Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 45 Hasil Latihan


__ADS_3

Sebulan sudah Erin dan Yuki berlatih dibawah bimbingan Ryu. Walau begitu tak disangka mereka bisa dengan cepat beradaptasi dengan senjata yang mereka gunakan.


Tak jauh berbeda dengan Erin dan Yuki, Shain dan Airi yang berlatih dibawah bimbingan Sina membuat kemampuan bertarung mereka meningkat begitu pesat.


Dan sudah tiba saatnya bagi mereka berempat untuk menunjukkan hasil dari latihan mereka dengan melawan Ryu dan Sina sekaligus.


Kuda kuda sudah dikerahkan Yuki dan yang lainnya, sementara Ryu dan Sina berada dalam posisi terkepung oleh mereka berempat "Baiklah haruskan kita mulai sekarang karena jika iya aku tidak akan serius melawan kalian berempat" Ucap Sina menebarkan kesombongannya.


"Rupanya Guru Sina juga mewarisi kesombongan Guru Ryu" Ucap Airi dengan lantang sembarih memegang pedangnya.


"Hey Airi, lebih baik langsung kita mulai saja, aku sudah ingin mengeluarkan kekuatan ku!" Ucap Yuki yang tak sabar ingin mengeluarkan kekuatan gelang sihirnya.


"Hmm.. Yuki benar! tapi aku harus menjelaskan peraturannya ditubuh kami terdapat sebuah pelindung kayu jika kalian bisa mengoresnya kalian kami anggap menang tapi jika sampai sore kalian tidak bisa menggoresnya kalian kalah, kalau begitu ayo kita mulai pertarungannya dari.." Ucap Ryu bersiap melanjutkan kata salanjutnya.


Pertarungan dimulai bersamaan dengan Ryu yang berucap "Sekarang" Airi dan Erin maju dengan Pedang dan Cambuk ditangan mereka.


Tebasan pedang diarahkan Airi kearah Sina dengan cepat "Pelindung kayu mu akan merasakan tajamnya tebasan pedangku, Guru Sina.." Ucap Airi sembarih terus menerus menebaskan pedangnya.


Sedangkan Erin menyerang Ryu dengan cambuk yang dibaluti oleh api yang bernama Phoinex "Bagaimana Kak Naga apa kau merasakan panasnya" Tanya Erin sembarih terus menyerang Ryu.

__ADS_1


"Huh.. masih terlalu cepat bagimu untuk bisa membuat api cambukmu membakar diriku apa lagi untuk merasakannya!" Ucap Ryu meremehkan Erin.


Dan terlihat Yuki dan Shain yang dari tadi tak belum melancarkan serangan kepada Ryu dan Sina "Apa sudah waktunya kita menyerang" Tanya Yuki.


"Tunggu sebentar kak Yuki! jangan sampai kita mengacaukan rencana yang telah kita sepakati! Kita tunggu Kak Airi dan Erin melancarkan jurusnya kepada Kak Ryu dan Kak Sina. Sehingga membuat Kak Ryu dan Kak Sina akan terpokus untuk menahan serangan yang dilancarkan Kak Airi dan Kak Sina. Dan saat itu juga kita akan menyerang mereka berdua dari udara"


Jelas Shain tentang rencana yang akan mereka jalankan kepada Yuki.


"Baiklah! terimakasih sudah mengingatkan ku!" Ucap Yuki sembarih kembali memperhatikan pertarungan Erin dan Airi melawan Ryu dan Sina.


Melihat Yuki dan Sina yang dari tadi tidak menyerangnya dirinya maupun Sina, membuatnya berpikir akan apa yang sedang mereka rencanakan "Kenapa mereka tidak menyerang ku ataupun Sina? dan kenapa mereka membiarkan Airi dan Erin untuk menyerang kami berdua? sebenarnya apa yang mereka rencanakan?" Tanya Ryu dalam batinya.


Akhrinya rencana mereka berempat mulai dijalankan. Airi dengan kuat menebaskan pedangnya yang dibaluti aura berwarna hijau, tanda dia akan melancarkan jurunya "Tebasan Hijau Bambu."


Sedangkan disaat yang sama Erin juga melancarkan sebuah serangan berbentuk cincin bergerigi yang terbuat dari api kepada Ryu, yang ia sebut "Cakram api"


Ryu dengan cepat mengeluarkan Pedang Naga Suci untuk membantunya menahan serangan yang dilancarkan oleh Erin padanya "Huh.. hampir saja!" Ucap Ryu yang masih sempat menahan serangan Erin yang hampir mengenainya.


Situasi itu sudah diperkirakan oleh Shain, membuat dengan cepat melompat keudara bersama Yuki untuk bersiap menyerang Ryu dan Sina yang tengah sibuk untuk menahan jurus yang diberikan oleh Erin dan Airi.

__ADS_1


"Sekarang kak yuki!" Ucap Shain sembarih melompat bersama Yuki.


"Kami serahkan pada kalian berdua!" Ucap Airi kepada Yuki dan Shain, sembarih menjauh dari Ryu dan Sina bersama Erin


Mendengar perkataan Airi barusan membuat Sina bertanya tanya "Apa maksudmu?"


Ryu dan Sina langsung terdiam begitu melihat Yuki dan Shain yang bersiap menyerang mereka melalui udara.


Yuki mulai menggunakan kekuatan gelang sihirnya dengan bersiap menggeluarkan sihir angin untuk dilancarkan kepada Ryu dan Sina "Udara yang berhembus, berikan kekuatan anginmu padaku! Sabit angin" ucap Yuki yang tengah mengucapkan mantra.


Sebuah serangan angin berbentuk sabit terarah kepada Ryu, sedang Shain menyerang Sina dengan serangan yang ia sebut "Guntur hitam"


Karena benturan serangan mereka yang sebagain mengenai tanah membuat asap tebal disekeliling Ryu dan Sina, dan membuat mereka tak tahu apakah serangan mereka mengenai Ryu dan Sina atau tidak.


"Apa kita berhasil?" Tanya Erin


"Entahlah? tapi sepertinya kita berhasil!" Jawab Shain.


Tapi begitu asap mulai hilang mereka begitu kaget melihat sebuah pirsai berbentuk bulat melindungi Ryu dan Sina "hmm.. Kalian pikir kami akan kalah semudah itu?" Tanya Ryu sembarih sedikit tersenyum.

__ADS_1


mereka hanya terdiam mengetahui rencana mereka telah gagal "Tidak mungkin, padahal aku sudah memperhitungkannya dengan matang" Bingung Shain bagamana bisa rencana nya yang telah ia buat dengan matang bisa gagal.


~Bersambung~


__ADS_2