
Sun berdiri dihadapan Zang dan Lei yang sudah pasrah untuk dimasukan kedalam dimensi kegelapan dan berhenti sebagai murid Sun.
Namun apa yang keluar dari perkataannya. "Aku hanya berbohong!"
Ryu hanya bisa terdiam dengan mulut menganga lebar. "Apa kau katakan? jadi selama ini kau hanya berbohong?" Tanya Ryu.
"Benar aku hanya berbohong, dan berkat kebohongan itu aku bisa melihatmu bertarung menggunakan kekuatan naga putih." Jawab Sun.
Mendengar hal itu Zang dan Lei sangat senang. Dan sejak pertarungan itu Zang dan Lei tidak lagi meremehkan kekuatan Ryu.
Sejak itu pula mereka selalu menjalankan misi yang diberikan oleh Sun bersama sama. namun pada suatu hari...
Ryu, Zang, dan Lei pergi menghadap Sun karena ada misi baru yang akan diberikan oleh Sun kepada mereka. "Kali ini misi kalian adalah membebaskan desa aiga dari para iblis. Desa aiga yang kini telah berhasil direbut oleh para iblis harus berhasil kalian bebaskan dari cengkraman iblis itu." Ucap Sun
"Baiklah Guru!" Jawab Zang
"Kali ini berapa banyak iblis yang akan kuhabisi? sepertinya akan lebih banyak darimu Lei!" Ucap Ryu.
"Tak akan kubiarkan itu terjadi! panahku akan menghabisi lebih banyak iblis dari pada pedang milikmu!" Jawab Lei.
"Sebaiknya kalian bergegas kesana!" Perintah Sun.
__ADS_1
"Baik guru!" Ucap mereka secera bersamaan.
Perjalanan Ryu, Zang, dan Lei dimulai. Mereka lalu memilih untuk melewati lembah Satria Pedang, karena dengan begitu mereka akan dapat sampai lebih cepat kedesa aiga.
~Lemba Satria Pedang~
Setelah puluhan tahun Lembah ini sangat menyeramkan apalagi legenda mengatakan bahwa disini saksi saat Satria Pedang menghabisi tujuh komandan iblis.
Tak lama berjalan Ryu merasakan seseorang tengah mengamati mereka dari kejauhan! "Apa hanya perasaanku atau memang ada seseorang yang sedang mengamati kita?" Tanya Ryu.
Ternyata bukan hanya Ryu yang meresakannya Zang dan Lei juga merasakan hal yang sama. "Jadi kau juga merasakannya, bagaimana denganmu kakak?" Tanya Lei.
"Aku juga merasakannya! sekarang kita hanya perlu berhati hati, sembarih terus berjalan" Ucap Zang.
Tiba tiba kabut tebal datang menyelimuti lembah Satria pedang, ditambah dengan suara menggeram dari suatu mahkluk, Sontak membuat mereka langsung mengeluarkan senjata.
"Siapa disana? keluarlah, atau kau akan kupanah!" ancam Lei.
Sesosok iblis besar berkepala dua, muncul dihadapan mereka. Seperti berniat untuk memangsa mereka bertiga, Iblis itu menyerang dengan membabi buta.
Ryu dan Zang berlari kearah iblis itu semabarih memegang pedang mereka, tebasan demi tebasan dilancarkan oleh Ryu dan Zang, sementara Lei menyerang dengan penahnya.
__ADS_1
Namun tenaga iblis itu begitu kuat, dengan lengan besarnya ia menghempaskan Ryu dan Zang ketanag. "Graaa..."
"Apa apaan ini, lengannya bagaikan besi! Zang kau baik baik saja?" Tanya Ryu.
"Ya, aku baik baik saja!" Jawab Zang.
Mereka bertiga memutuskan untuk melanjutkan serangan sembarih mencari dimana kelemahannya.
Hingga mereka menemukan luka yang tak bisa sembuh didaerah lengan monster. "Hey, Ryu! apa kau melihatnya? tepat dilengan kirinya ada sebuah luka yang tidak bisa disembuhkan dengan cepat."
"Ya, aku melihatnya! kalau begitu kita harus melakukan jurus Panah tiga cahaya!" Ucap Ryu.
Iblis itu terus menyerang, Sementara Ryu, Zang, dan Lei sedang menyalurkan kekuatan mereka kepada panah Lei.
Dan saat iblis itu berlari kearah mereka, Lei melesatkan anak panah yang merupakan gabungan dari kekuatan mereka bertiga, tepat kearah lengan kiri iblis itu.
"Panah Tiga Cahaya" Ucap mereka secara bersamaan.
Dan benar saja monster itu berteriak keskitan bersamaan dengan tubuhnya yang perlahan menjadi abu.
"Akhirny selesai juga" Ucap Ryu sembarih mengusap keringat dikeningnya.
__ADS_1
~Bersambung~