
Sheiki hanya diam berdiri ditempatnya tapi tapi ia mampu membuat Topeng naga terpojok. Apalagi saat keadaan Topeng naga yang saat ini sedang dalam keadaan yang tidak baik, setelah bertarung dengan Ryu.
"Hanya segini kemampuanmu? mengecewakan!" Ucap Sheiki sembarih terus menyerang Topeng naga.
Sementara Topeng naga hanya bisa menghindar dari serangan Sheiki yang amat menakutkan. "Aku harus memikirkan cara untuk kabur dari sini, benar juga aku bisa menggunakan Jurus Penyilau mata." Pikir Topeng naga.
Sebuah cahaya berkumpul ditubuh Topeng naga, hal itu membuat Sheiki sedikit mengkerutkan dahinya. "Apa yang dia lakukan?" Tanya Sheiki dalam batinnya.
Sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata dilancarkan oleh Topeng naga kearah Sheiki. "Apa ini aku tak bisa melihat!" Keluh Sheiki.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Topeng naga untuk kabur meninggalkan Sheiki. "Ini kesempatanku untuk kabur!"
Cahaya itu telah reda namun apa yang didapati oleh Sheiki? ternyata Topeng naga telah hilang dari pandangannya. "Chi... dia kabur dengan menggunakan jurus sederhana itu. Tapi sejauh apa pun kau kabur, pada akhirnya kau akan datang sendiri padaku cepat atau lambat!" Ucap Sheiki kemudian kembali kealam iblis melalui portal yang sama.
~3 Minggu Kemudian~
Terlihat satu persatu pohon tumbang dihutan Ranji, suara pohon pohon yang tumbang terdengar begitu nyaring. "Masih kurang, masih kurang!" Ucap Ryu dengan kesal.
Ternyata dalangnya adalah Ryu, ia tampak begitu kesal ada apa dengan dirinya? tampak ia sudah pulih dari pertarungannya dikerajaan karmon.
Sementara keadaan Yuki masih dalam tahap pemulihan.
__ADS_1
"Hey apa salah pepohonan kepadamu, sampai kau menumbangkan mereka tanpa tujuan yang jelas?" Tanya Sina yang tiba tiba datang.
Ryu memalingkan wajahnya kearah Sina. Dan nampak wajah kesal bercampur konyol Ryu membuat Sina seketika bingung. "Ehh... wajah apa itu? kau bertingkah aneh semenjak pertarunganmu dikerajaan karmon" Ucap Sina.
"Aku hanya ingin bertambah kuat, Topeng naga! sampai sekarang aku belum bisa mengalahkannya." Jelas Ryu.
"Jadi begitu! karena aku sudah mendapatkan jawabnya lebih baik aku kembali, kau juga cepatlah kembali!" Pinta Sina.
"Baiklah baiklah! tapi aku harus menumbangkan 50 pohon lagi sebelum kembali!" Ucap Ryu.
"Terserah kau, tapi kau harus kembali" Ucap Sina kemudian.
Ryu kembali melanjutkan kegiatannya untuk menumbangkan pepohonan, tapi sebuah cahaya terang perlahan turun dari awan kemudian mendekat kearah Ryu. Tak lain yang datang adalah Dewi alam. "Ryu! hentikanlah merusak alam sekitarmu!" Pinta Dewi alam.
"Benar! aku tahu kau ingin bertambah kuat, jadi aku menyerankan kau untuk berguru kepada Sun raja para kera, salah satu dari para dewa terkuat" Saran Dewi alam.
Tak butuh waktu lam Ryu berpikir, raut wajahnya langsung berubah serius Ryu kemudian menyetujui untuk berguru kepada Sun raja para kera. "Baiklah, tapi aku harus berpamitan kepada teman temanku sebelum pergi!" Pinta Ryu.
"Kami akan menunggumu Ryu!" Ucap Sina sembarih memegang pundak Ryu.
"Hey berjuanglah! saat kau kembali kau harus bertambah kuat, dan aku juga akan terus berjuang, lalu menjadi kuat" Ucap Yuki.
__ADS_1
"Sampai jumpa kak!" Ucap Erin.
"Setelah guru bertambah kuat, aku ingin guru mengajariku jurus jurus yang hebat!" Pinta Airi.
"Aku hanya berharap yang terbaik untukmu kak Ryu!" Ucap Shain.
Ryu mengangkat semua bekalnya yang dilapisi sebuah kain dengan kayu, dan bersiap untuk pergi kegunung Sun. "Terimakasih. Dewi alam aku siap untuk berangkat."
"Baiklah, kita berangkat!" Ucap Dewi alam.
~Gunung Sun~
Berkat bantuan Dewi alam, Ryu bisa dengan cepat sampai di gunung Sun.
"Cepat! cepat sekali, kau tak pernah bilang kita bisa sampai dengan sangat cepat." Ucap Ryu.
"Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, selebihnya kau bisa melakukannya sendiri. sebelumnya aku sudah memberitahu Sun jika kau kemungkinan akan datang ketempatnya. Kalau begitu aku pergi" Ucap Dewi alam yang kemudian pergi dengan sekejap mata.
Ryu kemudian melanjutkan perjalanannya menemui Sun seorang diri, saat ini ia sudah berada dipuncak gunung. Saat itu juga ia melihat seorang siluman kera berbulu emas dengan pakaian khas miliknya dilengkapi dengan tongkat emas yang berdiri tegak disaming ia bersemedih.
"Jadi ini raja para kera, Sun" Ucap Ryu tercengang.
__ADS_1
"Jadi kau datang, anak baru!" Ucap Sun sembarih membuka kedua matanya, yang berwarna keemasan
~Bersambung~