
Hujan turun begitu cepat, bersamaan dengan kepergian Ryu. Tangisan teman temannya pecah begitu mengetahui Ryu telah tiada "Hey Kau bercanda kan? bangun bangun! kau lihat kita telah berhasil mengalahkan Kasin!" Ucap Yuki yang tak terima atas kematian Ryu.
"Sudahlah Yuki, Ryu telah tiada dengan terhormat!" Ucap Sina yang tak menetaskan satu pun air mata.
Yuki berbalik kearah Sina kemudian menampar wajahnya, setelah itu menarik kerah bajunya "Pakk.."
Sedangkan yang lain hanya bisa menangis dan meratapi jasad Ryu "Guru.. aku berjanji akan menjadi pendekar pedang yang hebat!" Ucap Airi sembarih meneteskan air mata.
Kembali kepada Yuki yang menampar Sina. Sina langsung marah setelah ditampar oleh Yuki dan bertanya kenapa Yuki menamparnya "Kenapa kau menamparku?"
Lantas Yuki menjawab "Kau tidak sadar? kau baru saja bilang Ryu telah tiada tapi aku tidak akan percaya itu, dan tampangmu itu kau sedikit pun tidak terlihat sedih"
Akhrinya Sina memberitahu segalanya kepada Yuki kenapa dia bersikap seperti itu "Karena aku sedang menepati janjiku kepada Ryu!"
"Janji? apa maksudmu?" Tanya Yuki pada Sina.
Sina kemudian menceritakan hal yang tak Yuki ketahui yang membuat Sina sampai bersikap seperti itu "Beberapa ribu tahun yang lalu, saat itu kami.."
~Beberapa ribu tahun yang lalu~
Terlihat Sina dan Ryu sedang duduk ditepi danau, sembarih membicarakan sesuatu.
"Wah.. disini udaranya segar ya!" Ucap Sina yang sedang duduk di sebelah Ryu.
__ADS_1
Ryu kemudian menoleh tepat di hadapan wajah Sina dengan tampang serius, membuat wajah Sina mulai memerah "Kenapa wajahmu memerah?" Tanya Ryu.
Sina menjawab dengan sedikit gugup "Merah? a.. wajahku memerah, tidak sepertinya kau salah lihat" Ucapnya sembarih berpaling dari wajah Ryu.
Ryu melihat kelangit kemudian menatap awan yang sedang dihembuskan oleh angin "Kita semua pasti akan berada diatas sana!"
Sina binggung dengan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Ryu "Apa maksudmu?" Tanya Sina
Belum sempat Sina mendapatkan jawabannya, Ryu kemudian menyuruh Sina untuk berjanji sembarih menyodorkan kelingkingnya kearah Sina "Jika aku mati kau harus berjanji! kau tidak akan memasang wajah sedih dan meneteskan air mata dihadapan jasadku!" Pinta Ryu.
"Kenapa tidak boleh?" Tanya Sina kepada Ryu.
Ryu menjawab pertanya yang dilontarkan Sina kepadanya "Karena aku mau terlihat keren dihadapan semua orang yang melihat jasadku, dan dikennang sebagai pendekar naga putih, ya walaupun aku belum mendapatkan kekuatan naga putih dari kakek Fan Shen."
"Baiklah aku berjanji, dan kita berdua akan menjadi pendekar kuat dimasa depan" Ucap Sina sembarih mengkaitkan jari kelingking miliknya dengan jari kelingking milik Ryu
Yuki hanya bisa diam kemudian kembali meratapi sajad Ryu, sampai salah satu warga menyarankan untuk mengubur jasad Ryu "Lebih baik kita kubur saja Pendekar Naga Putih"
Tapi lagi lagi Yuki menolak dan meminta waktu sampai besok karena ia masih percaya kalau Ryu akan kembali. "Tidak, aku mohon berikan aku waktu sampai besok aku yakin Ryu akan kembali, aku yakin itu."
~Alam arwah gerbang ke 2~
Ryu membuka matanya, dan terkejut melihat tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya, begitu banyak orang disana, tapi semuanya mengenakan pakaian serba putih sebuah tempat yang dipenuhi cahaya, buah buahan dan awan sebagai tempat mereka berpijak.
__ADS_1
Ryu mendekat ke salah satu orang yang ada didekatnya "Hey apa kau tahu sesuatu tentang tempat ini?" Tanya Ryu
Orang itu menjawab "Sepertinya kau roh yang baru saja tiba?"
Perkataan yang dilontarkan orang itu malah membuat Ryu bertambah binggung "Roh? apa jangan jangan aku telah mati?"
Orang itu malah tertawa begitu Ryu menyadari bahwa ia telah tiada "ku.. hahahaha.. hah kau ini orang yang aneh, jika kau berada dialam arwah itu berarti kau telah mati!"
Akan tetapi Ryu masih dilanda kebingungan karena alam arwah sangat berbeda dengan alam arwah yang sebelumnya ia datangi "Astaga aku sudah mati! tapi kenapa berbeda sekali? sebelumnya alam arwah hanyalah tempat hampa yang diselimuti kegelapan"
Kemudian orang itu memeberi tahu Ryu kalau tempat yang ia lihat adalah alam arwah gerbang pertama "Tak salah lagi kau pasti melihat alam arwah gerbang pertama, dan yang kau lihat saat ini adalah alam arwah gerbang ke2."
Setelah mengetahui itu, terlintas sesuatu dibenak Ryu yang dikatakannya dengan berteriak kencang "Lalu bagaimana caranya aku kembali?.."
~*Bersambung~
***Terimkasih buat kalian yang udah baca Rusa Putih (Ryu Si Pendekar Naga Putih)😊 semoga kalian selalu dalam keadaan sehat.
Oh ya jangan lupa ~Like
~Komen
~Vote
__ADS_1
~ Rate bintang 5
Sampai bertemu dichapter selanjutnya👋👋****