Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 52 Pertarungan


__ADS_3

"Tap tap tap..." Suara langkah kaki Yuki berjalan perlahan kearah sebuah ruangan.


Pintu itu terbuka, dan betapa terkejutnya Yuki saat melihat Ryu yang sedang ada dalam pelukan seorang wanita yang tak ia kenal, membuatnya salah sangka terhadap Ryu "Ah, siapa gadis itu, sayang apa kau mengenalnya" Tanya Carlen.


Ryu mulai panik ketika membayangkan, sebuah api membara yang menyelimuti tubuh Yuki, yang bisa dianggap sebagai perwujudan amarah Yuki. "Astaga aku bisa melihat, amarah Yuki yang seakan akan adalah api merah yang sedang berkobar hebat " Ucap Ryu.


Gelang sihir milik Yuki tiba tiba bersinar, bersamaan dengan Yuki yang mengucapkan mantra "Guntur dasyat yang mengguncangkan dunia, pinjamkan aku kekuatan petirmu!"


Petir datang secara tiba tiba, kemudian langsung menyambar tepat ketubuh Yuki dan entah bagaimana sebuah pedang berbalutkan petir tiba tiba muncul dan berada digenggaman Yuki. "Hei wanita aneh, kalau kau berani, aku menantangmu untuk berduel satu lawan satu denganku. Sementara kau Ryu! aku akan memberimu pelajaran nanti" Tantang Yuki.


Carlen berdiri kemudian tersenyum kecil kearah Yuki, kemudian berkata "Hmm... menarik, baiklah akan kuterima tantanganmu! tapi sebelum itu.." Ucap Carlen sembarih mentotok punggung Ryu.


Ryu langsung merasakan efek dari totokan itu, tubuhnya tiba tiba tak bisa digerakan sama sekali olehnya. "Apa? tubuhku! hey apa yang kau lakukan padaku? Chi wanita ini!" Kesal Ryu.


~Arena Pertarungan~


Sebuah arena pertarungan dikerajaan karmon, sepertinya akan menjadi saksi pertarungan Yuki dan Carlen. Sementara terlihat Ryu yang sedang duduk disebuah kursi tanpa bisa menggerakan tubuhnya "Ahk... ayolah aku tidak bisa hanya berdiam diri disini!" Ucap Ryu yang hanya bisa melihat pertarungan Yuki melawan Carlen.


Yuki dan Carlen saling menatap satu sama lain, Yuki yang dibaluti petir seperti tak sabar untuk mengayunkan pedangnya, sementara Carlen hanya berdiri diam menunggu serangan yang akan dilancarkan oleh Yuki. "Tak ada sedikitpun kegugupan dari dirinya, bahkan ia terlihat percaya diri ingin melawanku" Batin Carlen.


"Bersiaplah, kau akan menerima serangan mematikan milik ku, aku ingin melihat seberapa kuat kau bisa menghadapiku!" Ucap Yuki dengan percaya diri.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, terlihat Airi dan Sina yang mulai kewalahan menghadapi para Iblis yang tak ada habisnya. "Sial! mereka tidak ada habisanya, guru Sina?" Ucap Airi.


"Aku juga masih bingung, tapi sekarang hanya cara ini yang bisa kita lakukan, yaitu melawan mereka semua" Ucap Sina sembarih terus menebaskan kipas merahnya kearah para Iblis sekelilingnya.


Tapi walaupun mereka terus melawan, para Iblis terus bermunculan, dan semakin lama semakin banyak. Tapi tiba tiba sesosok bayangan melintas dan menghabisi seluruh Iblis dalam sekejap mata. "Hwuakkk.... khuaaakk..." Teriak para Iblis kesakitan.


Sontak membuat Sina dan Airi kebingungan akan hal yang baru saja mereka lihat. "Ah... Airi apa kau melakukan sesuatu yang membuat mereka musnah dengan sekejap mata?" Tanya Sina yang masih tak percaya.


"Tidak! aku malah berpikir guru yang menyerang mereka!" Ucap Airi.


Tak Jauh berbeda dengan keadaan Sina dan Airi, kini Shain dan Erin berada dalam kepungan para Iblis.


Sedangkan terlihat Erin yang terus menerus menyerang Iblis yang tak ada habisnya "Amukan Api Phoenix" Teriak Erin.


"Chi percuma! mereka tak ada habisnya" Ucap Shain yang mulai terpojok.


Namun sekali lagi bayangan itu datang dan dengan kecepatan yang luar biasa, membantai habis seluruh Iblis sama seperti yang terjadi pada Sina dan Airi.


Erin langsung mencari kesempatan, dengan berpura pura takut saat melihat bayangan itu muncul dan membantai habis Iblis dihapapan mereka. "Shain apa itu tadi? (sembarih memeluk lengan Shain)" Tanya Erin.


"Aku tak tahu, tapi kita harus waspada" Jawab Shain.

__ADS_1


Terlihat Topeng naga yang berdiri disalah satu dahan pohon sembarih berbicara, dengan pakaian berlumuran darah. "Hah setidaknya aku membunuh Iblis hari ini!"


~Arena Pertarungan~


Yuki dengan percaya diri mengibaskan pedangnya kearah Carlen, namun tiba tiba Carlen mengeluarkan senjata berupa cakar besi yang sangat panjang, yang ia gunakan untuk menepis pedang Yuki yang diarahkan padanya.


"Hah... apa hanya ini, kemampuanmu? membosankan" Ucap Carlen yang meremehkan kemampuan bertarung milik Yuki.


Namun Yuki bukanlah orang yang mudah untuk menyerah, Yuki melompat berusaha untuk menjaga jarak sementara ia mengucapkan mantra. "Roh Api membara, pinjamkan aku..." Ucap Yuki hendak mengucapkan mantra.


Belum sempat Yuki menyelesaikan mantranya, Carlen dengan sigap melesat, dan menyerangnya. "Tak akan ku biarkan kau menggunakan kekuatanmu!" Ucap Carlen.


"Ahkk... kau, ah pengecut!" Ucap Yuki dengan cakar tajam tertusuk diperutnya.


Ryu yang melihatnya hanya bisa terdiam karena tubuhnya yang telah dilumpuhkan oleh Carlen untuk sementara. "Yuki, Yuki!... lepaskan aku, berikan aku kekuatan!" Teriak Ryu.


Angin datang begitu kencang, menghempaskan tubuh Carlen kedinding. "Kekuatan, kekuatan apa ini?"


Dan terlihat mata Ryu yang berubah menjadi putih perak, dengan aura naha putih disekelilingnya sembarih berkata. "Aku, Naga Putih... kembali!" Ucap Naga putih yang sedang mengendalikan tubuh Ryu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2