Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Shopping


__ADS_3

Setibanya dirumah Vivi mendapati suaminya yang tengah menonton acara televisi di ruang tv, dia lalu langsung saja menemui suaminya itu.


"Assalamualaikum mas," sapa Vivi langsung mencium tangan suaminya.


"Waalaikumsalam." jawab Dicky datar.


"Mas maafkan karena perkataanku siang tadi membuat kamu tersinggung dan marah padaku." saut Vivi lirih.


"Makanya sebelum bicara pikirkan dulu, jangan mentang mentang aku ga kerja kamu berani menuduhku sembarangan!" saut Dicky.


" Sebenarnya aku bukannya nuduh mas, aku hanya bertanya baik baik tapi kamu nya yang cepat menyimpulkan kalau aku sudah menuduhmu berselingkuh." timpa Vivi.


"Hah sudahlah, aku ngantuk cepat bersihkan dirimu, setelah itu istirahat!" saut Dicky pada Vivi yang berlalu ke kamarnya.


Vivi pun segera beranjak mengikuti Dicky ke kamarnya, membersihkan diri dan kemudian langsung tidur bersama suaminya itu.


*


Siang harinya Dicky membuka mata terlebih dahulu karena dia dibangunkan oleh nada dering ponselnya yang terus berisik, dia kemudian melihat ponselnya dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari Raisa, baru dia ingat ada janji dengan Raisa untuk mengantarnya shoping ke mall hari ini.


Dicky pun segera beranjak dari ranjangnya dan meninggalkan Vivi yang masih tertidur pulas, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari Raisa.


Hallo mas, kamu baru bangun ya? Uda aku telepon berkali kali baru kamu angkat teleponnya. saut Raisa di seberang sana.


Iya aku tahu hari ini kamu ingin aku mengantar kamu shopping kan? Jawab Dicky.


Iya mas, itu kamu ingat, aku jemput kamu dirumah aja ya, biar kamu ga repot harus bawa motor kamu! Nanti kamu share aja alamat kamu di chat ya!" saut Raisa.


Ok.


Kemudian Dicky mengakhiri panggilan telepon dari Raisa dan segera ke kamar mandi untuk bersiap pergi.


Beberapa menit kemudian dia sudah bersiap dengan dandanannya yang rapi, kemeja khas pekerja kantoran dan rambut yang klimis di pakaikan pomade. Lalu dia segera menghubungi Raisa untuk share lokasi dimana dia menjemputnya.


Setengah jam kemudian Raisa sudah siap di depan matrial depan rumah Dicky.


Aku sudah didepan mas, saut Raisa dari suara teleponnya.


Ok. Tunggu aku kedepan.


Dicky pun segera bergegas untuk menuju ke depan dimana Raisa sedang menjemputnya, tak lupa dia mengirim pesan ke nomer ponsel Vivi untuk memberi kabar kalau dia pergi ke cafe tempat dimana dia akan bekerja nanti, dia tidak tega membangunkan isterinya itu yang masih tertidur pulas di ranjangnya.


"Hai sayang." sapa Raisa yang keluar dari mobilnya dan memberikan langsung kursi setirnya pada Dicy dan dia pindah ke kursi penumpang di sampingnya.

__ADS_1


"Hai." saut Dicky tersenyum


"Ke mall X ya!" ucap Raisa.


"Ok beb." saut Dicky segera melajukan kendarannya.


Setibanya di mall, Raisa menggandeng tangan Dicky seolah dia tidak mau Dickynya itu akan diambil orang. Mereka mesra seperti orang yang sedang kasmaran.


Raisa membeli beberapa pakaian yang modis dan juga tas branded kesukaannya.


Raisa memang royal dengan segala hal yang berbau penampilan. Wajar saja dia memang anak satu satunya dari pengusaha ternama di kota nya, dan tentunya dia memebeli semuanya dari harta orang tuanya.


Bekerja hanya lah topeng untuk Raisa untuk menutupi kemanjaannya, katanya dia juga ingin mandiri, tapi dia tidak bisa lepas dari harta orang tuanya yang sudah dari kecil dia kemewahan dia dapatkan.


"Makasih banyak ya mas, kamu sudah mau menemani aku berbelanja hari ini!" ucap Raisa sambil merangkul tangannya Dicky dan kepalanya bersandar dipundaknya.


"Sama sama sayang!" saut Dicky sambil tersenyum.


