Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 46 Hasil Latihan ( ll )


__ADS_3

"Glug.." Suara Ryu yang sedang meneguk segelas air.


Yuki, Airi, Erin, dan Shain terlihat begitu kewalahan untuk menghadapi Ryu dan Sina, sedangkan matahari sebentar lagi akan terbenam. Namun tak satu pun dari mereka berempat yang berhasil menggores pelindung yang ada ditubuh Ryu dan Sina.


Sina kemudian berbisik kepada Ryu "Hey apa kau yakin mereka bisa mengalahkan kita berdua sebelum matahari terbenam?" Tanya Sina.


Ryu terlihat sangat percaya diri dengan perkataannya dia begitu yakin kalau Yuki dan yang lainnya akan berhasil melewati tantangan yang dia berikan "Hmm.. apa kau tak percaya dengan kekuatan mereka? setelah mereka berlatih begitu keras tak ada kata lain yang akan mereka dapatkan selain berhasil!"


Benar saja Yuki, Airi, Erin dan Shain kembali bangkit dan kini terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.


Dengan bantuan pedangnya Airi bangkit kemudian menyodorkan pedangnya kearah Ryu dan Sina "Akan kumenangkan dengan pedangku!" Ucap Airi dengan penuh semangat


Semangat Airi membuat semangat teman teman juga ikut terbangun dan bangkit menjadi sosok yang lebih bersemangat. "Huh.. hampir saja aku menyerah! terimakasih Airi!" Ucap Yuki yang kembali bersemangat setelah melihat tekad Airi yang begitu kuat.


Mereka kembali bangkit serangan kembali dilancarkan kearah Ryu dan Sina. Ryu dan Sina yang sedang bersantai tiba tiba mendapatkan sersngan yang tak terduga dari teman temannya "Hey mereka kembali menyerang?" Tanya Sina yang terkejut mengetahui Yuki dan yang lainnya kembali menyerang.


Berbeda dengan Sina, Ryu sudah memperhitungkan bahwa Yuki dan teman temannya yang lain akan kembali menyerang "Hmm.. sudah kuduga mereka tidak akan menyerah semudah itu! apalagi jika ada Airi bersama mereka!" Ucap Ryu


Dengan gesit mereka berdua menghindari berbagai serangan yang dilancarkan Yuki dan teman temannya yang lain.


Memang rencana awal mereka sudah gagal tapi bukan berarti mereka tidak memiliki rencana cadangan, Shain dengan cepat membagi kelompok "Dengar aku dan Erin akan memancing kak Sina sedangkan kak Yuki dan Kak Airi yang mengurus Kak Ryu." Ucap Shain


Mereka berpencar dengan membagi dua kelompok, dan sesuai dugaan Shain, Sina langsung mengejar perginya Shain dan Erin, sementara Ryu mengejar Airi dan Yuki.


"Hei kemarilah! apa kalian ingin menyerang kami dari belakan kemudian melarikan diri?" Tanya Sina sembarih terus mengejar Shain dan Erin.


"Percuma kalian berdua kabur kalian hanya akan membuang buang waktu, matahari sebentar lagi akan terbenam" Saran Ryu kepada Yuki dan Airi.

__ADS_1


Sina langsung menghentikan langkahnya ketika ia kehilangan jejak akibat kabut yang tiba tiba muncul disekelilingnya "Kabut? oh benar juga ini pasti ulah Shain!" Pikirnya


Tiba tiba Erin muncul dari balik kabut dan langsung menyerang Sina secara langsung dengan cambuk berlapiskan api "Rasakan panasnya!" Ucap Erin sembarih mengibaskan cambuknya kearah Sina.


"Hah.. percuma membuat jarak pandanganku berkurang, jika kau menyerangku secara langsung" Ucap Sina.


Pertarungan antara Erin dan Sina terus berlanjut. Erin begitu kewalahan menghadapi Sina yang kemampuannya jauh lebih tinggi darinya.


Walau begitu Shain sama sekali tak terlihat menyerang ataupun menunjukan dirinya dihadapan Sina "Dimana Shain jangan bilang dia sedang menyiapkan perangkap untuk menjebakku?" Tanya Sina dalam batinnya.


