Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Tangisan waktu di rumah sakit


__ADS_3

Sesaknya nafas di dadaku, mengenang percintaan kita


Dapatkah kita meneruskan, impian dan harapan cinta


Di hatiku masih luka, namun ku tetap bersabar


Ku mengerti perasaan mu duhai oh... sayang...


Rindu bergelora, resah gelisah nafas cinta


Biarpun seribu luka, tak bisa menghapus cinta


Entah mengapa aku makin sayang padamu


Kerna engkau adalah kekasihku


Nafas cinta.. oh..


Oh Tuhan tunjukkan jalan


Hadapi segala cobaan


Semuga kita bahagia..


Untuk selama-lamanya..


Lirik itu adalah lagu yang berjudul "nafas cinta" yang di nyanyikan oleh Inka Cristie dan Amy Search, Vivi dan Reihan menyanyikan nya dengan penuh penghayatan di lagu pertama mereka di room karaoke yang mereka pesan.


Vivi menyandarkan tubuhnya pada Reihan, dan Reihan juga memeluk pinggangnya begitu mesra. Mereka menikmati lagu yang mereka nyanyikan sambil sesekali saling menatap, layaknya seorang kekasih yang sedang kasmaran.


"Cocok ya kitu duet, hahaha.." saut Vivi setelah mereka selesai menyanyikan lagu nya.


Reihan juga ikut tertawa mendengar ucapan Vivi tanpa membalas ucapan nya.

__ADS_1


"Ini minum dulu!" saut Reihan memberikan minuman yang sudah datang di meja nya.


Vivi dan Reihan pun menikmati minuman mereka, cocktail yang mereka pesan.


"Mau tambahan yang lain camilan mungkin? tanya Reihan.


"Nanti saja mas, aku ingin meluapkan perasaan ku lewat sing a song kali ini, boleh kan?" saut Vivi.


"Boleh dong sayang." saut Reihan mencubit dagu Vivi gemas.


Vivi pun memilih lagu lagu kesukaannya yang dia nyanyikan dengan gembira.


Aku harus bisa meluapkan emosi ku karena perbuatan Mas Dicky kepadaku, kejadian di rumah sakit tempo hari membuatku semakin muak dengan mas Dicky yang bisa bertopeng di hadapanku batinnya.


*flash back off*


"Mas kamu terlihat kelelahan sekali, kerjaan kamu banyak ya?" saut Vivi.


Dicky baru saja datang jam sembilan malam ke rumah sakit untuk menjenguk Vivi, dia langsung menghampiri Vivi yang sedang terbaring di ranjang pasien, sedangkan Ibu Vivi sudah menunggui Vivi dari pagi sudah tidur terlelap di sofa ruangan nya.


"Kenapa kamu tidak pulang saja ke rumah, istirahat di rumah saja!" ucap Vivi.


"Engga ah, aku mau nungguin kamu disini!"


"Tapi mas disini kan sudah ada ibu yang menjagaku!"


"Tidak apa apa sayang, biarkan aku tidur disini saja, di samping isteri ku!" saut nya tersenyum sambil duduk di kursi samping ranjang pasien.


"Ya sudah kalau gitu kamu istirahat, tidur, kamu kan harus ke kerja lagi besok!"


"Hmhm." saut Dicky yang sudah mengantuk.


Dicky tertidur di samping Vivi dengan posisi duduk dengan kepalanya pada ranjang, Vivi tertarik pada ponsel yang selalu dia pegang, dan dia bawa kemana mana, termasuk ke kamar mandi sekalipun dia selalu saja membawa ponsel nya itu.

__ADS_1


Vivi yang sudah tahu betul dengan gerak gerik nya Dicky menunggu nya sebentar sampai Dicky terlelap. Karena ponselny memakai kunci layar sidik jari memudahkannya untuk membuka nya ketika Dicky sudah tidur terlelap.


Rasa penasaran Vivi membuatnya membuka pesan chat di ponsel nya Dicky, dia lalu membuka pesan dari Raisa, wanita yang pernah menelpon nya dengan berkata sayang pada suami nya itu.


