
Suara siulan terdengar bersamaan dengan tibanya teman teman Ryu ditempat biasa Ryu menunggu mereka, Yuki yang mendengar siulan itu begitu jelas, langsung mengira kalau itu adalah Ryu. "Hey kami sudah membawa hewan hewan buruan kami ayo berangkat!" Ucap Yuki.
"Kenapa kakak tidak menjawab?" Tanya Erin yang tak mendengar satu jawaban pun dari orang yang ia kira adalah Ryu.
🎵Fu... fu... fu....🎵 Suara siulan itu terhenti bersamaan dengan Topeng naga yang muncul dari sebuah pohon didekat mereka.
Lantas mereka langsung sigap, waspada dengan mengeluarkan kuda kuda mereka masing masing. "Chi ternyata bukan Ryu! hey apa yang kau lakukan pada Ryu?" Tanya Sina.
Sungguh tidak diduga, bukannya menyerang Topeng naga malah memberitahu keberadaan Ryu yang sekarang ada dikerajaan karmon "Heh... sebaiknya kalian bergegas karena Ryu telah ditipu oleh seorang iblis yang menyamar menjadi manusia, dan kini ia telah berada dikerajaan karmon" Ucap Topeng naga sebelum pergi menghilang dengan kedipan mata.
Mengetahui hal itu, membuat teman teman langsung bergegas pergi kekerajaan karmon. Namun terlintas sebuah pertanyaan dipikiran Sina saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kerajaan karmon "Kenapa orang itu mau memberi tahu kami tentang keberadaan Ryu? sebenarnya dia musuh atau teman?" Tanya Sina dalam batinnya.
Berbeda dengan Sina, Yuki malah berpikir untuk memarahi Ryu setelah mereka berhasil menyelamatkannya. "Dasar Ryu! belakang ini dia sering sekali beraksi sendiri, dia akan merasakan amarahku ketika ia sudah berhasil diselamatkan.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Ryu terbangun dan terkejut, mendapati dada seorang wanita menempel erat diwajahnya, membuatnya kesulitan untuk bernapas "Hoy... astaga aku bermimpi kan? ahkk... aku tak bisa... bernapas, seseorang tolong aku!" Ucapnya.
Bersamaan dengan bangunnya Ryu, Carlen bangun dan langsung mencium Ryu tepat dibibirnya agar dapat membuat Ryu diam "Diamlah biarkan aku memelukmu lebih erat koleksiku!" Ucapnya sembarih mencium Ryu.
"Dia... dia menciumku, astaga jadi begini rasanya dicium... ah apa aku sudah gila, Ryu ingat dia adalah seorang Iblis" Batin Ryu berusaha melepaskan dirinya dari Carlen.
Yuki dan yang lainnya telah tiba didepan gerbang masuk Kerajaan Karmon, berjalan mengendap ngendap sembarih memperhatikan sekitar. Itulahlah yang sedang dilakukan oleh Yuki dan teman temannya namun semuanya sia sia begitu beberapa Iblis memergoki mereka hendak masuk keKerajaan Karmon. "Hey apa yang kalian hendak lakukan, dasar penyusup serang!" Ucap salah satu dari segerombolan Iblis yang mengenakan baju prajurit.
"Biarkan aku dan Airi yang mengurus ini, kalian cepat masuk!" Ucap Sina yang sudah siap dengan kuda kudanya.
Sina dan Airi sedang menghadapi iblis yang menghalangi jalan mereka, sementara Yuki, Airi, dan Shain pergi masuk keKerajaan Karmon. "Baiklah Padahal pedang baru sajaku pakai untuk menebas hewan buruan, sekarang akan kugunakan untuk menebaskannya kepada kalian" Ucap Airi sembarih menondongkan pedangnya kearah Para Iblis dihadapanya.
Satu persatu Iblis ditebas oleh Airi, dan beberapa kali ia mengeluarkan jurus teknik pedang miliknya. "Pedang Cakar Macan" Teriak Airi sembarih menebaskan pedangnya.
__ADS_1
Sementara Sina, selalu mementalkan para Iblis yang hendak menyerangnya, menggunakan kipas miliknya "Hembusan Angin Biru" Ucapnya Sina mengibaskan kipas merah miliknya.
Walaupun Yuki, Erin, dan Shain telah berhasil masuk kedalam Kerajaan karmon Segerombolan Iblis lainnya datang menghalangi mereka untuk masuk kedalam istana. "Jadi kalian penyusupnya? jika benar, pasukan serang mereka" Perintah salah satu Iblis.
Shain dan Erin kemudian menawarkan diri untuk menghadapi salah satu gerombolan Iblis dihadapan mereka. "Kak Yuki, pergilah dan selamatkan Kak Ryu! biarkan aku dan Erin yang menghadapi segerombolan Iblis jelek ini!" Ucap Shain yang sudah diselimuti oleh petir hitam miliknya.
"Hmm baiklah, berhati hatilah! aku yakin kalian pasti bisa" Ucap Yuki yang kemudian pergi menuju, istana Kerajaan Karmon.
Walaupun dikepung banyak Iblis, Erin malah senang karena ia bisa bertarung bersama Shain. "Bertarung bersama Shain, berdua saja ini adalah pertarungan yang terbaik" Batin Erin.
Pertarungan terjadi, Shain dengan kecepatan petir miliknya dengan cepat menyetrum para Iblis yang hendak menyerang dirinya "Pelindung Kilat" Ucap Shain sembarih terus menyerang para Iblis.
Sementara Erin melompat keudara dan menyerang para Iblis dengan serangan mematikan miliknya. Cambuk Phoenix diayunkan oleh Erin dan seketika serangan mematikan miliknya meluncur kearah pera Iblis. "Sayap Api Phoenix" Sebuah serangan berbentuk burung meluncur tepat kearah para Iblis dan membakar mereka menjadi abu.
__ADS_1
Sementara Ryu yang masih berada dipelukan Carlen, mendengar suara pertempuran yang ia tahu kalau itu adalah teman temannya "Ah... itu pasti mereka, untuk saja wanita ini tidak menyadarinya, teman teman cepat tolong aku!" Batin Ryu yang sudah tersiksa, harus tidur dalam pelukan seorang wanita iblis.
~Bersambung~