengetahui bahwa Sheiki ternyata memiliki seorang putra!"
Mendengar perkataan itu Dahi Sun sedikit mengkerut, tak hanya Sun yang kaget tapi juga Ryu. Namun Ryu memilih diam dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka.
Lei lalu melanjutkankan ceritanya "Ya, namun bukan anak kandung! melainkan diciptakan dari setengah kekuatan Sheiki."
"Jadi begitu, berarti kita memiliki musuh baru yang kemungkinan sangat kuat!" Ucap Sun.
~Danau~
Ryu sangat gelisah begitu mengetahui kalau mereka musuh baru yang merupakan anak dari Raja Sheiki musuh terbesarnya. Hingga ia memutuskan untuk menenangkan diri disebuah danau yang dekat dengan gunung Sun.
"Jadi kami mempunyai musuh baru! astaga hal ini membuatku kembali terpikirkan akan keadaan dengan teman temanku!" Batin Ryu.
__ADS_1
"Mau sampai kapan kau bersantai disini!" Ucap Zang sembarih bersandar disebuah pohon.
"Ah... sejak kapan kau! ouh sudahlah mau apa kau kemari? kenapa kau suka sekali mengganggu ku disaat diriku sedang bersantai?" Kesal Ryu.
"Guru memanggil kita dipuncak! cepat datang karena guru tidak suka menunggu!" Ucap Zang sembarih berjalan menuju puncak gunung Sun.
"Chi... sebenarnya ada apa lagi!" Ucap Ryu sembarih menggaruk garuk kepalanya.
~Puncak Gunung Sun~
Sun, Lei, Zang dan Ryu berkumpul dipuncak Gunung Sun atas permintaan Sun guru mereka.
"Aku akan langsung terus terang kepada kalian mengapa aku mengumpulkan kalian semua disini! Aku meminta Zang dan Lei untuk berduel melawan Ryu. Jika Zang dan Lei atau Ryu kalah maka aku akan memasukannya kedalam dimensi kegelapan dan akan berhenti menjadi muridku" Ucap Sun sembarih membuka dimensi kegelapan.
Ryu pun kaget sementara Zang malah keberatan akan pertarungan yang dibuat oleh Sun. "Tapi guru! Dua lawan Satu itu tak adil!" Ucap Zang.
"Zang kau tahu aku ini adalah orang akan memberikan tantangan sesuai dengan kemampuan orang itu!" Jawab Sun.
"Sebenarnya sekuat apa dia hingga guru menyuruh diriku dan Lei untuk melawannya berdua?" Tanya Zang dalam batinnya
"Apa yang sebenarnya direncanakan Guru Sun, apa ia serius menyuruhku untuk melawan dua pendekar yang juga muridnya sekaligus?" Tanya Ryu dalam batinnya
~Bersambung~
__ADS_1