Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Sang mantan


__ADS_3

Siapa wanita ini, sepertinya dia sangat akrab dengan mama Viona. gumam Vivi di dalam hati.


"Via..apa kabar sayang..?" saut mama Viona ke wanita cantik itu.


Wanita berparas cantik, berkulit putih, langsing, hidung mancung dan memiliki mata yang sipit mirip wanita korea dengan rambut panjang yang dismoothing, kaki jenjang, dan mini drees diatas lutut menambah penampilannya seperti seorang model papan atas.


"Aku baik tante, tante apa kabar? Uda lama banget ya kita engga ketemu." saut wanita itu.


"Iya kamu kan yang sibuk bolak balik luar negeri untuk kerjaan..." jawab mama Viona sambil tersenyum memeluk wanita itu.


"Iya tante, kebetulan banget ya kita ketemu disini, aku baru dua hari di indo tante, baru mampir lagi ke salon ini, tante juga mau perawatankan? Keinget dulu kita juga sering banget ya perawatan bareng. Bagaimana kabar Dicky tante?" saut wanita itu tersenyum penuh arti.


Vivi yang masih heran dengan wanita itu hanya terdiam melihat dan mendengarkan perbincangan mereka berdua. Entah kenapa perasaannya dibuat tidak enak saat melihat mereka berdua terlihat sangat akrab, mungkin ada rasa cemburu yang berlebih, entah hanya perasaan iri karena takut tersaingi.


"Dia masih sama seperti dulu, keras kepala, Eh iya sampe lupa ngenalin, ini Vivi, dia istrinya Dicky." saut mama Viona sambil merangkul Vivi


Vivipun mengulurkan tangan kepada wanita itu, dia terlihat kaget saat mama Viona memperkenalkan dirinya sebagai isteri dari Dicky.


"Hai, kenalin saya Vivi."


"Hai, aku Lavea." saut wanita itu seraya memicingkan mata pada Vivi dia memperhatikan penampilan Vivi dari atas kebawah dengan sinisnya.


"Oh kamu isterinya Dicky, ko aku ga diundang ke pernikahan Dicky sih tante?" tanya Via itu heran.


"Dicky menikah secara sederhana, hanya keluarga saja." saut mama Viona sambil tersenyum.


"Oh gitu ya tante, tante aku tinggal dulu ya, aku masi ada urusan, kapan kapan kita berbincang lagi." saut Via mencium pipi kiri kanan mama Viona.


"Iya sayang, sampai jumpa lagi ya!" saut mama Viona.

__ADS_1


Via kemudian segera berlalu dari kami, karena masih bingung dan penasaran akhirnya Vivi memberanikan diri untuk bertanya tentang Via kepada mama Viona.


"Ma, Via itu siapa?" tanya Vivi pada mama mertuanya.


"Yakin kamu mau tahu tentang Via? Engga bakalan cemburu nih...? Ledek mama Viona sambil tersenyum.


"Cemburu? Padanya? Emang dia siapa ma?" saut Vivi dengan wajah yang heran.


"Via itu dulu pacarnya Dicky. Mereka pacaran cukup lama, mama juga sampai dikenalin sama Via, kita juga dulu sering jalan bareng, sampai akhirnya Via meninggalkan Dicky tanpa kabar, dan setelah sekian lama ternyata Via lebih memilih karier nya sebagai model di luar negeri." saut mama Viona menjelaskan.


"Oh gitu, mama ini, lagian kenapa aku harus cemburu sama dia, yang uda jelas jelas ga ada hubungan lagi sama mas Dicky mah..?" saut Vivi tersenyum.


"Baguslah ternyata kamu memang wanita yang kuat, ga cemburuan ya?" ledek mama Viona.


"Ah biasa aja ma." saut Vivi.


*


Disisi lain Dicky yang sedang duduk disebuah foodcourt untuk menunggu kedua ratunya yang sedang berada disalon merasa terkejut ketika melihat Via yang sedang berjalan menuju kepadanya.


Degg..