Sayang terima kasih untuk waktu sekejap nya, kamu benar benar istimewa, walaupun sekejap kamu selalu membuatku merasa puas mas! pesan dari Raisa


Sama sama sayang, karena tubuhmu selalu menjadi canduku..


Selamat malam, sampai jumpa lagi besok di kantor ya!😘😘😘


Degg,,


 Jantung Vivi berdetak kencang melihat pesan tersebut, wajahnya memerah hatinya berguncang hebat, kemarahannya sudah memuncak, tapi dia menghirup udara sebanyak banyak nya untuk menenangkan hatinya.


Vivi tambah penasaran, kemudian dia membuka galeri di ponsel nya. Tanpa terasa air mata nya menetes begitu saja, ingin rasa nya dia berteriak dan memaki laki laki yang sedang pulas tertidur disampingnya itu, ketika dia melihat foto foto suami nya dengan wanita lain berselfie di cafe, dia scroll layar ponsel suami nya, betapa tidak hati nya semakin terluka ketika dia melihat suaminya tertidur pulas tanpa busana dengan wanita lain di ranjang, sepertinya wanita itu yang memotret nya, karena sang wanita terlihat senyum bahagia, sedang kan suami nya tertidur pulas. Vivi juga di suguhkan foto yang diambil di cafe tempat dia diberi surprise oleh Dicky, nyata nya Dicky pernah membawa wanita lain selain dirinya ke tempat yang istimewa untuk Vivi.


Tidak hanya itu saja Vivi melihat foto Dicky bersama wanita yang berbeda di salah satu tempat pariwisata, beberapa foto dia temukan, ada Dicky yang sedang mencium kening wanita nya, dan juga foto yang sedang makan berdua, juga foto dengan latar hati di belakangnya. Vivi melihat riwayat foto itu ternyata foto itu di ambil pada saat Vivi dan Dicky sudah mulai berpacaran lagi.


Ternyata kamu mas, sudah selingkuh dengan wanita lain sebelum kita menikah? Ya Ampun kenapa aku tidak bisa menyadari semua itu? batin Vivi dalam tangis nya.


Malam itu adalah malam yang menjadi tangisan yang sangat menyakitkan untuk nya, tapi Vivi tidak bisa meluapkan tangisan nya karena dia takut suami nya itu terbangun, juga ibu yang sudah lelah menjaga nya seharian ini. Dia hanya mampu menahan sesegukan nya dengan menghirup nafas sebanyak banyak nya yang dia mampu untuk meredakan tangisnya.


Vivi tidak habis pikir dengan kelakuan Dicky, tidak sesuai dengan janji nya sebelum menikah, kalau dia tidak akan menyakiti hati nya atau bahkan sampai selingkuh dengan perempuan lain seperti mantan suami nya dulu, nyatanya semuanya hanya omong kosong belaka. Vivi malah menganggap kalau apa yang di lakukan Dicky lebih parah dari apa yang dilakukan Yoga dulu.


Yoga hanya selingkuh dengan wanita lain, sedangkan Dicky dia bahkan tega berbuat kasar dan tidak segan menyakiti tubuh Vivi.


Ya Tuhan cobaan apa lagi ini, aku kira semua nya baik baik saja, ternyata ini lebih menyakitkan rasanya dari pada dulu..apalagi kali ini cobaan yang harus aku tempuh? apa aku harus terus bertahan?? atau aku harus mundur dan memilih berpisah darimu??


Vivi menarik nafas nya dalam.


Baiklah mas, kalau itu yang bisa kamu lakukan, menyakiti aku lagi, dan lagi, kalau begitu aku akan membiarkan mu melakukan apapun sesuka hatimu, tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam lagi seperti dulu..batin Vivi kemudian Vivi menghapus air matanya.


Bersambung...

__ADS_1


Hai,, readers..ga kerasa uda nyampe Bab 51 nih, makasih buat dukungan kalian, jangan lupa vote, like and coment kalian sangat membantu untuk perkembangan novel aku yang pertama ini ya,,


Terima kasih banyak..😘😘😘


__ADS_2