
Kejadian pelecehan tadi membuat Vivi masih syok, akan tetapi dia harus kalah dengan keadaan, keadaan dimana dia tidak mempunyai cukup uang untuk keesokan harinya menyediakan makanan untuk suaminya juga rokok dan bensin yang harus dia sediakan setiap harinya.
Alhasil dengan terpaksa dia harus menunggu lagi tamu yang datang dan berharap tamu yang kali ini akan dia layani tidak seperti yang tadi, mudah mudahan memberikan uang tips yang banyak agar dia dapat memenuhi kebutuhannya dan juga suaminya.
Dia sudah tidak ingin lagi merepotkan orang tuanya untuk meminjam uang atau berharap belas kasih ibu mertuanya, dia hanya ingin mendapatkan uang dengan hasil jerih payahnya, walaupun itu harus bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke executive.
Satu jam lamanya Vivi hanya menunggu di ruangan ladies bersama para make up artis, untung saja setelah itu mami Rara datang.
"Vero sayang ikut sama mami yuk, ada tamu di room mawar." ucap Mami Rara tersenyum ramah.
"Siapa tamunya mih?" tanya Vivi.
"Tenang aja, ini kakek Roni." saut mami Rara.
Hah, untung saja kakek Roni yang datang, Vivi akhirnya bisa bernafas lega.
Kakek Roni adalah seorang CEO di perusahaan yang besar di kota nya, dia memang sudah menjadi member di tempat karaoke dimana Vivi bekerja.
Kakek tua yang mungkin sudah memiliki banyak cucu, hanya saja karena dia memang orang China, dan masih sering berolahraga terlihat dari postur tubuhnya yang belum tua renta seperti orang tua seumurnya membuat dirinya masih terlihat segar bugar.
Vivi yang ditemani mami Rara ke room yang dimaksud.
"Hai kek, apa kabar?" sapa Vivi pada kakek tua itu sambil cipika cipiki.
Memang dirinya yang minta dipanggil kakek saja, karena sudah memahami usia nya sendiri.
"Halo, sayang, kakek baik, kamu apa kabar?" saut kakek Roni.
__ADS_1
"Aku juga baik baik saja kek." timpa Vivi.
"Ya sudah, mami tinggal ya say, selamat menikmati dan bersenang senang malam ini!" ucap mami Rara yang langsung meninggalkan room tersebut.
Kemudian Vivi duduk disamping kakek itu, dan mulai memutar lagu kesukaan kakek itu, tentunya lagu tahun 80an. Vivi memang seorang pemandu lagu yang memahami setiap tamu yang menginginkan jasanya. Dia selalu fleksibel dengan tamu tamunya, karena dia tau ada banyak orang yang datang dengan perbedaan genre music.
Ada yang masih muda suka music dangdut, ada yang sudah tua tapi sukanya music pop, ada juga yang setengah matang sukanya music barat, banyak juga yang suka semua jenis music termasuk Vivi. Untungnya Vivi memang suka semua jenis music, lagu apapun dia dengarkan, termasuk lagu lagu kenangan tahun 80an seperti lagu dari artis Broery Marantika dan Dewi yul, Phil Collins, Chrisye, Nike Ardila, Sting dan masih banyak lagi pokonya, makanya ketika sekarang dia harus menemani tamu yang seorang kakek kakek berusia 70tahunan dia sudah hapal betul harus menyanyikan lagu apa.
Hanya satu gelas cocktail long island yang Vivi pesan dan satu bungkus rokok kepada waiters yang menghampiri ke room mereka, karena dia tahu kakek Roni sudah tidak mengkonsumsi alkohol, dia memang datang ke tempat karaoke murni karena suka bernyanyi, tidak ada sentuhan apalagi pelecehan seperti tamunya yang tadi. Vivi hanya memindahkan lagu apa yang akan kakek itu bawakan dan biasanya si kakek pun juga meminta Vivi untuk berduet.
