Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 53 Amarah Ryu


__ADS_3

Angin kencang terasa hingga keluar kerajaan Karmon, terlihat Sina, Airi, Erin, dan Shain berkumpul dan terdiam saat merasakan angin kencang disekitar kerajaan Karmon. "Angin apa ini kencang sekali? aku tak bisa melihat apa apa dengan debu yang berterbangan!" Tanya Shain.


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi didalam sana! tapi apa?" Tanya Erin.


~Arena Pertarungan~


Padahal Ryu yang sedang dikendalikan oleh Naga putih hanya bisa terduduk diam dikursi, tapi Naga putih tetap bisa menyerangnya dengan kekuatan yang ia punya.


Terlihat pakaian Carlen yang sudah banyak robek, akibat tersayat angin kencang yang ditimbulkan oleh Naga putih. "Kenapa padahal aku sudah melumpuhkan tubuhnya!" Tanya Carlen bingung.


Naga putih yang saat itu sedang menggambil alih tubuh Ryu, menjawab Carlen, sembarih duduk disebuah kursi. "Kau hanya melumpuhkan tubuh, bukan kekuatan! kau pikir bisa semudah itu mengalahkan orang yang memiliki Naga putih ditubuhnya?"


Walaupun sekujur tubuhnya sudah dipenuhi dengan luka, Carlen masih sanggup berdiri. Ia melompat kearah Ryu, dan bersiap melancarkan Cakar besinya kepada Ryu yang saat itu sedang dikendalikan oleh Naga putih.


"Chi padahal aku ingin menjadikanmu sebagai koleksiku yang manis, tapi sayang perlawananmu memaksaku untuk membunuhmu!" Ucap Carlen.


Namun berkali kali Carlen ingin menyerang, ia selalu terpental. "Kenapa? kenapa aku tidak bisa menyerangmu?" Tanya Carlen.


Naga putih menjawab. "Aku yang tak bisa bergerak dapat dengan mengelahkanmu, lalu bagaimana kalau aku bisa bergerak?" Tanya Naga putih.


Perkataan Naga putih sungguh membuat emosi Carlen meluap, Carlen menyerang Naga putih dengan membabi buta! "Kau bilang apa? chi rasakan ini! ini... dan ini!" Ucap Carlen menyerang Naga putih.

__ADS_1


Walau ia terus menyerang, serangannya malah balik mengarah kearahnya, membuatnya seketika terjatuh tak sadarkan diri. "A...kkhh apa.. aku kaa... lah?" Tanya Carlen sebelum kehilangan kesadaran.


~Alam bawah sadar Ryu~


"Naga putih! biarkan aku yang memghabisinya! ia sudah melukai Yuki saatnya aku membalasnya!" Pinta Ryu dengan paksa.


Naga putih yang sedang mengendalikan tubuhnya menjawab, bersamaan dengan tubuh Ryu yang sudah bisa digerakan kembali. "Baiklah tapi kau aku tidak akan meminjamkan kekuatanku padamu! karena aku tahu kau sedang didalam kendali emosi!" Ucap Naga putih sembarih mengembalikan kesadaran Ryu ketubuhnya.


Ryu yang kesadaraannya telah kembali berniat menyerang Carlen yang sudah terkapar dengan kekuatan miliknya sendiri. "Tak apa kalau kau tak ingin meminjamkan kekuatanmu! aku akan menggunakan kekuatanku sendiri!" Ucap Ryu sembarih mengaktifkan mata Raga miliknya.


Aura kegelapan mulai menyelimuti Ryu bersamaan dengan hilangnya aura Naga putih ditubuhnya. Perlahan ia berjalan mendekat kearah Carlen, bola hitam sudah berada ditangannya. Mungkinkan ini akhir bagi Carlen?


Ryu melancarkan bola hitamnya kearah Carlen dengan aura yang mengerikan ditubuhnya. "Habislah kau!" Ucap Ryu dengan mata Raga yang semakin menunjukkan kekuatannya.


Walaupun ia tahu kalau orang yang sedang ia hadapi bukanlah orang yang lemah, Xien masih bersih keras untuk melawan Ryu. "Tak akan kubiarkan kau menyentuh nona Carlen!" Ucap Xien yang berusaha melindungi Carlen.


Mata Raga Ryu bersinar dibalik gelapnya tubuh Ryu yang diselimuti aura kegelapan. "Baiklah jika itu pilihanmu" Ucap Ryu sembarih membuka kedua matanya yang sebelumnya tertutup.


Ryu melesat, kemudian memyerang Xien dengan berutal dan tanpa ampun. Satu persatu tangannya dipotong oleh Ryu yang sudah dikuasai oleh kegelapan mata Raga. "Huaakk... tanganku! aku tak bisa melihatnya" Ucap Xien menahan sakit.


Topeng naga yang memperhatikan dari pepohonan, begitu menikmati pertandingan Ryu, namun tak ada yang tahu ekspresi apa yang terpancar dibalik topeng itu. "Menarik! tapi mata Raga milik Ryu masih belum bisa dikendalikan! apa aku harus menahannya?" Tanya Topeng naga bimbang.

__ADS_1


Saat hendak menyerang Xien tiba tiba Ryu merasakan sakit dikepalanya, sampai sampai membuatnya terjatuh kesakitan. "Ahkk... apa? kenapa aku, sakit sakit sekali!" Ucap Ryu kesakitan.


Perlahan aura kegelapan mulai menyelimuti Ryu sepenuhnya. Kebencian, dan dendam sudah menyatu dengan Ryu.


Tatapannya berubah menjadi dingin, sikap Ryu begitu berbeda dari biasanya. "Darah! aku ingin melihat darahmu bersimbah dimana mana!" Ucap Ryu dengan tatapan dinginnya.


Keringat mulai bercucuran dari tubuh Xien yang sudah tak memiliki kedua tangan, ketakutan terlihat jelas diwajahnya "Keringat ini! bukannya aku berkeringat seperti ini hanya jika berhadapan dengan Raja Sheiki!" Batin Xien.


Ryu tersenyum jahat, bersamaan dengan keluarnya energi hitam yang berasal dari telapak tangan Ryu, dan menuju tepat kearah Xien dan Carlen yang terkapar.


Seketika Xien dan Carlen lenyap dan hanya menyisakan darah dimana mana, Ryu yang sudah tak terkendali kini berniat menghabisi Yuki. "Saatnya giliranya!" Ucap Ryu.


Untungnya Topeng naga datang tepat waktu, ia melesat kearah Ryu dan menendang Ryu hingga terpental ketembok. "Payah bukannya kau ingin menyelamatkan temanmu?" Tanya Topeng naga sembarih menendang Ryu.


"Kalau begitu kau yang akan menjadi penggantinya!" Ucap Ryu yang sudah tak bisa membedakan mana teman dan mana musuh.


"Dengan senang hati Ryu, aku ingin melihat semua jurus yang pernah kau pelajari diSekte Naga putih Ribuan tahun yang lalu!" Ucap Topeng naga.


Sementara Sina dan teman teman Ryu yang lain tak bisa masuk kearena pertarungan akibat penglahang yang kemungkinan dibuat oleh Carlen.


"Gawat, kalau begini terus hal buruk bisa saja terjadi!" Ucap Sina panik.

__ADS_1


Sedangkan yang lainnya berusaha keras untuk menghancurkan penghalang itu. "Chi, ini sangat merepotkan" Keluh Airi sembarih terus berusaha menghancurkan penghalang yang membuat mereka tak bisa masuk kedalam arena pertarungan.


~Bersambung~


__ADS_2