
Hampir beberapa jam Vivi dalam perjalanannya dari rumah orang tuanya, karena kondisi mobil angkutan umum yang banyak berhenti menaikan dan menurunkan penumpang ditambah lagi kondisi jalanan yang semakin ramai ketika Vivi sudah sampai dikota.
Haripun sudah semakin larut, matahari sudah tidak tampak lagi, dia yakin suaminya juga pasti belum pulang kerumah, dan dia putuskan untuk mampir dulu ke salah satu mall ternama di Bandung khusus alat alat elektronik terutama ponsel. Vivipun membeli ponsel second saja agar tidak terlalu mengeluarkan uang yang cukup banyak, dia rasa itupun sudah cukup agar dia bisa berkomunikasi saja kalau ada sesuatu yang penting, dan lagi uang pemberian ibu juga akan dia gunakan untuk kepentingan sehari hari karena gajih yang dia dapat untuk satu bulan kedepan sudah punah digondol jambret itu, alhasil hanya uang pegangan dari ibu saja untuk satu bulan kedepan.
Mungkin Vivi berbeda dari isteri isteri lain yang suka meminta dengan tegas haknya kepada sang suami, lain halnya dengan Vivi, dia tahu kondisi suaminya seperti apa, dia tidak mau menambah beban suaminya.
Setelah mendapatkan ponsel barunya Vivipun segera melanjutkan pulang ke rumah nya karena hari sudah mulai malam. Sesampainya dirumah dia langsung merebahkan tubuhnya di kursi tuang tamunya.
Vivi langsung mencantumkan nomer ponsel suaminya karena dia hafal betul dengan nomernya, dan langsung menghubunginya. Akan tetapi nomer yang dituju tidak kunjung mengangkat nomer teleponnya.
Mas Dicky kemana sih, tumben ga jawab jawab telepon, biasanya kalau ada telepon dia langsung menjawabnya, ini kok uda beberapa kali aku telepon, masih tidak ada jawaban, gerutunya dalam hati.
*
Disisi lain, masih dicafe tempat Dicky dan teman temanya kumpul.
"Uda lama nih ga dengerin suara bang Dicky nyanyi, kan bro?" ucap Adri ke semua temannya.
"Iya bener, terakhir aku denger kamu nyanyi di nikahan Ilmira." saut Sisca menambahkan.
"Uda sana sumbangin tuh suara fals lu!" ledek Frans pada Dicky.
"Yee,, suara dia mah merdu semerdu kicau burung kenari,tau!" timpa Sisca yang membuat semua teman temanya tertawa.
"Ok, aku tunjikin nih sama kalian betapa merdunya suaraku sampai pengang kuping kalian nanti! Umpat Dicky sambil berjalan menuju panggung yang disediakan cafe untuk bandnya ngejam.
"Hmhm...selamat malam untuk para pengunjung cafe, sebelumnya perkenalkan saya Dicky, saya disini untuk memenuhi permintaan pemilik cafe, Tuan Ardi Mahendra Setiady dan para sahabat saya yang berada di sebelah sana!" ucap Dicky menunjuk kursi dimana teman temannya sedang berkumpul.
"Maaf apabila suara saya fals, seperti yang teman teman saya bilang,tapi saya akan berusaha membuat kalian menikmati suara fals saya.." timpa Dicky menambahkan sambil terkekeh.
"This is a my favorite song..so, happy listen." Dickypun tersenyum dan semua orang yang ada disana memberinya tepuk tangan.
Dicky mulai menyanyikan lagu favorite nya dari band Radiohead yang berudul "Creep"
When you were here before
Couldn't look you in the eye
You're just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful world
I wish I was special
You're so fuckin' special
But I'm a creep
__ADS_1
I'm a weirdo
What the hell am I doin' here?
I don't belong here
I don't care if it hurts
I wanna have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice
When I'm not around
So fuckin' special
I wish I was special
But I'm a creep
I'm a weirdo
What the hell am I doin' here?