Tiba tiba saja ada rasa bergemuruh dan berkecamuk di hati Dicky, dadanya bergetar hebat setelah melihat wanita itu. Wanita yang dulu meninggalkannya saat hatinya sudah merasa terobati sepeninggal berpisah dari Vivi.


Dicky memang sering gonta ganti pacar, tapi wanita yang ada dilubuk hati yang paling dalam, hanya Vivi dan Via. Via adalah wanita kedua yang pernah ada dihati Dicky, wanita yang sudah membuat Dicky sembuh dari luka yang dibuat oleh Vivi, tapi dia kemudian menorehkan lagi luka dihatinya, saat dia memilih kariernya sebagai seorang model dan harus tinggal diluar negeri karena pekerjaannya.


Satu bulan berlalu, Via pergi dari Dicky tanpa kabar, tanpa sepatah katapun, dia tidak menghubungi Dicky atau mengatakan hal apapun padanya sebelum kepergiannya.


Dicky berusaha mencarinya kemanapun, ke teman temannya, tidak ada yang mau memberitahukan kemana Via pergi waktu itu. Dengan hati yang sudah pasrah Dickypun merelakannya, setelah tau dari kedua orangtuanya bahwa Via telah pergi ke London untuk pekerjaannya disana, dan kedua orangtua Viapun meminta Dicky agar tidak mencoba untuk menghubunginya, agar dia fokus dengan karier nya.

__ADS_1


Dua tahun berlalu Dicky dan Via tidak bertemu, Via juga tidak berkirim kabar pada Dicky, dia memutus semua akses di medsosnya dan Dicky juga tidak berusaha untuk mencari tahu tentangnya.


Dicky dengan segera melupakan Via dengan caranya sendiri, menghabiskan waktu dengan Frans, baik itu ke cafe, karaoke, atau ke club malam. Dia juga disibukan dengan beberapa kali ganti pacar.


"Hai Ky, apa kabar kamu?" sapa Via pada Dicky yang masih bengong.


"Via, aku baik, kamu gimana?" saut Dicky canggung.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja, tapi aku kangen sama kamu." tanpa ragu Via mengucapkannya, padahal dia tahu kalau Dicky sudah menikah.


"Syukurlah kalau kamu baik baik saja Via, tapu maaf, aku sudah menikah." saut Dicky tersenyum Smirk.


"Tapi aku benar benar kangen sama kamu Ky.." rengek Via manja memegang tangan Dicky.


"Sudahlah Via, kita tidak ada hubungan lagi semenjak kamu pergi dariku tanpa kata, dan tanpa kabar." saut Dicky menepis tangan dari Via.


"Iya maafin aku Ky, aku memang salah, aku lebih mementingan karier daripada kamu, tapi itu aku lakukan karena aku ingin hidup kita lebih baik kalau aku bisa menjadi model papan atas, aku lakukan itu semua demi kamu ky..." lirih Via.


"Demi aku? Kamu ga salah ngomong? Demi aku? Lantas apa yang aku dapat setelah kamu menjadi model papan atas? Harta? Uang? Adakah kamu bertanya dulu padaku? Meminta persetujuan dariku? Atau kamu memberi kabar padaku tentang kepergianmu?" ucap Dicky mencerca pertanyaan kepada Via.


Via meneteskan air mata karena kata kata dari Dicky yang memang benar adanya, dia tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan dari Dicky tersebut.


"Lalu sekarang setelah aku bisa melupakan kamu dari hidupku, dari keseharianku, ketika aku sudah menjalani kehidupanku bersama wanita lain, tiba tiba kamu datang padaku seolah tidak pernah terjadi apa apa diantara kita? Kamu benar benar egois Via." timpa Dicky pada Via yang menjadi menangis sesegukan.


Dicky yang begitu emosi dan meninggikan suaranya kepada Via menjadi perhatian para pengunjung foodcourt disana.


"Dicky maafkan aku...aku benar benar minta maaf ky...aku salah...aku mau memperbaiki kesalahanku padamu, apapun yang kamu minta akan aku kabulkan agar kamu mau memaafkan aku ky..plisss..." Via merengek sambil sesegukan, dia berusaha meraih dan menggenggam kembali tangan Dicky.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2