Ryu Si Pendekar Naga Putih

Ryu Si Pendekar Naga Putih
Chapter 49 Gua Tengkorak


__ADS_3

Ratusan iblis terlihat sedang mengepung Topeng Naga, namun ia tidak terlihat takut sedikitpun. "Berani sekali kau datang kemarkasku seorang diri!" Ucap Rein, pemimpin iblis digua terngkorak.


"Hah... jangan membuatku tertawa! aku seorang diri bisa meratakan kalian semua!" Jawab Topeng Naga.


Walau begitu tak seorangpun yang tahu siapa sebenarnya orang dibalik topeng itu, bahkan Rein sendiri belum tahu siapa Topeng naga sebenarnya. "Sebenarnya siapa dia? berani sekali ia datang untuk menghadapiku" Tanya Rein dalam batinnya.


Walaupun dari balik topeng, tatapan tajam Topeng naga sudah terlihat sejak awal, setiap senjata iblis tertuju padanya. "Shinra (Teleportasi)" Ucap Topeng naga sebelum menghilang dengan kedipan mata.


Entah bagaimana Topeng naga muncul tepat dibelakang Rein, dan menendangnnya tepat kearah kerumunan iblis. "Ah... dimana?" Tanya Rein yang melihat Topeng naga menghilang entah kemana.


"Aku disini! Tendangan Kaki Api!" Serangan api milik Topeng naga sukses membuat Rein terpental hebat.


Rein bangkit dengan pakaian setengah hangus, dibadanya "Chi! awas kau! kalian cepat serang dia!" Kesal Rein.


Serentak semua iblis ditempat itu melompat kearah Topeng naga. "Inilah akibat jika kau berani menyerang Tuan Rein!" Ucap salah satu Iblis yang siap menyerang Topeng naga.


Sementara itu Ryu dan teman temannya sedang mencari lokasi Gua Tengkorak. Teman teman Ryu sudah melarangnya untuk ikut mencari keberadaan Gua tengkorak, karena ia baru saja pulih setelah melawan Topeng naga, tapi Ryu bersih keras untuk ikut.


Yuki melihat Ryu yang sedang kesakitan sembarih memegang perutnya, membuat ia khawatir akan keadaan Ryu "Hey apa kau yakin ingin ikut?" Tanya Yuki.

__ADS_1


Ryu membuang rasa sakitnya dan berusaha terlihat baik baik saja dihadapan teman temannya. "Jangan perlakukan aku seperti anak kecil! aku masih kuat, lebih baik kita pikirkan bagaimana cara kita bisa mencari lokasi keberadaan Gua tengkorak" Ucap Ryu.


Demi mempercepat pencarian mereka tentang lokasi Gua tengkorak, Ryu membagi dua kelompok yaitu Erin, Yuki, dan Airi sementara Ryu bersama Shain dan Sina.


Ratusan iblis terkapar dihadapan Topeng naga dan hanya menyisakan Rein dihadapannya "Ah... bagaimana? bagaimana bisa dia? si... siapa kau?" Tanya Rein dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


Topeng naga menarik pedangnya, kemudian melesat kearah Rein, dengan kecepatan kilat dan tanpa disadari oleh Rein, bahwa Topeng naga telah menebaskan pedangnya tepat kearah lehernya "A..apa yang telah kau... la... kukan?" Tanya Rein sebelum tewas ditebas oleh Topeng naga.


Topeng naga menancapkan pedangnya ketanah, sembarih berkata "Gua Tengkorak, selesai!"


Tepat saat Topeng naga hendak beranjak pergi, Ryu, Shain dan Sina datang dan menjadi saksi atas kematian Rein dan ratusan para iblis diGua tengkorak. Ditambah Ryu kembali bertemu dengan Pendekar Topeng Naga yang membuatnya terluka parah.


Shain memperhatikan sekitarnya, puluhan mayat iblis berserakan dimana mana! membuat Shain bertanya tanya siapa yang sudah melakukan ini? "A... apa? bagaimana... siapa yang sudah melakukan ini? menghabisi ratusan iblis?" Tanya Shain.


Ryu dan Shain lantas langsung pergi mendekat kearah Sina, dan berusaha untuk membantunya menghadapi Topeng naga. "Oh sepertinya kita bertemu lagi, Ryu!" Ucap Topeng naga.


Shain dan Sina sangat kaget, bagaimana tidak, bagaimana bisa orang itu mengenal Ryu "Ah... Kalian berdua saling kenal? Ryu jelaskan ini!" Pinta Sina.


Tatapan Ryu berubah menjadi tajam, kemudian menceritakan semuanya kepada Sina dan Shain. "Dia adalah orang yang sudah membuatku terluka parah! dia... Topeng naga" Jawab Ryu.

__ADS_1


Melihat keadaan Ryu saat itu, Sina membuat penghalang disekitar Ryu agar dia tidak ikut bertarung melawan Topeng naga "Dinding Angin" Ucap Sina.


Ryu bingung segaligus kesal, kenapa ia harus dikurung oleh Sina. "Hey Sina apa maksud semua ini? keluarkan aku!" Pinta Ryu dengan paksa.


"Jika kau bertarung dengan keadaanmu yang sekarang, kau hanya akan mempersulit kami, pikirkanlah perasaan orang orang yang sayang padamu!" Ucap Sina sembarih melompat kearah Topeng naga dengan kipasnya.


Perkataan Sina seketika membuat Ryu diam tak berkutik, sementara Sina dan Shain tengah menghadapi Topeng naga dihadapannya.


Serangan petir dilancarkan oleh Shain kearah Topeng naga "Halilintar Hitam" Teriak Shain melancarkan serangannya.


Serangan Shain diperkuat dengan digabungkan dengan serangan yang sedang dilancarkan Sina "Badai Biru


Asap akibat serangan Shain dan Sina membuat mereka tak bisa melihat apa apa. "Apa kita berhasil" Tanya Shain.


Asap reda namun tak Topeng naga tak terlihat dimanapun, dan tiba tiba ia telah berada dipintu keluar gua "Apa, dia dimana?" Tanya Sina.


"Terimakasih karena telah bersedia meladeniku Sina Sang Pendekar Kipas Merah, aku harus pergi untuk beristirahat (Whuss..)" Ucap Topeng naga sebelum menghilang dengan kedipan mata.


~Bersambung~

__ADS_1


Visual Yuki



__ADS_2