Sementara Airi dan Yuki berhasil dicegat oleh Ryu disebuah tempat yang dikelilingi pepohonan "Mau lari kemana lagi kalian?" Tanya Ryu.


"Tidak! disini saja cukup untuk menghadapi Guru" Sombong Airi.


"Hah.. ternyata kau sudah bisa berkata sombong! Airi" Ucap Ryu


Sementara itu Yuki tak mau membuang buang waktunya hanya dengan berbicara, dan langsung menyerang Ryu dengan kemampuan sihir miliknya.


Tapi bukan hanya Airi dan Yuki yang memiliki senjata Ryu juga mempunyainya, "Baiklah, Pedang Naga Suci!" Teriak Ryu sembarih memanggil pedang naga suci.


Pertarunganpun dimulai senjata mereka saling beradu satu sama lain "Akan kutebas pelindung itu" Ucap Airi


Sementara Erin masih menghadapi Sina sampai Erin telah terpojok akibat menerima serangan terus menerus dari Sina tapi saat Sina hendak menyerang Erin yang sudah tak bisa melawan.. "Sudah kuduga! apa yang dibilang Ryu nyatanya hanya kebohongan!" Ucap Sina sembarih bersiap menyerang dengan kipasnya.


"Shain cepatlah! aku tak bisa menahan lama!" Batin Erin.


"Crekk.." Sebuah lumpur tanpa sadar telah di injak oleh Sina namun apa yang bisa dilakukan oleh lumpur biasa, sebuah petir mengalir kearah lumpur yang dipijak Sina membuat kakinya tiba tiba tak bisa digerakan.

__ADS_1


"Ah.. apa? ini.. aku tak bisa bergerak" Batin Sina mendapati kakinya yang tak bisa digerakkan.


Shain muncul dan berteriak sembarih mengatakan "Erin sekarang!"


Dengan cepat Erin menebaskan cambuknya kearah pelindung kayu milik Sina, sebuah goresan besar terhias dipelindung kayu milik Sina yang menandakan bahwa mereka telah berhasil menglahkan Sina.


"Kita berhasil" Ucap Erin dengan gembira, sementara Shain menghela napas tanda ia kelelahan.


Lalu bagaimana dengan Yuki dan Airi? keadaan kini berbalik kearah Ryu! Airi dan Yuki terlihat tengah terjutah ketanah "Huh kukira kalian akan bisa mengalahkan kami ternyata.." Ucap Ryu sembarih menebaskan pedangnya.


Tapi niatnya sedikit tertunda ketika melihat Yuki dan Airi jatuh dalam posisi yang sangat seksi, membuat niat nya untuk menyelesaikan semuabya terunda untuk sesaat "Ryu kenapa kau melihat mereka? tahan! tahan! tahan!" Ucap Ryu sembarih menampar pipinya.


"Yuki lemparkan kulit pisang itu!" Perintah Airi.


Tak sadar Ryu tengah berjalan kearah kulit pisang yang sengaja dilempar Yuki, padahal Ryu sudah berhasil mengendalikan dirinya dari godaan Yuki dan Airi, tapi malang bagi Ryu. Dia malah menginjak kulit pisang yang membuatnya kehilangan keseimbangan "Hey.. ada.. a..pa lagi ini? aku akan.. aku jatuh!"


Dengan cepat Airi dan Yuki bangkit dan disaat yang sama mereka menebaskan senjata mereka kepelindung kayu yang dikenakan oleh Ryu.


"Aku tak percaya kita berhasil!" Ucap Airi yang masih tak percaya kalau mereka berhasil mengalahkan Ryu.


Semua berkumpul ditempat yang sama Yuki dan yang lainnya terlihat gembira setelah berhasil mengalahkan Ryu dan Sina.


Sementara Ryu dan Sina.. "Ternyata kau benar mereka memang tak mudah menyerah!" Ucap Sina pada Ryu.


"Berarti aku memenangkan taruhannyakan?" Tanya Ryu.


"Taruhan? kapan kita taruhan?" Bingung Sina.

__ADS_1


"hahaha aku hanya bercanda, aku ingin bersantai" Ucap Ryu sembarih merebahkan dirinya disebuah batu.


~Bersambung~


__ADS_2