
Kini keadaan telah berbalik, dengan muncul Naga Putih yang saat itu sedang mengendalikan tubuh Ryu dan mengambil alih kesadaranya, membuat Damyo kini terpojok karena tidak bisa mengimbangi kekuatan Naga Putih yang luar biasa dasyat "ah...(Napas terengah engah) kekuatan itu terlalu kuat untuk bisa ku imbangi, tapi aku tidak bisa mengalah darinya begitu saja"
Tidak ingin menyerah, Damyo terus menerus menyerang dan menebas nebaskan cluritnya kepada Ryu yang saat itu sedang dikendalikan kesadaranya oleh Naga Putih.
"Apa ini? seranganmu bahkan tidak dapat menyentuhku" Ucap Naga Putih
Merasa diremehkan, Damyo yang terpancing emosinya, langsung melancarkan jurus yang berasal dari tebasan cluritnya, yang saat itu ia sebut dengan Tiga Sabit Iblis "Akan kubuat kau menarik kembali semua kata katamu padaku! Tiga Sabit Iblis"
Tiga cahaya hitam berbentuk sabit mengarah kepada Naga Putih yang menggunakan tubuh Ryu saat itu, Naga putih hanya diam dan membiarkan serangan itu mengenai dirinya, Serangan itu terlihat jelas mengenai Naga putih, hingga membuat sekujur tubuh Ryu yang saat itu sedang dikendalikan oleh Naga Putih ditutupi oleh segumpalan asap "Itulah akibat meremehkan diriku, Naga sialan" ucap Damyo sehabis melancarkan serangan kepada Naga Putih.
Dari asap yang menyelimuti tubuh Ryu yang kesadaranya sedang diambil alih oleh Naga Putih, keluar sebuah serangan berupa tebasan pedang yang mengarah kepada Damyo. "Ah...serangan itu? kupikir dia telah tewas! (Sambil melompat menghindari serangan yang tiba tiba keluar dari gumpalan asap yang menyelimuti Naga Putih yang sedang menggunakan tubuh Ryu)
Serangan datang di ikuti dengan keluarnya Naga Putih yang sedang mengendalikan tubuh Ryu serta mengambil alih kesadaranya, dengan membawa Pedang Naga Putih ditanganya "Serangan mu tadi itu bahkan tidak membuat tubuh Ryu lecet sedikitpun" Ucap Naga Putih yang bermaksud untuk meremehkan Damyo.
Mereka berdua saling beradu senjata, sedangkan Damyo yang merasa terus diremehkan oleh Naga Putih semakin marah dan menyerang Naga Putih dengan membabi buta "Kali ini, akan ku pastikan kau mati bersamanya! Naga Sialan!"
Damyo melompat kemudian melemparkan Cluritnya kepada Naga Putih, Clurit yang diselimuti Aura Iblis itu begitu kuat, dan mengarah tepat kearah Naga Putih.
__ADS_1
Bukannya menghindar Naga Putih malah melompat berlawanan arah, dengan Clurit yang dilempar damyo kearahnya "Hah dasar Naga bodoh! apa kau ingin bunuh diri?" Tanya Damyo
Tapi ternyata Naga Putih menebaskan pedang Naga Suci kepada Clurit Damyo yang seharunya mengenainya,
hingga membuat Clurit Damyo hancur menjadi dua bagian "Ini tidak pantas disebut sebagai senjata"ucap Naga Putih.
Melihat senjatanya yang dihancurkan oleh Naga Putih, Damyo marah kemudian berusaha menghabisi Naga Putih dengan serangan terkuatnya "Naga...Naga sialan, akan... akan kubuat kau menjadi debu!" Ucap Damyo yang sudah termakan emosi.
Perlahan, sedikit demi sedikit aura iblis mulai terpusat ditubuh Damyo, semua energi iblis dari mayat maupun iblis yang sekarat diserap kedalam tubuhnya, hingga membuat tubuh para iblis itu kurus seperti tulang yang hanya dilapisi dengan kulit "Kau lihat lah! kekuatan sejatiku!"
Mereka berdua saling melancarkan serangan masing masing, kedua serangan itu saling bertabrakan, bahkan sampai membuat angin kencang dan ledakan yang begitu kuat.
Kedua serangan itu sama sama lenyap menjadi sebuah ledakan, tapi anehnya setelah ledakan itu berakhir dan hanya menyisakan kehancuran di markas Damyo.
Anehnya Damyo tidak melihat Naga Putih yang sedang mengendalikan tubuh Ryu "Dimana Naga sialan itu?" Tanya Damyo sambil melihat kesekitar.
Tiba tiba Naga Putih melesat sambil menebaskan Pedang Naga Suci ketubuh damyo yang membuat damyo seketika tewas karena badanya yang terbelah "Berhentilah memanggilku dengan sebutan NAGA SIALAN" Ucap Naga Putih.
__ADS_1
"BRUKK" Suara dua bagian tubuh Damyo yang jatuh ketanah.
Dan disaat yang sama kesadaran Ryu kembali "Ah... chi Naga itu, seenaknya saja mengambil alih tubuh dan kesadaranku (menengok kearah Damyo yang telah tewas) dia... terlalu berlebihan, (melihat lukanya yang telah sembuh) hah aku juga harus berterimakasih pada naga itu karena telah menyembuhkan luka ku, (mengingat teman temannya) astaga aku harus menyelamatkan mereka" ucap Ryu yang kemudian berlari untuk menemukan dimana keberadaan temab teman dan warga desa yang disekap
~Keesokan Harinya~
"Sampai jumpa! datang lagi kesini ya!"
sorak ria para warga menyambut kepergian Ryu dan teman temannya.
"Hari yang panjang" ucap Airi
"Ya hari yang panjang, hey kalian jangan tidur saja ayo pijat punggungku,shain kau yang mengemudikan kereta kuda, (ya,jawab shain) inilah bayaran setelah aku bersusah payah menolong kalian" ucap Ryu.
"Kenapa kami harus melakukan ini" keluh teman temannya.
~Bersambung~
__ADS_1