Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 58 Pertarungan Di Puncak Gunung Sun


__ADS_3

Serangan dilancarkan oleh Zang dan Lei, sementara Ryu menangkis satu persatu serangan dengan menggunakan Pedang naga suci. Pertarungan yang cukup berat karena, lawannya bisa menyerang dari jarak dekat dan jarak jauh.


"Mereka tak berhenti untuk menyerang, sulit bagiku untuk mencari celah. Saat ini aku hanya bisa menangkis serangan mereka." Batin Ryu.


Zang dan Lei terus melancarkan serangan mereka. "Kenapa kau tak menyerang? sungguh membosankan jika kami yang terus menyerang!" Sombong Zang.


"Atau hanya perasaan ku atau dia memang belum mengeluarkan semua kekuatannya?" Tanya Lei dalam batinnya.


Zang yang sudah tak tahan melihat tingkah Ryu yang hanya diam dan bertahan, melompat mengeluarkan pedangnya lalu mereka saling beradu pedang satu sama lain.


"Jika kau tak menyerang aku akan terus menyerangmu!" Ucap Zang.


Sedangkan Sun hanya diam, berdiri dengan satu kaki sembarih mengamati jalannya pertarungan. "Ayolah aku ingin melihat kau menggunakannya lagi, Ryu!" Batin Sun.


Anak panah Lei terus menyerang Ryu ditambah Ryu saat ini tengah menghadapi Zang dengan pedangnya. Sedikit demi sedikit tubuh Ryu mulai terluka sedangkan ia belum menyerang sedikitpun. "Tak ada pilihan lain selain menggunakan kekuatan naga putih, lagi pula mereka berdua dan aku sendiri aku yakin mereka bisa mengatasi kekuatan naga putih."


Ryu melompat kebelakang menjaga jarak dari Zang, lalu mengumpulkan kekuatan naga putih ketujuhnya. Aura naga putih dari tubuh Ryu, seketika membuat Zang dan Lei terkejut.

__ADS_1


"Ah... apa itu?, apa ini salah satu jurusnya?" Tanya Zang dalam batinnya.


"Ada apa ini? seketika aku merasakan ada energi yang kuat muncul dari dirinya!" Batin Lei.


Ryu membuka matanya yang berwarna putih perak, lalu melapisi Pedang Naga Suci dengan aura naga putih, Sembarih berkata "Aku sudah siap"


Sun tersenyum kecil sembarih berkata "Bagus akhrinya aku melihatnya lagi"


Ryu sontak melesat dan berputar mengelilingi Zang dan Lei. Lei lalu menembakan beberapa anak panah namun tak ada satu pun dari anak panahnya yang berhasil mengenai Ryu.


Sementara Zang melompat keudara lalu mefokuskan serangan kesatu titik yang terarah kepada Ryu. Serangan itu ia sebut dengan Tebasan Satu Titik. "Hmm (Tersenyum Kecil) Kena kau, Tebasan Satu Titik" Ucap Zang sembarih menyerang Ryu.


Asap ada dimana mana, baik Zang ataupun Lei tak bisa melihat apa apa akibat tebalnya asap.


Saat asap telah menghilang Zang dan Lei terkejut, Ryu berdiri dengan pakaian yang robek akibat terkena serangan Zang. Walaupun begitu Ryu masih bisa berdiri, ia maju sembarih mengusap darah dibibirnya.


"Kau tahu? itu cukup sakit, dan sekaranglah aku harus membalasnya!" Ucap Ryu kemudian melesat.

__ADS_1


Ryu kembali melesat namun kini jauh lebih cepat, Zang dan Lei terus diserang oleh Ryu namun mereka tak bisa membalas karena gerakan Ryu yang begitu cepat.


"Hwuakk... kakak bagaimana ini? dia terus menyerang kita sedangkan kita tidak bisa menyerang balik!" Ucap Lei sembarih berusaha menahan serangan yang dilancarkan Ryu.


Kemudian Zang melihat cahaya perak yang begitu terang dihadapannya, hingga membuat matanya tak kuasa untuk melihatnya, dan sebenarnya itu adalah aura dari naga putih yang ada ditubuh Ryu.


Ryu memegang kuat pedang naga suci yang sudah berbalutkan api putih, mata Ryu berubah begitu tajam dan tertuju kearah Zang.


Ia melesat kemudian melancarkan serangan kepada Zang dan Lei hingga membuat mereka tumbang.


"Api Naga Putih" Ucap Ryu sembarih membaskan pedangnya kearah Zang dan Lei.


"Hwuakk... kami ka.. lah!" Ucap Zang tumbang.


"Tak... bisa dipercaya? kami... kalah" Ucap Lei yang juga tumbang.


"Aku menang!" Ucap Ryu bersamaan dengan hilangnya aura naga putih ditubuhnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2