I don't belong here
She's running out
She run, run, run, run
Run
Whatever makes you happy
Whatever you want
You're so fuckin' special
I wish I was special
But I'm a creep
I'm a weirdo
What the hell am I doin' here?
I don't belong here
__ADS_1
I don't belong here
Seperti itulah lirik lagu yang Dicky nyanyikan, dia memang memiliki suara bagus, tak kalah dari penyanyi penyanyi papan atas. Para pengunjung cafepun dibuat menikmati lagu yang Dicky nyanyikan, bahkan ada yang ikut menyanyikan lagunya. Mereka semua bertepuk tangan meriah saat Dicky selesai dan turun dari panggung, banyak juga diantara mereka tang berteriak lagi, lagi! tapi dia tidak menghiraukannya.
"Terima kasih." ucapnya setelah mengakhiri lagunya.
Dickypun kembali ke mejanya, semua yang disana juga ikut heboh saat Dicky kembali duduk di mejanya.
"Merdu kan suara gua onta Arab???" ucap Dicky yang merebahkan kembali tubuhnya ke sofa disamping Frans.
"Ampun bang...." saut Frans nyengir kuda.
"Iya uda kaya juara indonesian idol aja kamu ky, semua orang bertepuk tangan, banyak juga yang ngasi standing aplouse." Sisca menambahkan.
"Lagian kenapa cuma satu lagu aja sih, kan banyak tuh yang minta kamu nyanyi lagu lagi!" timpa Frans.
"Ah, sayang suara emas gua, kagak ada yang bayar, kalau pemilik cafenya mau bayar sih, dengan senang hati...mau dua atau tiga lagu lagi juga, gua jabanin..." ejek Dicky sambil tertawa.
"Next deh kalau ada acara, pasti aku undang kamu buat nyanyi ditempatku. Ok." saut Ardi yang merasa tersindir.
Ditengah obrolan mereka yang sedang asyik, Dickypun melihat ponselnya sekilas, ternyata banyak panggilan suara tak terjawab dari nomer yang tidak dikenal. Kemudian diapun membuka pesan whatsapp dan beberapa pesan belum dia baca, termasuk pesan dari Vivi.
Mas, ini nomer aku, aku udah sampe rumah, kamu kenapa masih belum pulang?"
Mas kenapa ga diangkat teleponku?
Mas apa kamu marah?
Mas kenapa pesanku engga kamu baca?
Mas kamu ga terjadi apa apa kan?
Mas aku khawatir, tolong balas pesanku!
Aduh banyak sekali chatt dan panggilan tak terjawab ternyata dari Vivi, kasian dia mengkhawatirkanku, ya sudah aku balas dulu, gumamnya dalam hati.
Aku masi di caffe milik Ardi, kamu tidur saja, ga usah menunggu, nanti aku pulang larut malam! Balas chatt Dicky.
Setelah membalas pesan dari Vivi, Dickypun melanjurkan obrolan bersama sama teman temannya.
*
Vivi yang ketiduran di sofa karena terlalu lama menunggu Dickypun terkejut saat ponselnya berdering tanda pesan masuk, ya pesan dari siapa lagi kalau bukan dari suaminya, karena di ponselnya baru ada satu nomer kontak.
Vivi yang kemudian membaca pesan dari suaminya itupun merasa kecewa dengan balasa nya, kemudian diapun memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu sebelum akhirnya dia akan melanjutkan tidurnya lagi sendirian.
Ya sudahlah lebih baik aku ikuti perkataan mas Dicky, percuma juga nungguin dia, yang entah jam berapa pulang kerumah, lagipula besok aku harus mempersiapkan cv untuk melamar pekerjaan, bathin Vivi.
Bersabung..
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah mendukung novel ini, jangan lupa like dan komennya ya agar saya bisa semangat melanjutkan ceritanya...😘
__ADS_1