"Ayo, ke toko sebelah sana!" tunjuk Raisa pada sebuah toko sepatu ternama.


"Ngapain, itu kan toko sepatu khusus pria." saut Dicky.


"Iya aku mau kamu juga beli sesuatu mas." ucap Raisa manja.


"Engga usah sayang, sepatu disana pasti mahal mahal aku ga punya cukup uang untuk membelinya, kamu kan tahu sendiri." saut Dicky.


"Ga usah sayang!" saut Dicky menolak halus.


"Ahh ayoo...!"saut Raisa menarik manja tangan Dicky menuju toko tersebut.


Dicky menarik nafasnya panjang, hah dasar wanita manja, semua keinginannya harus terpenuhi, gerutunya dalam hati.


Mereka kemudian masuk ke toko itu dan Raisa memilih beberapa pasang sepatu yang cocok untuk Dicky.


"Kamu pakai nomer berapa mas?" tanya Raisa.


"41 atau 42 sayang." saut Dicky.


Raisa pun mengambil satu sepatu monk-starp berwarna cokelat tua dan satu jenis sepatu boots berwarna abu tua


"Nah yang ini untuk kamu kerja nanti, cocok banget deh kayaknya cobain deh!" ucap Raisa memberikan sepatu jenis monkstrap.


"Iya." saut Dicky sambil duduk di kursi tempat mencoba sepatu.

__ADS_1


"Wah cocok banget! nah ini satu lagi..!" saut Raisa pada sepatu boots timberland original warna abu tua.


Dicky hanya tersenyum sambil menuruti setiap kata dari kekasihnya.


"Wihh..keren mas..tambah cakep aja kamu!" ucap Raisa mencubit gemas kedua pipi Dicky.


"Ok, mba aku ini dua duanya ya!" saut Raisa pada spg yang sudah berdiri melayaninya sedari tadi.


"Baik mba, ditunggu dikasir sebelah sana!" saut spg tadi kepada Raisa.


Dicky tak habis pikir wanita ini kenapa tidak sayang uangnya dia belanjakan hanya untuk aku yang baru saja mengenalnya.


Setelah sampai dikasir Dicky dibuat melongo karena total dari dua sepatu tadi Rp. 9.455.000. Tapi Raisa dengan santainya memberikan kartu debit platinum kepada kasir toko tersebut.


"Sayang kamu berlebihan deh membelikan sepatu ku saja hampir merogoh uang 10juta!" ucap Dicky.


"Tidak apa apa mas, untuk kekasihku ini, itu hadiah untuk kamu!" saut Raisa melenggang santai.


"Ya sudah kalau kamu tidak keberatan, terimakasih banyak ya sayang!" saut Dicky.


"Ada lagi yang mau kamu beli?" tanya Dicky.


"Iya, kamu gapapa kan?" saut Raisa.


"Ga papa, tapi aku lapar." timpanya sambil nyengir kuda.


"Astaga mas, maafkan aku, karena keasyikan shopping aku sampai lupa kalau kamu dari rumah belum makan ya?" ucap Vivi.


Dicky hanya tersenyum, kemudian mereka beranjak ke sebuah restoran di mall itu.


*


Sementara disisi lain, Vivi sudah bersiap untuk pergi bersama Reihan, selapas bangun tidur siang tadi Vivi hanya membersihkan rumah seperti biasa, dia tidak memasak untuk suaminya, karena sebelumnya sudah membaca pesan dari suaminya bahwa dia pergi. Alhasil Vivi hanya memasak mie instan saja untuk makannya siang ini. Dan rebahan saja diruang televisi.


Sampai saat mendapat pesan masuk di ponselnya dari Nita, yang tak lain adalah Reihan. Kalau dia sebentar lagi akan menjemputnya di depan matrial gang rumahnya.


Setengah jam kemudian Reihan sudah tiba didepan matrial yang dijanjikan, dia hanya menunggu dimobil, dan membukakan pintu mobilnya sesaat setelah Vivi tiba di depannya.


"Hai." sapa Reihan dari kaca jendela mobilnya.


"Hai mas." saut Vivi.


"Yu masuk, langsung saja kita pergi ke mall X ya..?" ucap Reihan.

__ADS_1


Vivipun mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil Reihan. Lalu merekapun langsung pergi menujh mall yang dituju.


Bersambung...


__ADS_2