Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Peringatan Kak Vicky


__ADS_3

"Sayang apa kamu bisa menemaniku malam ini?" tanya Raisa ketika sedang makan siang bersama Dicky di sebuah cafe dekat tempat kerja nya.


"Tidak bisa Raisa, maafkan aku, isteri ku masih di rumah sakit dan aku harus menjaganya.


Vivi sudah 3 hari di rawat di rumah sakit, karena Dicky tidak bisa mengambil izin terlalu lama dan dia malu karena baru beberapa hari bekerja di cafe milik Sisca, Dicky memutuskan untuk pergi bekerja, karena masih ada ibu yang menjaga Vivi di rumah sakit. Ibu mertua Vivi dan keluarga yang lain pun juga bergiliran menengok Vivi di rumah sakit.


Raisa cemberut menahan kesal nya karena kekasihnya sekarang lebih memilih isterinya dari pada menemani dia. dan dia memilih beranjak pergi dari tempat itu.


"Jangan marah ya, nanti setelah isteriku keluar dari rumah sakit aku janji aku pasti temenin kamu deh semalaman." rayu Dicky sambil mencubit hidung bangir milik Raisa dengan mesra.


"Janji ya mas?" saut Raisa manja.


"Iya sayang." jawab Dicky tersenyum.


"Ya sudah ayo makan lagi!" ajak Dicky menarik tangan Raisa.


Raisa pun kembali ke mejanya dengan Dicky disampingnya.


Beberapa menit mereka menikmati makan siangnya ditemani canda dan tawa dan beberapa sentuhan ringan Raisa seperti menggenggam jemari tangan dan juga menyandarkan kepala nya kepada Dicky. Melepas kerinduannya karena beberapa hari ini mereka tidak bertemu.


Ada seorang pria yang duduk di meja tak jauh dari mereka, dia juga sedang menikmati makan siang dengan rekan kerja nya , dia memperhatikan Dicky dan Raisa yang begitu mesra bukan layak nya seperti teman. Padahal dia tahu betul kalau Dicky sudah menikah. Pria itu tidak lain adalah Vicky, kakak kandung dari Dicky.


Beberapa menit kemudian Dicky dan Vicky sudah bersama di cafe tersebut, dan Raisa pun sudah langsung pergi dari cafe itu kembali ke kantornya.


"Ada apa kak? seperti nya ada hal penting sampai kakak menghubungi harus bertemu sekarang juga!"


"Wanita yang tadi bersama kamu itu pacar gelap kamu?" tanya Kak Vicky serius.


"Wanita yang mana?" saut Dicky ngeles.


"Jangan mengelak, dari tadi kakak perhatikan kamu mesra banget dengan dia!" ucap kak Vicky.


Dicky hanya tersenyum malu dengan kelakuannya. Dia tidak bisa berkata apa apa di hadapan kakak nya yang satu ini.

__ADS_1


"Ky, kakak bukan nya mau ikut campur urusan kamu, hanya saja dari pada kamu terjerumus lebih dalam lagi lebih baik hentikan sebelum semua nya terlambat!" ucap kak Vicky tegas.


"Lagipula kasihan isteri kamu, dia sedang terbaring di rumah sakit, kamu malah asyik mesra mesra an dengan wanita lain!!" timpa nya.


"Ya maaf kak!" kata kata yang bisa Dicky ucapkan.


Dia seolah membuat kesalahan sederhana dan dengan mudahnya mengucapkan kata maaf.


"Kenapa minta maaf padaku? minta maaf sana pada isteri kamu!" bentaknya.


"Lagian masalah hati ga ada yang tahu kak!" saut Dicky.


"Kalau memang kamu belum bisa berpaling dari wanita lain, lantas kenapa kamu nikahi Vivi?" tanya kak Vicky.


"Ya karena aku mencintainya kak!" Dicky menjawab nya enteng.


"Lantas sekarang? kamu selingkuh dengan wanita lain, apa masih mencintai nya isteri kamu?" timpa kak Vicky.


"Tolong jangan menghakimi aku seperti itu kak, kakak tidak akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang ini!" saut Dicky yang menjadi ketus.


"Justru kakak pernah berada di posisi kamu saat ini ky! makanya kakak bisa berkata demikian!"


Dicky sedikit heran dengan perkataan kakak nya itu.


"Maksud kakak?" tanya Dicky heran.


"Kakak pernah selingkuh dari kakak ipar mu!"


"Benarkah?"


"Ya, tapi apa yang kita tanam, itu juga yang akan kita tuai!"


Dicky semakin tidak mengerti apa yang kakak nya itu katakan. Dia hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kakak tidak mau kamu mengalami hal yang sudah pernah kakak alami ky!"


"Memang apa yang pernah kakak alami? kenapa aku tidak tahu tentangnya?"


"Kakak selingkuh dengan sekertaris kakak dulu, sewaktu masih belum punya Tiara, semua nya berjalan dengan baik, kakak bisa menutupi perselingkuhan kakak dari kakak iparmu, Nina."


Sekertaris itu bernama Oliv, kakak mencintai nya, tapi kakak tidak bisa meninggalkan Nina, karena kakak juga mencintainya. Hubungan kami berjalan selama satu tahun lebih, tanpa diketahui oleh Nina.


Akhir cerita kakak ada pekerjaan di luar kota dan mengharuskan kakak untuk pergi bersama Oliv, tapi takdir berkata lain, kakak mengalami kecelakaan, dan Oliv meninggal dunia." timpa Kak Vicky lirih.


"Jadi waktu kakak kecelakaan dulu itu kakak bersama dengan Oliv?" tanya Dicky.


Dicky memang tahu kakak nya mengalami kecelakaan dan berakhir dengan kaki dan tangan yang patah, tapi tidak ada yang tahu kalau ternyata saat itu kakak nya mengendari mobil itu dengan seorang wanita di sampingnya.


"Ya, saat itu Oliv di sampingku!!"


"Tapi bagaimana bisa? sedangkan polisi di sana mengatakan kalau kakak mengalami kecelakaan tunggal dan di dalam mobil kakak juga hanya sendiri?" tanya Dicky.


"Ya, karena saat itu Farhan berjalan beriringan dengan mobil kami, saat kecelakaan itu terjadi kakak meminta nya untuk segera melarikan Oliv ke rumah sakit sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi kecelakaan." saut nya.


Dicky mendengar cerita kakaknya sambil menyulut rokok dan meminum secangkir kopi yang dia pesan tadi. Dia juga sudah mengirim pesan pada Sisca kalau dia terlambat datang ke kantor karena ada hal yang harus diselesaikan olehnya.


"Pantas saja usai kecelakaan itu kakak menjadi seorang yang pendiam, dan banyak melamun!"


"Ya ky, setelah kakak renungkan itu mungkin peringatan dari Tuhan karena kesalahan yang kakak buat pada Nina. Sampai sekarang mungkin Nina tidak pernah mengetahui perselingkuhan kakak, tapi kakak harus kehilangan Oliv untuk selamanya dengan rasa bersalah yang selalu menggelayut di dalam hati kakak!


Itulah kenapa kakak memberi peringatan pada kamu ky, selingkuh itu memang indah, tapi itu bisa menjadi boomerang untuk kehidupan kita kedepannya!"


"Pikirkan lah dan renungkan kisah kakak, kakak ingin kamu bisa mengambil hikmah dari apa yang kakak ceritakan padamu ky! kakak harus pergi lagi karena masih ada meeting dengan klien."


Kak Vicky pun berlalu pergi meninggalkan Dicky yang terdiam seribu bahasa di meja nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2