Vivi merasa lega karena tamunya kali ini adalah kakek Roni, yang tidak neko neko dan nakal seperti tamu tamu yang lain, tapi kakek Roni selalu memberi tips yang lumayan untuk Vivi, tiga ratus ribu untuk dua jam menemani kakek bernyanyi, kakek juga membebaskan Vivi kalau mau memesan minuman ataupun makanan kesukaannya.
Disela sela bernyanyinya perut Vivi yang keroncongan meminta jatah pun akhirnya harus dia isi dulu, karena minuman beralkohol akan membuatnya mual kalau tidak diisi terlebih dahulu dengan makanan berat.
"Kek, Vero boleh pesan makanan kan? Vero laper.." ucap Vivi pada kakek yang sedang asyik menikmati lagu kesukaannya.
"Iya boleh donk, terserah kamu mau makan atau minum apa pesan saja kepada waiters!" saut kakek Roni.
Setelah itu Vivi masuk kembali sambil bernyanyi lagu kenangan, sesekali Vivi memuji kakek karena memang suaranya sangat merdu walaupun sudah berusia lanjut.
Vivi kemudian menikmati makanan yang sudah dipesannya tadi, ditemani kakek yang menyanyikan lagu milik sang legend Chrisye.
Dua jam sudah akhirnya bokingan Vivi selesai, dia juga sudah mendapatkan uang tips dari kakek Roni, lumayan untuk bekalnya dan juga suaminya di rumah.
Vivipun segera membersihkan makeup tebalnya dan juga mengganti pakaiannya di ruangan ladies karena dia ingin segera pulang dan beristirahat.
"Plak..." tamparan keras mendarat di pipinya
__ADS_1
Seketika Vivi pun kaget dibuatnya dan menahan rasa perih di pipinya, rupanya Arsyla yang telah selesai di boking dalam keadaan mabuk, dia terlihat emosi kepada Vivi.
"Lu lagi lu lagi Vero!" teriak Arsyla kepada Vivi yang sedang memegang pipinya yang panas dan perih.
"Lu ya berani beraninya lu merebut tamu tamu gue! Dasar wanita jal**g!!" geram Arsyla dengan suar yang masih tinggi.
Rupanya dia cemburu setelah mendengar bahwa kakek Roni yang biasa nya memboking dirinya sebelum Vivi datang, sekarang malah lebih sering memboking Vivi.
"Eh seharusnya sesama wanita jal**ng ga usah saling menghina ya!" ucap Cello mencoba melerai mereka berdua.
"Lagian bukan salah aku kalau yang kakek Roni boking itu aku, dia ga boking kamu karena kamu uda diboking duluan sama tamu lain!" saut Vivi tidak terima dikatain Arsyla.
"Jangan jangan lu kali pake susuk ampe semua tamuku pada lari ke lu!!" saut Arsyla.
"Eh kalau ngomong jangan sembarangan ya, siapa juga yang pake susuk macem gituan hari gini!" saut Vivi tertawa nyeleneh.
"Awas lu ya berani ngambil tamu gua lagi lu rasain akibatnya!" saut Arsyla sambil menunjuk nunjuk ke arah Vivi.
Vivi biarkan saja Arsyla berlalu pergi, lagipula percuma saja meladeni orang yang sedang mabuk seperti dia, capek capek memberi penjelasan juga tetap saja ngomongnya ngelantur kemana mana.
"Hadeuh, sabar ya iyey, emang disini semuanya banyakan kayak gitu, suka sirik aja gitu bawaannya kalau liat ladies lain banyakan diboking tamu!" ucap Cello menenangkan Vivi.
"Iya Cello, makasih ya support nya!" saut Vivi sambil tersenyum.
"Kalo gitu aku tinggal dulu ya, balik duluan!" ucap Vivi yang memang sudah bersiap untuk pulang.
"Ok say, ati ati dijalan ya iyey!" saut Cello seraya melambaikan tangannya.
__ADS_1
Vivi pun segera turun untuk kemudian dia memesan ojek online untuk mengantarnya pulang, tapi setelah dia keluar dari tempat kerjanya sudah ada laki laki yang memang sedang menunggunya, dia urungkan memesan ojek onlinenya dan kemudian menghampiri laki laki tersebut.
Bersambung...