Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Perasaan yang terbalas


__ADS_3

"Makanlah yang banyak agar kamu cepat pulih kembali!" ucap Reihan pada Vivi.


"Aku sudah baik baik saja kok mas!" saut Vivi.


"Apa tadi kamu mau mengatakan sesuatu?" tanya Reihan.


Sambil menyantap makan siangnya mereka tetap berbincang tentang perasaan mereka.


"Ya mas, aku tidak tahu perasaan seperti apa ini, yang jelas aku selalu nyaman kalau di dekat kamu!" Ucap Vivi blak blakan.


Maaf kan aku mas Dicky, tapi memang sekarang ini aku merasa lebih nyaman bersama Reihan, mungkin karena aku jug sudah terlanjur sakit hati dengan kebohongan kamu selama ini, dengan perselingkuhan kamu selama ini, apa kamu pikir aku juga tidak bisa melakukan hal yang kamu lakukan padaku? aku akan memberi kamu pelajaran mas! batin Vivi dalam hati.


"Benarkah itu Vi?" tanya Reihan sumeringah.


"Iya mas, aku mungkin terkesan perempuan murahan, sudah punya suami tapi masih menyukai pria lain, terserah apa tanggapan mu, tapi sebenarnya aku juga mulai ada perasaan terhadapmu mas!" saut Vivi.


"Ah akhirnya perasaanku terbalaskan!"


"Aku tahu kita salah mas, tapi kita akan tetap merahasiakan hubungan ini dari orang lain kan mas? bisa kan?" tanya Vivi.


"Ya tentu saja, sayang!" saut Reihan memegang jemari tangan Vivi.


Vivi pun bisa tersenyum dan bernafas lega, karena ternyata selama ini dugaan nya berakhir kenyataan, Reihan mempunyai perasaan terhadapnya.


Ini adalah buah dari kesabaran ku mas, aku sudah muak dengan perselingkuhan! giliran aku sekarang yang akan menggenggam dunia ku! batinnya.


Mereka kemudian menghabiskan makan siangnya, setelah itu kembali pada rutinitasnya di kantor.


"Istirahat dimana kamu beb?" tanya Teni saat Vivi baru sampai di ruangan nya

__ADS_1


"Di cafe N" saut nya.


"Pantesan aku ga liat kamu!"


Vivi tersenyum, kemudian dia mengerjakan kembali pekerjaannya.


Ada rasa bahagia kini di hati nya, Vivi tersenyum sendiri mengingat Reihan menyatakan perasaannya tadi seperti anak abg lagi.


*


Di cafe lain Dicky dan Raisa juga sedang makan siang berdua.


"Mas, aku mau kamu temani aku malam ini ya..! aku kangen banget sama kamu..!" ucap Raisa manja.


"Iya sayang, aku kan udah janji kalau isteri ku sudah keluar dari rumah sakit aku pasti luangin waktu untuk mu!" saut Dicky sambil mencubit pipinya pelan.


"Makasih ya sayang..aku makin sayang deh sama kamu!" saut Raisa mendekap erat tangan Dicky.


Sepulang kerja Dicky dan Raisa kemudian langsung pulang ke apartemen Raisa, dan seperti biasa Dicky menghubungi isterinya lewat ponsel kalau malam ini dia tidak akan pulang karena ada urusan pekerjaan.


*


Mau jalan dulu? tawar Vivi pada Reihan lewat pesan melalui ponsel nya.


Tentu saja pesan Vivi itu dibalas dengan sumeringah oleh Reihan, yang langsung membalasnya dengan jawaban iya.


"Mau jalan kemana?" tanya Reihan sesaat setelah Vivi sudah berada di mobilnya.


Vivi menunggu Reihan jauh dari kantornya, Vivi sengaja berjalan memutari kantornya agar tidak terlihat oleh yang lain nya kalau dia pergi dengan Reihan.

__ADS_1


"Terserah mas aja mau nya kemana?" saut Vivi sambil mengikatkan sabuk pengaman.


"Ke mall? atau ke cafe?" tanya Reihan.


Reihan terlihat bingung dan canggung dengan Vivi sekarang, berbeda ketika dia belum menyatakan perasaan nya pada Vivi terlihat lebih santai dan kalm, tapi kali ini Reihan terlihat agak malu malu di depan Vivi. Begitu pun dengan Vivi dia memiliki rasa yang sama terhadap Reihan, makanya rasanya seperti ada yang berbeda, jantungnya berdetak lebih cepat ketika sedang bersama Reihan.


"Terserah mas aja ah, aku lagi ga mood mas." saut Vivi.


"Ya sudah kita ke karaoke aja, mau?" tanya Reihan lagi.


"Boleh."


"Ok, kita kesana ya!"


Beberapa menit kemudian Vivi sampai di tempat karaoke tempat kerja nya dulu. Karena hari masih sore tempat itu masih sepi pengunjung, hanya beberapa room yang sudah terisi.


"Selamat sore mba Vero!" saut reseptionis disana.


"Sore mba! mau boking di ruangan biasa ya!"


"Siap mba! langsung masuk aja ya mba, kebetulan belum ada yang reservasi." saut wanita yang bekerja sebagai reseptionis itu.


"Ok deh, nanti kalau Mamih Rara uda dateng biasa ya, suruh ke ruangan aku!" timpa Vivi.


"Ok mba!" saut nya.


Vivi dan Reihan pun berjalan bergandengan tangan menuju ruangan yang di maksud.


"Selamat sore mba Vero, mas Reihan, mau pesan seperti biasa?" tanya seorang waiters yang menghampiri mereka di ruangan nya.

__ADS_1


"Sore mas, cocktail dulu aja ya mas bikinin dua!" next deh aku order lagi ya!"


"Siap mba!" saut waiters itu segera berlalu.


__ADS_2