
~Markas Damyo~
Dinding dining sedikit demi sedikit mulai retak karena terkena energi dasyat yang timbul akibat energi Ryu dan Damyo yang saling bertabrakan "untuk iblis sepertimu kau lumayan kuat, tapi itu masih belum cukup untuk bisa mengalahkan ku" ucap Ryu sambil berlari dengan mengayunkan pedang Naga suci kearah damyo
"Oh...apa kau cukup yakin dengan perkataanmu itu?" tanya Damyo sambil mengeluarkan sebuah senjata berbentuk clurit yang muncul dari tangannya.
Pedang Naga Suci Ryu dan Clurit Damyo saling menyerang satu sama lain, hingga menimbulkan angin dasyat yang menghancurkan benda benda disekeliling mereka.
Kemudian mereka berdua melompat mundur, saling menjaga jarak satu sama lain, sebelum akhirnya Ryu melancarkan Jurus Badai Naga kepada Damyo, dengan mengibaskan salah satu tangannya kearah Damyo "Jurus
Badai Naga."
Serangan itu sukses membuat Damyo terpental setelah gagal menghalau serangan Ryu yang dilancarkan kepadanya "Che...hwa...k!"
Tapi Damyo kembali bangkit, mengambil cluritnya yang berada di lantai yang sudah hancur tak berbentuk, setelah terlempar dari tangannya "Kau pikir aku sudah kalah?
jika benar kau salah besar, karena kau akan menerima! serangan dariku..."
__ADS_1
Damyo mengibaskan Cluritnya kearah Ryu dan menimbulkan angin hitam yang mengarah kepada Ryu, serangan itu begitu cepat yang menyebakan Ryu tak dapat menghindarinya, dan malah mengenai tepat di tubuh Ryu, yang seketika membuat Ryu memuntahkan darah dari mulutnya "Kwaa...k hea..k"
Serangan itu sukses membuat Ryu terkapar untuk sementara tapi setelah Ryu bangkit, Damyo mendekat kearah Ryu dengan memegang Cluritnya.
Ryu hanya diam karena serangan Damyo membuatnya melihat dunia seolah olah sedang berputar, dan berdiri dengan sempoyongan sambil memengang kepalanya, kesakitan "Ah... kepalaku terasa sakit dan...pusing"
Damyo semakin mendekat kearahnya, tapi Ryu masih merasa kesakitan "Kenapa? apa kau minum sesuatu? gayamu itu seperti orang mabuk" ucap Damyo sambil terus berjalan kearah Ryu, sambil membawa clurit ditanganya.
Ryu kemudian sadar bahwa serangan yang dilancarkan oleh Damyo adalah serangan yang disebut oleh para iblis dengan sebutan Jurus Angin Iblis (jurus yang membuat targetnya merasa sakit dan pusing dikepala, juga dapat membuat target yang terkena serangan Angin Iblis seolah olah melihat dunia sedang berputar, dan mudah diserang oleh musuh) "Ah...jangan bilang ini adalah Jurus Angin Iblis"
Sayangnya Ryu terlambat menyadarinya dan membuat Ryu lebih dulu menerima serangan dari clurit Damyo "Hah... sayang sekali kau terlambat menyadarinya... Pendekar Naga Putih"
Seketika Ryu tumbang dengan tubuh dan Pakaian yang dipenuhi dengan darah.
~Alam Bawah Sadar Ryu~
Ryu bangun dan mendapati dirinya kembali berada ditempat dimana pertama kalinya ia bertemu dengan Naga Putih dialam bawah sadarnya, dan ditempat yang sama Ryu kembali melihat Gua yang didalamnya merupakan tempat Naga Putih.
__ADS_1
Ryu kemudian memanggil Naga Putih dari mulut Gua "Hei Naga Putih keluarlah!"
Tiba tiba ada aura berwarna putih yang keluar dari dalam Gua yang kemudian masuk ketubuh Ryu.
______________________________________
Damyo berpikir bahwa Ryu telah tewas dan kemudian berniat untuk meninggalkannya yang sedang dalam keadaan terkapar dengan tubuh yang di penuhi darah, Baru saja Damyo hendak memalingkan tubuhnya dari hadapan Ryu, tiba tiba Ryu bangkit dan melesat kearah Damyo, dengan melancarkan Pukulan yang dibaluti dengan Aura Naga Putih.
Damyo berdiri sambil menatap kearah Ryu yang seperti sedang dikendalikan orang lain "Ah...dia seperti kerasukan"
"Hah... terakhir kali aku bertarung, aku melawan seorang iblis yang bernama Yudo dan aku membuatnya menjadi debu, apa selanjutnya adalah kau?"
Damyo bertanya kepada Ryu yang tingkah lakunya seperti orang lain yang memiliki kekuatan dan energi yang luar biasa "Siapa...kau?" tanya damyo
Lalu menjawab
"Kau menanyakan siapa aku? baiklah akanku jawab namaku adalah...Naga Putih" Ucap Naga Putih sambil menekan jari Ryu yang sedang dikendalikannya hingga berbunyi.
__ADS_1
~Bersambung~